- Warga Tertabrak Mobil Polisi
Dua Pemuda Tewas Usai Bermain Bola
CIAMIS ? Dua pemuda asal Kampung Kendal RT 6/7 Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, tadi malam tewas. Motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan mobil patroli 2901-43 milik Polsek Panjalu di Jalan Ciahurbeuti-Panumbangan, tepatnya di Dusun Pamijahan, kemarin (28/4) pukul 17.30.
Dudung (30), warga sekitar mengaku melihat kecelakaan. Saat itu, Kisti (19) membonceng Hendi (19) dan melaju dari Panumbangan menuju Cihaurbeuti. Motor yang mereka tumpangi kemudian bertabrakan dengan mobil patroli yang dikemudikan Kanit Intel Polsek Panjalu Aiptu Irawan Purnama. Mobil patroli, kata Dudung, datang dari berlawanan. ?Saya lihat sendiri korban terpental hingga empat meteran. Keduanya di tengah jalan,? terang Dudung kepada Radar.
Saat itu warga sekitar langsung menolong. Korban dinaikkan ke mobil patroli Polsek Panjalu untuk dibawa ke rumah sakit.
Meski bersimbah darah, kelihatannya, kata dia, para korban masih bernapas. ?Saya lihat di lokasi darah berceceran. Motor korban jenis bebek merek Turbo hancur,? papar Dudung.
Warga, kata Dudung, sempat menanyai sopir mobil patroli. Sang sopir mengaku sebagai Kanit Intel Polsek Panjalu Aiptu Irawan Purnama. ?Setahu saya cuman segitu saja, karena kondisinya memang panik,? papar Dudung.
Kedua korban sempat mendapat perawatan, namun meninggal di RSUD Kota Tasikmalaya.
Dari informasi Radar sekitar pukul 23.00 kedua korban sedang disalatkan di Masjid AL-Ihlas di kampungnya.
Informasi yang diterima Radar bahwa Kisti adalah anak tungal. Dia anak Nining (45) dan Dedi (almarhum). Sedangkan Hendi anak kedua dari tiga bersaudara. Dia putra Imat (50) dan Didah (45).
Sopwan (58), tokoh Kampung Kendal saat dihubungi Radar mengatakan Hendi (19) dan Kisti (19) meninggal dunia sekitar pukul 18.00 bahwa ada di RSUD Kota Tasikmalaya. Para orang tua korban, kata dia, mengaku kaget mendengar anak mereka tewas. ?Mereka kaget saat dirinya dikabari itu (meninggal). Saya juga tidak percaya kedua korban katanya meninggal,? terang Sopwan.
Kedua korban, kata Sopwan, baru setahun keluar SMA. Mereka belum bekerja dan masih senang bermaian.
Keduanya tetanggan. Mereka suka bermain bola. Kecelakaan terjadi saat keduanya pulang bermain bola di Panumbangan.
Pihak kepolisian, kata dia, sudah datang ke keluarga korban. ?Saya sebagai tokoh masyarakat, mewakili keluarga dari kedua korban, meminta pertanggung jawaban atas kejadian ini,? terang Sopwan kepada Radar.
Terpisah, Wakapolres Ciamis Kompol M Hasyim Risanhondua SIK saat dihubungi Radar hanya menyarankan Radar meminta pernyataan kepada Kasatlantas AKP Andriyanto SH MH biar kronologinya jelas. Namun saat dihubungi Radar, AKP Andriyanto SH, MH sampai berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. (isr)- Rampok Dikira Kucing
Lima Pria Bertopeng Sekap Dua Satpam Kankemenag
TASIK ? Dua satpam di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Tasikmalaya disekap lima perampok, kemarin (28/4) dini hari. Mereka tak berdaya saat para perampok datang, menyerang lalu membawa barang dan uang.
Suryaman (35), salah satu satpam mengaku sebelum para perampok datang, dia mendengar bunyi ngeletrek (dari barang). Dia yang saat itu berjaga bersama Fian Sauri (40) menyangka bunyi tersebut ditimbulkan dari kucing, ternyata dia salah duga, karena bunyi itu berasal dari para perampok saat akan masuk ke kantor beralamat di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Tawang, Kota Tasikmalaya.
?Saya itu baru berdiri mau ngecek suara, karena saya dengar di luar ada suara ngeletrek, tadinya saya kira kucing. Tapi baru mau ngecek, mereka (kawanan rampok) langsung nyerobot masuk, nyerang. Ngancam, katanya, ?Kalau mau selamat, diam?,? papar Suryaman kepada wartawan, Minggu (28/4) menirukan ancaman salah seorang perampok.
Setelah menyerobot masuk, para perampok mengambil kain putih yang biasa dipakai jamaah haji. Saat itu, kain putih menempel di patung haji. Tangan Suryaman diikat kain itu.
Sementara Fian, tangannya diikat menggunakan tali plastik. Mulut keduanya ditutup lakban. ?Saya disenderkan ke kursi, Fian di bawah,? akunya lagi.
Suryaman melihat para perampok membawa senjata tajam. Dua orang membawa golok ?yang diacungkan ke wajahnya? sebagai bentuk ancaman. Dua orang lainnya membawa linggis dan satu orang membawa samurai.
Samurai itu ditodongkan ke ke dada Fian.
Dua pria pembawa linggis langsung masuk ke ruang bendahara. Ruangan itu bersebelahan dengan tempat Suryaman dan Fian disandera. Mereka kemudian naik ke lantai dua. ?Pas yang dua orang itu ke atas, yang lainnya menjaga saya sama Fian di sini (di lantai bawah, red),? paparnya.
Saat Suryaman bisa melihat para perampok, Fian Sauri tak bisa melihat mereka dalam waktu lama, karena wajahnya ditutup jaket hitam miliknya. Meski demikian, dia sempat melihat para perampok itu masuk.
Perampokan diperkirakan berlangsung selama dua jam. Karena sekitar pukul 4.00, para perampok telah pergi.
Sekitar pukul 04.30, Fian bisa membuka lakban di mulutnya. Dia mengelus-ngeluskan mulutnya ke meja di dekatnya. Dia kemudian berteriak minta tolong.
?Kan ini meja di depan saya, saya turun ke bawah (dari kursi) dan menggeser-geserkan mulut ke meja,? terangnya.
Teriakan Fian didengar Joko Riyanto. Anggota Kodim 0612 Tasikmalaya dengan pangkat peltu ini datang masuk ke ruang. Dia membuka ikatan kedua satpam tersebut.
Joko mengaku mendengar teriakan security. Saat itu dia sedang di rumahnya di depan Kantor Kemenag.
?Saya dengar teriak-teriak, saya ke sini langsung saya buka ikatannya. Terus mereka cerita kejadiannya,? singkat dia.
Kasubag Tata Usaha Kankemenag Kota Tasikmalaya Dadang Toha yang mendapatkan kabar perampokan, tiba di lokasi sekitar pukul 7.00. Dia datang bersama petugas Polsek Tawang.
Hasil pemeriksaan, empat brankas di ruang bendahara dibongkar dan sudah acak-acakan. Tempat-tempat penyimpanan file pun berantakan.
Dia menduga para pelaku hanya mencari uang. Karena tujuh motor milik pegawai serta televisi di lantai bawah tidak ada yang hilang.
Selain itu, ada 20 laptop di kantor tersebut, namun yang diambil hanya empat unit. ?Brankas yang dibongkar itu yang di ruang bendahara haji, bendahara humas, bendahara sekretaris dan bendahara bimas,? jelas dia.
Adapun kerugian akibat perampokan itu mencapai Rp 68 juta. Jumlah itu hasil akumulasi dari empat laptop merek Sonny Vaio, Toshiba dan Acer dan uang Rp 2.800.000.
Sementara itu Polsek Tawang belum memberikan keterangan apapun saat coba dihubungi Radar kemarin soal perampokan itu. (pee)- Setda dan Foto Uu Dilempari Lumpur
SINGAPARNA ? Ribuan massa Serikat Petani Pasundan (SPP) berdemo di Kantor Bupati Tasikmalaya, kemarin (24/4). Mereka menilai Bupati Uu tidak mengutamakan rakyat. Dalam unjuk rasa itu, pendemo sempat melempari baligo bergambar Uu dan Setda Kabupaten Tasikmalaya dengan lumpur.
Sebelumnya, massa SPP datang ke Kantor Bupati di Bojong Koneng Kecamatan Singaparna sekitar pukul 11.30. Massa SPP dipimpin Sekjen SPP Agustiana.
Tepat di depan kantor Bupati, pendemo sempat meraung-raungkan kendaraan mereka. Mereka pun meneriakan, ?Bupati turun.?
Kemudian pendemo yang menggunakan motor dan mobil itu turun dari kendaraan yang mereka tumpangi. Mereka berbaris.
Setelah berbaris, mereka menyaksikan enam pendemo yang berteatrikal. Empat orang badannya dipenuhi lumpur. Kemudian satu orang menjadi dukun dan satu lagi menjadi simbol pemerintah yang berkepala kerbau dengan foto Bupati H Uu Ruzhanul Ulum. Selain terpasang foto Uu juga ada foto Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Teatrikal berjalan sepuluh menit. Akhir teatrikal yaitu pelemparan lumpur ke foto Bupati yang bertaring, bertanduk dan bertopi bajak laut.
Setelah pelemparan foto bupati, masa tiba ? tiba mengamuk karena Uu tidak menemui mereka. Massa kemudian mengalihkan lemparan lumpur ke arah kantor bupati yang dijaga aparat keamanan. Hal tersebut jelas membuat suasana sedikit memanas. Para tokoh SPP, termasuk Sekjen SPP Agustiana berusaha menghentikan amukan rekan-rekannya.
Agustiana dan tokoh SPP lainnya beserta aparat keamanan pun terkena lumpur yang dilemparkan masa.
Setelah itu massa mulai kembali tenang. Mereka kembali berbaris dan akan melanjutkan aksinya ke Kantor Perhutani Tasikmalaya di Jalan Tanuwijaya Kota Tasikmalaya.
Menurut Agustiana massa pihaknya sangat kecewa dengan Kinerja Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintahan Uu dianggapnya bekerja dengan didasari kepentingannya sendiri sehingga dampaknya tidak ada manfaat untuk rakyat. ?Sehingga kesan yang dirasakan oleh masyarakat, dengan keberadaan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin oleh Bupati H Uu Ruzhanul Ulum hanya dirasakan manfaatnya oleh Bupati sendiri, tanpa bisa dirasakan oleh masyarakat terutama petani,? ujarnya.
Fakta yang paling nyata, kata Agustiana, di bidang pertanahan, tidak ada sedikit pun kebijakan pemerintah di bidang pengelolaan, pemanfaatan dan kontrol di bidang pertanahan. Akibatnya, 70 persen dari 1,7 juta penduduk kabupaten tidak memiliki tanah yang layak untuk hunian atau mata pencahariannya. Padahal, ada tanah negara yang luasnya 60 persen dari total tanah daratan Kabupaten Tasikmalaya ?yang mencapai 179.000 hektar.
?Berapa luas tanah negara seluruhnya di Kabupaten Tasikmalaya, berapa luas tanah negera yang disewakan ke perusahaan perkebunan, kapan saja habis masa sewanya, dan mau diapakan jika habis masa sewanya, dan berapa luas tanah negara yang dikelola dan diklaim oleh Perhutani dan apakah memiliki landasan hukum penguasannya,? tegasnya.
Akibat tidak adanya program dan data yang dimiliki Pemkab Tasikmalaya terkait dengan tanah negara ini, satu minggu lalu, Pemkab telah dipecundangi Perhutani dengan diundang rapat oleh Perhutani KPH Tasikmalaya beragendakan Pengamanan Kawasan Hutan. Hal ini membuat masyarakat marah dan memciu aksi ini, padahal seharusnya Pemkab yang mengundang Perhutani, karena Perhutani bukanlah atasan Pemkab.
Di tempat yang sama, Yayan Hardiana koordinator demonstrasi menambakan, pihaknya berharap dan memohon Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui kelembagaan DPRD Kabupaten Tasikmalaya membuat Perda Pendataan, Pengaturan dan Penguasaan Tanah Negara di Kabupaten Tasikmalaya.
Setelah massa berdemo di kawasan Setda Kabupaten Tasikmalaya, mereka meneruskannya ke Kota Tasikmalaya menuju Kantor Perhutani. Namun, mereka dengan tertib hanya berdemo di jalan, karena akses ke kantor Perhutani dijaga petugas keamanan. (yfi)- Mobil Rampok Dibakar
Tiga Orang Babak Belur Dihajar Massa
TASIK ? Mobil Avanza yang dipakai para perampok toko kelontongan di Karanganyar, Sindangkerta, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya dibakar massa, kemarin (24/4) siang.
Massa yang marah, sebelumnya, menghajar tiga perampok sehingga dua diantaranya masuk puskesmas.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK mengatakan tiga terduga perampok sudah ditahan di Mapolres Tasikmalaya. Mereka itu, Supriatna (29) warga Kecamatan Cipatujah, Ali (40) warga Jakarta dan Rahmat (35) warga Cipatujah.
Supriatna dan Ali mengalami luka cukup serius akibat dihajar masa sehingga sempat dibawa ke Puskesmas Rancamaya. ?Pelaku lainnya masih buron,? ungkapnya kepada wartawan di kantornya kemarin (24/4).
Hasi pemeriksaan sementara, kata dia, komplotan perampok ini pernah mencuri di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Mereka melakukanya sebelum membobol toko kelontongan di Kecamatan Cipajutah. ?Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,? ujar dia.
Kapolsek Cipatujah AKP Pomo Sutrisno mengatakan teruangkapnya kasus perampokan itu berawal dari Yayan Sopyan (45), korban, yang akan membuka toko kelontongannya. Saat hendak masuk ke toko, dia menemukan linggis tergeletak di sekitar toko. Dia curiga tokonya dibobol. Apalagi ada bekas pencongkelan. ?Diketahuinya berawal dari linggis,? ungkap dia.
Setelahnya, korban langsung mencari mendatangi si pembuat linggis. Dari keterangan tukang pandai besi ini diketahui bahwa yang membeli linggis di tempatnya itu adalah Rahmat. Yayan pun mencurigai Rahmat. Korban ditemani warga pun langsung mencari Rahmat. ?Warga pun mencurigai adanya mobil yang bolak-balik,? papar dia.
Kemudian warga mengetahui bahwa Rahmat berada di mobil. Otomatis warga langsung memburu mobil tersebut.
Keenam perampok langsung kabur keluar dari mobil. Warga berhasil menangkap Supriatna, Ali dan Rahmat.
Ketiganya mengaku mencuri di toko Yayan. Hasil curian pun ada di mobil. Warga geram. Mereka menghajar tiga orang itu. ?Yang paling parah Sup dan Al. Kalau Rah hanya luka biasa,? ujar dia. Sementara, tiga orang lagi kabur. Mereka warga Jakarta. Hingga kemarin ketiganya masih menjadi buronan.
Rahmat, Supriatna dan Ali diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. ?Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,? ujarnya. (snd)- Delapan Ruangan Hangus, Termasuk Kantor Bank BRI
TASIK ? Pasar Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, tadi malam terbakar. Delapan ruangan hangus.
Delapan bangunan yang terbakar itu, lima diantaranya kios milik H Tatang (tiga ruang) dan H Iri (dua ruang), adapun tiga bangunan lainnya dipakai kantor Bank BRI.
Api mulai muncul dari salah satu kios milik H Tatang sekitar pukul 20.00, Rabu (24/4). Lalu, api merembet ke bangunan lainnya. Rita Rosita (40), pedagang di tetangga kios H Tatang merupakan yang pertama melihat kebakaran tersebut. Dia merdengar suara letupan dari arah kios H Tatang. Begitu dilihatnya, ternyata api membumbung di atap.
?Nggak tahu dari apa, tahu-tahu sudah besar saja,? terangnya. Begitu melihat api, dia langsung berlari dari kiosnya. Dia berteriak meminta bantuan. ?Kebakaran-kebakaran,? katanya menyepertikan saat detik-detik kebakaran.
Dia kemudian terkulai, lemas. Syok melihat api yang membesar.
?Langsung leleus pas lihat api besar,? ujarnya.
Mendengar teriakan Rika, beberapa warga pasar pun berhamburan. Mereka mencoba memadamkan api. Air mereka bawa dengan ember. Kemudian datang petugas pemadam kebakaran.
H Tatang saat kejadian tidak berada di tempat. ?Saya tidak tahu. Tidak di kios. Ada yang memberi tahu lalu saya ke sini,? ungkapnya.
Saat meninggalkan kios, dia sudah mengeceknya. ?Kalau listrik sudah saya matikan semua,? katanya singkat.
Pengurus BRI, Nanang mengatakan tempatnya bekerja terbakar. Namun dokumen yang ada di dalamnya lolos dari api. ?Semuanya terbakar, tapi surat-surat nasabah berhasil diselamatkan,? singkatnya.
Kapolsek Rajapolah AKP Junaidi mengatakan dugaan sementara api dari arus pendek listrik. ?Karena kabel semrawut colok sana dan colok sini sehingga terjadi ini (kebakaran),? ujarnya.
Kebakaran di Pasar Rajapolag sudah kali. ?Ini kejadian yang kedua kalinya,? terangnya.
Pantauan Radar, ratusan warga berkerumun di kawasan kebakaran. Mereka menonton, ada juga yang membantu pemadam kebakaran (yang datang menggunakan dua mobil damkar) melokalisir kawasan kebakaran agar tidak merember ke bangunan lainnya. Kayu-kayu yang menggelantung di atap ditarik warga agar api tidak menyambar kayu tersebut.
Sementara itu api dapat dipadamkan sekitar satu setengah jam setelah kejadian.
Sampai tadi malam, belum ada total kerugian pasti dari kebakaran tersebut. (gna)- Susno Lawan Eksekusi
Dijemput Jaksa, Minta Perlindungan Polda Jawa Barat
BANDUNG ? Upaya Kejaksaan Agung mengeksekusi mantan Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Susno Duadji tidak berjalan mulus. Terpidana kasus suap PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan gubernur Jabar 2008 itu melawan saat jaksa menjemput dan hendak membawanya ke penjara. Dia meminta perlindungan kepada Polda Jawa Barat untuk membatalkan eksekusi.
Radar Bandung (Grup Radar Tasikmalaya) melaporkan, sejak pukul 10.30 kemarin (24/4), petugas gabungan dari Kejaksaan Agung, Kejati DKI Jakarta, Kejati Jabar, dan Kejari Bandung mendatangi rumah mewah Susno di kompleks Jalan Pakar Raya Nomor 6 Kelurahan Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Saat itu, Susno menunggu petugas di salah satu ruangan di lantai dua rumahnya.
Namun, bukannya menyambut dengan baik, Susno justru melawan. Dia tidak mau dibawa. Terjadi negosiasi antara kedua pihak di ruangan tersebut. ?Susno ingin nunggu pengacaranya dulu,? ujar salah seorang petugas kejaksaan.
Namun, hingga siang, tim kejaksaan tetap tidak berhasil membawa Susno. Malahan, Susno menghubungi Polda Jabar untuk meminta perlindungan. Dia juga menghubungi pengacara yang juga Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra untuk mendampingi. Tidak lama kemudian, polisi dari Polda Jabar yang pernah dipimpin Susno itu datang. Yusril juga tiba di rumah Susno sekitar pukul 16.45. Yusril masuk rumah dengan kawalan polisi melalui garasi.
Sekitar pukul 17.20, Susno keluar dari kediamannya dengan dikawal puluhan anggota Polda Jabar dan Polres Bandung. Mengenakan kemeja putih, dengan tenang dia masuk mobil patroli Polda Jabar bernopol 1404-VIII.
Kendati begitu, Yusril menegaskan kedatangannya ke kediaman Susno bukan sebagai pengacara, murni permintaan Susno. Sebab, pengacara Susno adalah tim Mabes Polri.
Disinggung soal bentuk perlindungan yang diminta Susno ke kepolisian, Yusril menyatakan hanya mencegah warga negara tidak diperlakukan sewenang-wenang seperti itu (dieksekusi). ?Soal berapa lama Pak Susno di sana (mapolda, red), saya tidak tahu, tanya polda. Ini merupakan bentuk perampasan kemerdekaan warga negara dan cara-cara seperti ini kan kezaliman terhadap warga negara,? tegasnya.
Menurut dia, Kejaksaan Agung berusaha mencari-cari kesalahan Susno. Padahal, putusan pengadilan sudah menetapkan Susno tidak terlibat sama sekali. ?Putusan terhadap Susno tak bisa dijalankan, batal demi hukum dan putusan itu dianggap tak pernah ada. Artinya, ketentuan pasal 197 KUHAP itu terang benderang. Hanya orang yang tidak ngerti bahasa Indonesia yang tak bisa pahami pasal 197 itu,? ungkap Yusril.
Bahkan, dia menilai Kejaksaan Agung hendak menutup-nutupi kesalahan hakim dan kesewenang-wenangan jaksa dalam eksekusi. Apalagi, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutus perkara pasal 197 ayat 1-2 dan putusan MK itu tidak berlaku surut. ?Tapi, sampai hari ini, kejaksaan tetap ngotot. Tapi, tidak apa-apa. Sana ngotot dan sini juga ngotot,? paparnya.
Sementara itu, Polda Jabar membantah tudingan pihaknya seolah menghalangi eksekusi Susno oleh kejaksaan. Polda Jabar menyatakan hanya menjawab permohonan perlindungan yang diajukan Susno selaku warga negara.
?Ini ada permohonan perlindungan hukum dan ada pihak kejaksaan yang mau mengeksekusi,? ujar Kabidhumas Polda Jabar Kombes (Pol) Martinus Sitompul.
Dia menegaskan Polda Jabar tidak akan mengganggu jalannya eksekusi. Susno dibawa ke Polda Jabar agar dilakukan perundingan antara kedua pihak. ?Kami hanya menyiapkan ruangan mediasi. Sebab, ini inisiatif mereka,? tuturnya.
Mediasi antara kedua pihak dilakukan di aula Mapolda Jabar. Mereka berdiskusi dengan ditengahi perwira Polda Jabar. Hingga berita ini diturunkan, negosiasi masih alot dan Susno belum berhasil dieksekusi.
KEJAKSAAN TETAP AKAN EKSEKUSI
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi menolak menanggapi gagalnya upaya eksekusi kali ini. ?Saya belum dapat informasi dari lapangan, jadi belum bisa memberikan statemen,? ujarnya.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur untuk mengeksekusi Susno. Apa pun yang terjadi, Susno akan tetap dibawa ke lapas untuk menjalani hukuman penjara tiga setengah tahun. ?Prinsipnya, kami menjalankan perintah undang-undang,? tegasnya.
Menurut Untung, dalam menjalankan tugasnya, kejaksaan dilindungi UU. Artinya, tidak ada pihak yang boleh menghalangi pelaksanaan eksekusi oleh kejaksaan. ?Kami harap semua pihak, baik masyarakat, termasuk pengacara, bisa memahami,? tutur mantan Kajari Jakarta Selatan itu.
Untung mengakui bahwa pelaksanaan eksekusi kali ini cukup alot. Kesulitan utama yang dihadapi adalah penolakan Susno dan pengacaranya. ?Yang bersangkutan (Susno) merasa putusan itu tidak bisa dilaksanakan,? ucapnya.
Sementara itu, putusan Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan jaksa maupun penasihat hukum. Karena itu, kejaksaan menjalankan putusan pengadilan tinggi yang menolak upaya banding Susno dan tetap menjatuhkan hukuman tiga setengah tahun penjara.
Kadivhumas Mabes Polri Irjen (Pol) Suhardi Alius mengungkapkan bahwa pihaknya sama sekali tidak ikut campur dalam eksekusi Susno. Sebab, Susno sudah pensiun, sehingga dinyatakan lepas sepenuhnya dari institusi Polri.
Saat ditanya soal sikap Polda Jabar yang terkesan melindungi Susno, Suhardi menjawab diplomatis. Pihaknya menyerahkan keputusan tersebut kepada Kapolda Jabar. ?Adalah wewenang Kapolda untuk memutuskan perlindungan terhadap warga sipil Jawa Barat,? ujar mantan Wakapolda Metro Jaya tersebut.
Polemik seputar kasus Susno dimulai saat dia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 24 Maret 2011. Susno dinyatakan terbukti bersalah menerima gratifikasi Rp 500 juta untuk mempercepat penanganan kasus PT Salmah Arowana Lestari. Selain itu, dia terbukti memangkas uang pengamanan pilkada Jabar semasa menjabat Kapolda Jabar pada 2008.
Kala itu, PN Jaksel mengganjar Susno dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta plus mengembalikan kerugian negara Rp 4 miliar. Susno pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Ternyata, PT justru menguatkan putusan PN Jaksel dan menambah jumlah pengembalian kerugian negara menjadi Rp 4,2 miliar.
Versi Susno, putusan banding tersebut cacat hukum. Dalam sebuah diskusi, dia mengungkapkan bahwa PT DKI Jakarta salah meregister saat memutus perkara. Perkara yang diputus bernomor register 1228/Pid.B/2020/PN Jaksel tanggal 20 Februari 2012. Padahal, perkara Susno bernomor 1260/Pid.B/2010/PN Jaksel tanggal 24 Maret 2011. ?Masak saya menjalani putusan perkara orang lain?? ujarnya kala itu.
Meski menganggap cacat hukum, setelah putusan tersebut, Susno mengajukan kasasi ke MA. MA pun menolak permohonan kasasi pria yang pernah menjadi whistle-blower beberapa kasus korupsi itu. Namun, dalam putusan MA, hanya tertulis bahwa Susno harus membayar biaya perkara Rp 2.500.
Putusan kasasi itu menimbulkan polemik. Susno merasa di atas angin karena putusan tersebut harus dijalankan sesuai dengan apa yang tertulis. Tidak bisa ditafsirkan. Sementara itu, kejaksaan beranggapan, dengan putusan tersebut, berarti Susno harus menjalani putusan di pengadilan sebelumnya.
Polemik itu pun akhirnya ditengahi Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua MK kala itu, Mahfud M.D, menyatakan bahwa MK memutus menolak permohonan Susno soal penafsiran pasal 197 (2k) KUHAP. ?Artinya, MK membenarkan apa yang dilakukan Kejaksaan Agung (untuk mengeksekusi Susno),? terang Mahfud. (bal/jpnn/byu/rdl/c5)- 11 Kopassus Akui Menyerang Lapas
Balas Dendam karena Atasannya Dibunuh Preman
JAKARTA ? Kasus penyerbuan Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, pada 23 Maret lalu yang menewaskan empat tahanan, mencapai antiklimaks. Mabes TNI AD secara terbuka menyatakan jika pelaku penyerangan berasal dari tubuh mereka, tepatnya anggota korps baret merah alias Kopassus.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Komandan Pusat Polisi Militer (Wadanpuspom) TNI AD Brigjen TNI Unggul Kawistoro Yudhoyono kemarin (4/3) dalam sebuah konferensi pers.
?Penyerangan ke lapas Cebongan diakui dilakukan oknum anggota TNI AD dalam hal ini grup 2 Kopassus Kartosuro yang mengakibatkan terbunuhnya empat tahanan preman,? jelasnya.
Dari hasil investigasi, dipastikan 11 orang terlibat dalam penyerangan tersebut. Terdiri dari seorang eksekutor berinisial U, yang didukung delapan orang. Mereka menggunakan dua unit kendaraan, yakni Toyota Avanza warna biru dan Suzuki APV warna hitam.
Dua orang sisanya menggunakan mobil Daihatsu Feroza hanya menjadi penonton, karena mereka sebenarnya justru berupaya mencegah penyerangan. Upaya pencegahan itu gagal karena kalah jumlah, dan penyerbuan tetap terjadi hingga menewaskan empat orang.
Dari 11 orang itu, tiga di antaranya termasuk U merupakan anggota grup 2 Kopassus Kartasura yang sedang berlatih di puslat kawasan Gunung Lawu. Mereka membawa serta tiga unit senjata organik TNI, yakni AK-47. Ditambah lagi dengan dua replika AK-47 dan sebuah replika senpi jenis sig sauer.
?Karena itulah, tidak ada senjata yang keluar dari gudang di Kartasura,? lanjut perwira dengan satu bintang di pundak itu. Fakta-fakta tersebut didapat dari hasil investigasi yang dilakukan TNI AD, setelah Mabes Polri menyatakan jika ada dugaan keterlibatan anggota TNI AD.
Senjata organik itu pulalah yang digunakan untuk menghabisi nyawa keempat tahanan tersebut. Begitu misi selesai, mereka langsung pergi membawa sejumlah barang bukti. Diantaranya, rekaman CCTV yang ada di lapas tersebut. Bukti penting itu dimusnahkan dan sisa-sisanya diakui para pelaku dibuang ke Sungai Bengawan Solo.
Motif penyerangan tersebut murni berdasar esprit de corps alias jiwa corsa TNI. Mereka tidak terima ada rekannya sesama anggota Kopassus dihabisi secara sadis oleh keempat tahanan itu. Karenanya, mereka rela turun gunung demi mencari siapa pelaku pembunuhan Serka Heru Santoso ?yang pernah menjadi atasan para pelaku.
Unggul sekaligus membantah pengakuan sejumlah sipir lapas Cebongan yang mengatakan jumlah pelaku berkisar 17 orang. Menurut dia, Kopassus merupakan prajurit yang sangat terlatih dan profesional. Gerakan mereka cepat, meski dalam kondisi gelap. Unggul menduga, gerakan cepat itulah yang membuat para saksi mengira lawan mereka amat banyak.
Selain itu, dia memastikan jika serangan itu sama sekali tidak direncanakan. Meski tidak direncanakan, karena mereka prajurit terlatih maka penyerangan semacam itu sangat mudah untuk dilakukan. ?Kalau masyarakat umum, saya rasa sangat sulit melakukannya,? tambahnya.
Kadispen TNI AD Brigjen Rukman Ahmad menyatakan selama enam hari investigasi sejak 28 Maret, pihaknya telah memeriksa sedikitnya 25 orang. Baik dari lapas Cebongan, Korem, maupun Kopassus. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Mabes Polri setiap kali mendapat informasi.
Menurut Rukman, pihaknya banyak belajar dari kasus penyerangan Mapolres OKU. Karenanya, tim langsung diterjunkan ke DIJ begitu dibentuk di Jakarta. Tim yang dipimpin Wadanpuspom Brigjen Unggul itu ternyata terbilang cukup mudah untuk mengungkap siapa pelaku dalam kasus tersebut.
?Para pelaku secara ksatria mengakui penyerbuan tersebut sehari setelah tim diterjunkan,? terang Rukman yang kemarin mendampingi Unggul. Mereka mengakui seluruhnya, termasuk motif penyerangan yang murni balas dendam atas kematian Serka Heru Santoso dan pembacokan Sertu Sriyono.
Rukman mengatakan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo telah memenuhi janjinya kepada publik untuk menegakkan hukum di tubuh korps TNI AD. ?TNI AD menjunjung tinggi hukum. Yang salah dihukum, yang benar dibela,? tegasnya.
Seluruh pelaku yang saat ini ditahan itu akan segera disidik dan disidangkan di mahkamah militer. Terkait ancaman hukuman terhadap para pelaku, baik Unggul maupun Rukman menyatakan belum berani berkomentar. Sebab, ke-11 orang tersebut belum disidik penyidik militer. ?Ini masih awal, mungkin dua tiga hari lagi kami umumkan perkembangan berikutnya,? ucap Unggul.
Dia juga menolak mengomentari pernyataan panglima TNI soal ancaman pencopotan Pangdam Diponegoro terkait bantahannya jika ada anggota TNI AD yang terlibat. Beberapa jam pascapenyerangan, Pangdam yang dikonfirmasi langsung mengeluarkan bantahan. Atas pernyataan tersebut, Panglima TNI mempertimmbangkan akan mencopot Pangdam jika terbukti ucapannya salah.
Di bagian lain, keputusan TNI yang akan membawa 11 pelaku penyerangan Lapas Cebongan ke peradilan militer dinilai tetap tidak akan sepenuhnya memenuhi rasa keadilan publik. Penyebabnya, praktik dalam peradilan militer yang unfair, tidak transparan, dan akuntabel seperti dalam kasus yang melibatkan Tim Mawar.
Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan harus ada langkah terobosan yang diambil presiden untuk menuntaskan kasus tersebut. ?SBY harus didorong untuk menerbitkan Perppu tentang Peradilan Militer yang memungkinkan anggota TNI bisa diperiksa di peradilan umum, karena melakukan tindak pidana di luar dinas ketentaraan,? kata Hendardi, tadi malam.
Hendardi berpendapat, tanpa terobosan itu, hasil investigasi hanya akan berujung antiklimaks tanpa dapat memenuhi rasa keadilan.
Meski begitu, di sisi lain Hendardi mengapresiasi temuan tim investigasi tersebut. Menurutnya, temuan tersebut juga cukup mengejutkan. Pasalnya, dalam sejarah TNI, temuan semacam itu termasuk langka.
?Apalagi dalam waktu yang cukup singkat,? kata Hendardi. Lewat TNI, khusus KSAD, SBY yang tampak tidak berbuat banyak telah memetik insentif politik dari ekspektasi publik yang mendesak kasus ini segera diungkap. (byu/fal/jpnn)- Kapolri Tak Merasa Kesalip
KSAD Mendapat Pujian setelah Ungkap Kasus
Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo merasa tidak didahului atau kesalip oleh TNI yang telah berhasil mengungkap kasus penyerengan Lapas Cebongan 23 Maret lalu. Padahal, pihak kepolisian adalah pihak yang pertama kali melakukan investigasi terhadap kasus penyerangan yang menewaskan empat tahanan itu.
?Investigasi semua itu berangkatnya sama. Sekali lagi kita ini saling kerja sama. Itu intinya. Tidak ada itu saling mendahului,?jelas Timur ketika ditemui usai Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, kemarin (4/4).
Di bagian lain, Menkopolhukam Djoko Suyanto menyatakan apresiasinya terhadap kinerja tim investigasi TNI yang berhasil mengungkap pelaku penyerangan di Lapas Cebongan. Djoko menekankan, hasil investigasi tersebut bisa menjadi titik awal untuk penyidikan-penyidikan selanjutnya.
?Apresiasi yang tinggi kepada KSAD dan tim investigasi yang telah bergerak cepat sesuai instruksi Presiden melalui Panglima TNI dan Kapolri. Ini baru babak awal yang harus terus dilakukan penyidikan-penyidikan yang lebih tajam sebelum diajukan ke Mahmil (Mahkamah Militer),? katanya.
Ketua Komnas HAM Siti Nur Laila menyatakan pihaknya akan tetap menyelidiki kasus tersbeut meski telah ada pengakuan dari sebelas anggota Kopassus Kartasura. Menurut dia, apa yang disampaikan Wadanpuspom TNI AD kemarin baru sebatas pengakuan belaka. Masih harus didukung dengan bukti-bukti yang kuat.
Siti mengapresiasi langkah TNI AD yang mengumumkan pengakuan sebelas anggota Kopassus dalam penyerangan tersebut. ?Bukti-bukti penyerangan saat ini masih dianalisis oleh Mabes Polri. Begitu pula dengan sketsa wajah pelaku. Kita tunggu saja hasilnya,? ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
hukum tidak afkan bisa berjalan jika hanya didasari pengakuan belakan. Menurut Siti, bisa saja orang yang mengaku itu memiliki maksud lain. Misalnya melindungi pelaku sebenarnya. ?Makanya tadi kan pihak TNI mengatakan ini baru awal,? lanjut ibu tiga anak itu.
Apakah sebelumnya Komnas HAM juga memiliki dugaan jika pelakunya anggota Kopassus, Siti enggan mengakuinya secara eksplisit. Namun, dia tidak menampik jika memang ada indikasi ke arah militer. ?Itu kenapa kami minta untuk koordinasi dengan Kopassus secara langsung, tapi ternyata harus lewat Mabes TNI,? tuturnya.
Sejumlah indikasi yang dimiliki pihaknya saat itu masih memerlukan konfirmasi sehingga, dia tidak bisa memberikan kesimpulan apapun pada penyelidikan yang sedang dilakukan.
Siti menegaskan, pihaknya masih akan menyelidiki kasus tersebut sampai tuntas. Terutama, untuk menyimpulkan apakah yang dilakukan para penyerang itu tergolong pelanggaran HAM biasa atau pelanggaran HAM berat. Kalau pelanggaran HAM biasa, bisa ke pengadilan militer.
?Namun, kalau tergolong pelanggaran HAM berat, kami rekomendasikan untuk menggunakan UU nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Mereka sebaiknya diadili di sana,? tutupnya. (ken/byu/jpnn)- Warga Geledah Rumah Fajar Sidik
TASIK ? Ketua RW 21 Kelurahan Sukamanah, Cipedes, Kota Tasikmalaya, Asep Saepudin kemarin (4/4) mengaku bahwa dia dan warganya Rabu (27/3) menggeledah rumah Fajar Sidik setelah pria 29 tahun itu ditangkap Densus 88.
?Ya, saya sama warga lainnya diminta memeriksa. Tapi tidak ada barang yang mencurigakan di sana,? ujarnya kemarin (4/4).
Sebelumnya diberitakan Radar, Fajar ?menghilang? sejak rabu (27/3). Versi orang tuanya, Khoerudin, anaknya itu ditangkap di Simpang Lima Kota Tasikmalaya. Fajar, dituding polisi memiliki kaitan dengan para pelaku perampokan toko emas di Jakarta.
Soal kepribadian Fajar, Asep mengatakan biasa saja. Tidak tertutup. Bahkan dengan warga sekitar pun cukup bermasyarakat. ?Gimana ya, da biasa saja, nggak gimana-gimana,? katanya.
Sementara itu ibu Fajar, Iis Salimah. ?Mohon maaf, bapaknya lagi istirahat, kecapekan,? ucapnya yang enggan menceritakan secara gamblang tentang anaknya itu.
Meski dia tidak berbicara panjang, Euis memberitahukan Radar bahwa dia dan keluarganya akan mengunjungi Fajar di Jakarta. ?Rencananya nanti malam (kemarin) kita akan ke Jakarta,? ujarnya.
Terkait penangkapan Fajar, Khoerudin, ayahnya, mengaku bahwa sang anak ditangkap saat mengendarai motor di kawasan Simpang Lima Kota Tasikmalaya hingga jatuh. Dia pun meminta Densus dibubarkan saja.
?Harapan saya jika Densus perilakunya seperti itu, bubarkan saja,? harapnya Rabu (3/4). (gna)- Keluarga Fajar Sanggah Polri
Menyanggah Anaknya Ditangkap di Semarang
TASIK ? Kasus penangkapan Fajar Sidik (29), warga Leuwi Anyar Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya terus bergulir. Kemarin (3/4), ayah pria yang ditangkap Rabu (27/4) itu, Khoerudin (56) berbeda pendapat tentang lokasi penangkapan anaknya.
Versi Khoerudin, anaknya ditangkap di Simpang Lima, Kota Tasikmalaya, sedangkan versi Mabes Polri, pria yang dituding terlibat kasus perampokan emas di Tambora, Jakarta itu, menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar bahwa Fajar ditangkap di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah.
Khoerudin yakin, anaknya ditangkap Densus di kawasan Simpang Lima, Kota Tasik tepatnya Rabu (27/3). Hal itu diperkuat keterangan orang yang melihat kejadian penangkapan di sekitar tempat jasa pengiriman barang di Jalan Kalangsari.
Karena itu, pernyataan Boy Rafli Amar bahwa Fajar ditangkap di Simpang Lima, Semarang, menurutnya tidak benar. Apalagi Fajar dikaitkan dengan kasus perampokan toko emas di kawasan Tambora, Jakarta.
?Jelas-jelas saat ada kejadian itu anak saya di sini (rumah). Dia juga ikut nonton, tapi biasa saja,? ungkap ayahnya, Khoerudin kepada wartawan, Rabu (3/4).
Ia menuturkan, awal hilangnya FS. Saat itu, Rabu (27/3) anaknya disuruh menanyakan harga pengiriman barang ke wilayah Sulawesi via Dakota Cargo. ?Waktu itu (Rabu, 27/3) sekitar pukul 10.00 saya menyuruh FS ke Dakota Cargo. Tapi setelah ashar hingga magrib tidak pulang juga. Karena itu malamnya saya tanyakan ke RSU karena takutnya mengalami kecelakaan,? ujarnya.
Setelah tidak menemukan anaknya di RSU, pihak keluarga esoknya akhirnya datang ke Dakota Cargo menanyakan anaknya. Ternyata tidak ada orang yang menanyakan harga pengirimanan barang ke Sulawesi.
?Lalu saya tanya, ada kejadian apa hari Rabu? Kemudian ada yang menjawab di hari itu ada penangkapan. Silahkan anda tanyakan ke sana, takut saya membikin sendiri,? ujarnya.
Mendengar hal itu keluarga kemudian melapor ke Polres Tasikmalaya Kota. Selang beberapa hari, pihak keluarga akhirnya mendapat pemberitahuan dari polisi jika anaknya FS diciduk densus 88. ?Senin (1/4), baru ada surat penangkapan dari Densus,? katanya.
Dia merasa aneh, Fajar ditangkap Densus. Padahal keseharian FS hanya memproduksi busana muslim di rumahnya. ?Loh kok ditangkap Densus. Saya yakin anak saya tidak terlibat. Kalau dia terlibat, dia (FS) akan merasa dibuntuti dan kabur. Tapi ini dia biasa saja,? katanya.
Ia menceritakan Fajar memang pernah kerja di Jakarta. Sama halnya di Tasik, di sana pun Fajar memproduksi busana muslim. Di sana juga Fajar terbilang cukup rajin dan sering ikut pengajian rutin. ?Dulu pernah di Jakarta. Di sana dia dari tahun 2007. Tapi tidak lama. Lalu diganti sama adiknya,? terangnya.
Terpisah, Azis (30), warga yang berada di lokasi saat Fajar ditangkap mengaku melihat penangkapan pria berusia 29 tahun itu.
Saat itu, tiba-tiba ada sebuah motor terjatuh, yang ternyata kendaraan yang dikendarai Fajar.
Melihat motor terjatuh, ia dan warga sekitar langsung menghampiri korban terjatuh. Tapi warga mengurungkan niatnya karena salah seorang dari pria berpakaian rapi membawa senjata dan mengacungkannya. Kemudian mereka membawan Fajar ke dalam mobil Avanza. ?Saya tidak tahu kalau yang nangkap itu Densus. Saya kira orang kecelakaan atau polisi yang menangkap penjahat saja,? katanya.
Di Jakarta, Selasa (2/4) Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan Fajar adalah terduga teroris yang terlibat dalam perampokan toko emas di Tambora beberapa waktu lalu.
?Inisialnya FS alias J alias U. Ini pengembangan 4 tersangka perampokan yang ditangkap Polda Metro Jaya,? kata Boy di Mabes Polri, Selasa (2/4). Belakangan diketahui, FS dimaksud adalah Fajar Sidik, kelahiran Tasikmalaya 1984.
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Densus 88, dugaan terhadap FS juga ahli membuat senjata rakitan. Dia juga ikut merakit bom pipa di Bekasi, serta pernah mengantarkan senjata api pada salah satu buronan Densus 88 yang hingga kini masih dikejar.
?Yang bersangkutan juga diduga selaku perantara penjualan senjata api pada jaringan terorisme, khususnya jaringan Beji, Depok. Jadi inilah peran daripada FS yang hari ini (saat itu) dilakukan upaya penahanan tim penyidik densus 88,? pungkas Boy. (fat/jpnn)- Idi Dinilai Bisa Tuntaskan Kasus Aset
TASIK ? Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengharapkan Sekretaris Daerah (Sekda) H Idi S Hidayat, yang baru dilantiknya kemarin (3/4) bisa secepatnya menuntaskan masalah sengketa aset Pemkot dengan Pemkab Tasikmalaya.
?Saya berharap dengan diangkatnya H Idi menjadi sekda definitif bisa lebih fokus menyelesaikan sengketa aset,? ujarnya di Gedung Juang 45 di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kota Tasikmalaya, usai pengambilan sumpah Idi menjadi sekda, kemarin.
Idi dinilai mampu menyelesaikan sengketa aset, karena pernah bertugas di Pemkab Tasikmalaya. ?H Idi akan lebih memiliki hubungan emosional yang baik untuk menjadi katalisator pembenahan aset kabupaten dan kota,? beber Budi.
Terpisah, Ido Granida, anggota DPRD dari Fraksi PAN Kota Tasikmalaya mengatakan jangan berharap banyak kehadiran H Idi bisa menuntaskan sengketa aset, karena sengketa aset Kota dan Kabupaten Tasikmalaya sangat pelik. ?Kalau alasan utama dipilihnya H Idi untuk menyelesaikan aset, itu cara berpikir yang terlalu simplitis. Jadi jangan terlalu berharap aset bisa selesai dengan sekda baru,? ujarnya.
Sementara itu, Idi memohon dukungan semua pihak saat menjalankan mesin birokrasi. ?Amanat yang diberikan ini akan saya jalankan secara maksimal. Mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan kepada publik yang lebih baik lagi,? tuturnya.
Ketika ditanya apa upayanya menyelesaikan sengekta aset, lelaki yang menggantikan Drs H Tio Indra Setiadi ini mengatakan saat ini aset sedang dalam proses penyelesaian yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ?Insya Allah saya selaku staf akan berusaha keras terus melakukan koordinasi dengan pemkab dan provinsi agar penyelesaian aset secepatnya tuntas,? tandasnya.
KOMPAK
Wali Kota H Budi Budiman berharap dan mengimbau ?selain mampu menuntaskan aset? H Idi bisa membenahi kinerja aparatur pemerintah sehingga bisa bekerja lebih disiplin dan profesional melayani masyarakat. ?Yang paling penting koordinasi serta kekompakan di birokrasi akan sangat mempengaruhi arah pembangunan Kota Tasikmalaya,? tuturnya.
Poitisi Partai Golkar yang duduk di DPRD Kota Tasikmalaya Nurul Awalin berharap Idi segera bekerja keras dan cerdas menciptakan situasi dan kondisi yang lebih kondusif di pemkot. ?Barangkali masih ada friksi-friksi dari imbas pilkada lalu di para PNS. Jadi saya harap sekda baru bisa merajut dan membenahinya kembali,? ungkapnya.
Selain itu, ke depan H Idi, sarannya, perlu menjalin komunikasi yang lebih baik lagi dengan DPRD, supaya setiap rencana kerja pemerintah dapat terlaksana dengan cepat dan tepat, tanpa ada masalah hambatan politik. ?Namun diangkatnya H Idi ini tidak akan menjamin penyelesaian aset. Karena aset itu bukan hanya masalah administrasi, tapi political will dari elit politik pemkot dan pemkab. Tetapi kehadiran H Idi akan sedikit banyak komunikasi akan lebih lancar,? ungkapnya.
Anggota Fraksi PAN Kota Tasikmamalaya, Ido Garnida meminta sekda sebagai jabatan tertinggi birokrasi tentu harus mampu menanamkan sikap mental aparatur birokrasi yang bertanggung jawab dalam fungsi birokrasi memberikan pelayanan kepada publik yang lebih mudah, transparan dan akuntable.
?Sebagai nahkoda birokrasi berbeda dengan nahkhoda parpol. Secara normatif nahkoda birokrasi akan memerankan dirinya lebih inklusif dan mengayomi semua steakholder,? tuturnya. (kim)- Dibuka Posko Pengaduan Honorer K1
JAKARTA ? Koordinator monitoring publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri tidak terlalu kaget dengan temuan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) terkait jual beli kursi CPNS kategori 1 (K1).
Febri mengatakan ICW sudah ada kerjasama dengan Kemen PAN RB mengawasi perekrutan CPNS. Bahkan ICW juga sudah membuka posko pengaduan jika ada masyarakat yang mengeluhkan rekrutmen CPNS maupun pengangkatan honorer ke CPNS.
?Kita sudah kerja sama dengan Kemen PAN RB, sudah buka posko pengaduan rekrutmen CPNS. Nah, terkait honorer K1, kalau ada pengaduan kita tindaklanjuti, baik yang di pusat maupun daerah,? kata Febri Rabu (3/4) di Jakarta.
Dia menjelaskan, khusus dalam pengawasan penerimaan CPNS, ICW juga memiliki data pengaduan walau jumlahnya tidak banyak. Dari laporan yang masuk itu, ICW melihat bahwa penerimaan CPNS sudah terjadi jual beli sejak dari pusat.
?Karena sejak menetapkan kuota sudah dijual dari pusat. Daerah mau kuota berapa itu sudah diperjual belikan. Mau tidak mau daerah juga memperjualbelikan. Memang begitu prakteknya,? ungkap Febri yang menilai tidak aneh jika jual beli kursi juga terjadi pada honorer K1 yang akan diangkat jadi CPNS.
Sebelumnya Kemen PAN-RB menemukan transaksi kotor jual beli kursi dalam penetapan honorer kategori 1 (K1). Untuk membendungnya, mereka menggulirkan audit tujuan tertentu (ATT) yang dijakankan bersama tim dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan).
Dari informasi yang ia kumpulkan Kemen PAN-RB dan BPKP, banderol jual beli kursi honorer K1 mencapai Rp 20 juta lebih per orang. Dengan nilai yang rendah itu, akhirnya jumlah honorer K1 membludak sampai 70 ribuan orang.
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menindak tegas oknum-oknum penyelenggara negara yang kedapatan memperjual belikan kursi honorer K1 yang akan diangkat menjadi CPNS.
Bahkan Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW, Febri Hendri mendorong supaya pelakunya dipidanakan. ?Dipidanakan saja kalau ada penyelenggara negara yang kedapatan jual-beli kursi honorer K1 ini,? kata Febri dikonfirmasi jpnn.com, Rabu (3/4) di Jakarta.
Dalam hal pengawasan rekrutmen CPNS, Febri mengaku antara ICW dengan Kemen PAN-RB sudah ada kerjasama. Karena itu dia mendesak agar temuan-temuan Kemen PAN-RB dan BPKP terkait honorer K1 yang tidak layak dan bermasalah agar didiskualifikasi.
?Kita minta didiskualifikasi data-data honorer K1 yang tidak sesuai aturan. Jangan diloloskan. Kalau perlu pelakukan ditindak. Bagi penyelenggara yang terlibat laporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),? tegas Febri.
Sebelumnya Kemen PAN-RB menemukan transaksi kotor jual beli kursi dalam penetapan honorer kategori 1 (K1). Untuk membendungnya, mereka menggulirkan audit tujuan tertentu (ATT) yang dijakankan bersama tim dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan).
Dari informasi yang ia kumpulkan Kemen PAN-RB dan BPKP, bandrol jual beli kursi honorer K1 mencapai Rp 20 juta lebih per orang. Dengan nilai yang rendah itu, akhirnya jumlah honorer K1 membludak sampai 70 ribuan orang. (esy/fat/jpnn)- Terus Naik
Maung Bandung Terk
am Barito Putra 3-2
BANDUNG ? Laga kandang Persib menjamu Barito Putra di Stadion Siliwangi Kota Bandung, kemarin (3/4) sore dimenangkan tuan rumah 3-2. Dengan tambahan tiga poin itu, anak asuh Djajang Nurdjaman bertengger di peringkat ke-6 dan menggeser Persisam Putra Samarinda.
Masing-masing gol Persib berhasil disarangkan Djibril Coulibaly (own goal) di menit ke-3, Serginho ?Sergio? van Dijk di menit ke-55 dan Abanda Herman di menit 66. Sedangkan dua gol balasan Barito Putera dicetak Dedi Hartono di menit ke-4 dan Sugeng Wahyudi di menit 49.
Di laga sore itu, anak asuh Djadjang Nurdjaman sempat kesulitan, meski berhasil mencetak gol di awal-awal pertandingan lewat aksi gol bunuh diri strikernya Djibril. Bahkan di babak kedua, tuan rumah Maung Bandung sempat tertinggal 1-2 saat Sugeng Wahyudi berhasil mengubah kedudukan sementara menjadi 1-2.
Secara permainan, Persib Bandung memang menguasai jalannya pertandingan. Sedangkan lawannya Barito hanya mengandalkan serangan balik.
Terbukti, dengan serangan balik dan transisi permainan yang diperagakan para punggawa Barito mampu menyulitkan Atep dan kawan-kawan dalam melakukan serangannya.
Beruntung, gol sundulan Abanda Herman di menit 66, mampu menuntaskan Persib Bandung meraih kemenangan dan meraih poin penuh.
Dengan raihan tiga angka tersebut, kini Persib bercokol diperingkat 6 dengan raihan 21 poin dan menggeser Persisam Putra Samarinda yang hanya mengemas 20 poin di klasemen sementara kompetisi ISL musim ini.
Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengaku senang dengan hasil yang diraih meski stamina anak asuhnya tengah di bawah performa terbaiknya.
Menurut dia, di laga tersebut timnya kesulitan saat melakukan serangan. ?Kami bersyukur bisa memetik kemenangan di pertandingan yang cukup berat ini. Jujur, para pemain di babak pertama kurang bugar dan terlihat sangat kelelahan,? kata Djanur ?sapaan akrab Djadjang Nurdjaman? usai pertandingan.
Di awal babak pertama permainan cukup berimbang. Namun, kata Djanur, memasuki babak kedua, setelah tertinggal 1-2, dia mengubah strategi. Mantan gelandang Maung Bandung ini pun memasukan Herman Dzumafo.
?Iya, setelah Persib tertinggal kedudukan, kami mengubah gaya permainan dan memasukan Dzumafo. Alhamdulillah, walapun Dzumafo tidak mencetak gol Persib bisa menambah pundi gol dan memenangkan pertandingan,? ungkapnya.
Selain itu, kata dia, kondisi lapangan yang kurang baik, akibat hujan, mempengaruhi ritme permainan. ?Iya, jelas faktor lapangan sangat berpengaruh dan cukup berat bagi para pemain,? tuturnya.
Permainan lawan itu Djanur mengakui jika pola permainan Barito Putra cukup baik. ?Mereka lebih fit dan motivasi mereka bagus. Sebab, secara keseluruhan, dalam kurun waktu sembilan hari kami melakukan tiga kali pertandingan, jelas ini cukup melelahkan bagi para pemain,? jelasnya.
?Memang, saat ini permainan masih belum sesuai dengan harapan dan kami pun cukup banyak kesalahan. Variasi serangan pun kurang memupuni. Kita akan perbaiki terus untuk menjadi lebih baik lagi. Dan saya akui kemenangan ini melalui bola-bola mati, yang penting bisa cetak gol dan memenangkan pertandingan,? ungkapnya.
Sementara di pihak lain, kendati mengalami kekalahan Pelatih Barito Putra, Salahudin mengaku puas melihat permainan anak asuhnya. ?Kami kecolongan pada bola-bola mati. Walapun tim kami kalah, tapi saya cukup puas melihat permainan para pemain yang bagus,? ujar Salahudin.
Menurutnya, faktor lapangan yang kurang baik sangat, becek, mempengaruhi ritme permainan. ?Kita sempat unggul di awal babak kedua. Namun, para pemain hilang konsentrasi pada bola-bola mati. Kami pun tidak ada perubahan permaian dan tanpa intruksi penjagaan khusus untuk para pemain Persib,? jelasnya.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan Persib langsung tampil menekan hingga memasuki menit ke-3, gol pun terjadi lewat gol bunuh diri yang mengenai striker lawannya Djibril Coulibaly. Setelah umpan bola mati yang dilesatkan Supardi di sisi kiri gawang lawan mengenai kaki Djibril.
Hanya membutuhkan satu menit, tepatnya dimenit ke-4, Barito berhasil membayar kesalahannya dengan mengubah skor menjadi 1-1 lewat aksi tendangan jarak jauh Dedi Hartono. Bolapun melesat tepat di atas kepala sang penjaga gawang Shahar Ginanjar.
Memasuki menit ke-11, Persib kembali mendapatkan peluang lewat M Ridwan. Namun saying, bola yang dilesatkan masih melambung tinggi di atas mistar gawang lawan.
Menit 18, Sergio hampir menggandakan gol untuk timnya, namun bola yang berhasil di umpan Atep tak dapat dikonfersi menjadi gol. Hingga menit memasuki akhir pertandingan babak pertama, Persib Bandung kesulitan untuk menembus pertahanan Barito, sebab lawan cenderung melalukan skema bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Memasuki babak kedua, Persib dan Barito belum mengubah komposisi pemainnya. Di menit 49, Barito berhasil membalikan kedudukan menjadi 1-2 lewat aksi kerjasama Djibril Coulibaly dan Sugeng Wahyudi. Tanpa penjagaan yang cukup baik dari barisan pertahanan Persib, Sugeng mampu menuntaskan aksinya. Dia menjebol gawang Shahar untuk kedua kalinya.
Demi mengejar ketertinggalan skornya, pelatih persib, Djadjang Nurdjaman mencoba merotasi pemainnya. Dia menarik keluar Supardi dan memasukkan daya gedor Herman Dzumafo Epandi di menit 51.
Akhirnya perubahan itu membuahkan hasil. Tepat di menit 55, Persib berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat aksi tendangan first time, Sergio van Dijk. Dia memanfaatkan umpan bola mati yang dilesatkan Firman Utina.
Hanya membutuhkan 10 menit, Persib kembali merubah skornya menjadi 3-2. Tepatnya di menit 66, sundulan Abanda Herman tak mampu digapai kiper Dian Agus setelah berhasil memanfaatkan bola mati yang lagi-lagi melalui umpan jendral lapangan lini tengah Firman Utina.
Usai mengalami kebobolan untuk ketiga kalinya, sang kiper Dian Agus karena mengalami cedera hingga terpaksa ditarik keluar digantikan Aditya Harlan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor pun tak berubah dimenangkan tuan rumah Persib Bandung dengan skor akhir 3-2. (gin/try/jpnn)- Rampok Truk Pasir Besi Ditangkap
Lima Orang Ditangkap, Dua Lagi Lari ke Garut
TASIK ? Lima dari tujuh perampok dum truck pasir besi dibekuk tim gabungan Polsek Cipatujah, Polsek Cibalong Kabupaten Tasikmalaya dan Polsek Cibalong Kabupaten Garut di Perkebunan Karet Miramare Desa Sancang Kabupaten Garut kemarin (27/3).
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK mengatakan pencurian dengan kekerasan itu diketahui setelah sopir dum truck, Fredi (38) melapor ke Polsek Cibalong Kabupaten Tasikmalaya bahwa ada sekelompok pencuri yang mengambil paksa dum truck-nya di wilayah Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin (27/3).
Korban juga disekap para pelaku lalu diikat di pohon yang tidak jauh dari lokasi pencurian. ?Lima sudah ditangkap, dua lagi masih buron,? tutur Condro kepada wartawan di kantornya kemarin.
Kemudian, kata dia, hasil pengembangan timnya, dum truck dan komplotan pencuri itu lari ke arah Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut.
Adapun lima pencuri dum truck yang ditangkap yaitu Kaer (32) alias Acong, Inda (38), DE (24), U (Uu) (39) dan Day (35). Sedangkan yang masih buron Iki (37) dan Mar (40). ?Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,? ujarnya.
Kepolisan, terang dia, terpaksa menembak kaki dua pencuri, Kaer dan U, karena berusaha melawan petugas dan hendak melarikan diri. ?Mau melawan petugas,? tegasnya.
Kaer (32) asal Indramayu mengatakan sudah merencanakan pencurian kendaraan di Tasikmalaya bersama rekan-rekanya di Sumedang.
Dia berangkat dari Sumedang dengan Idi, DE, U, dan Dya menuju ke tempat Iki dan Mar di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka. Mereka menggunakan mobil Avanza rentalan berplat nomor D 1348 VQ. ?Kita berangkat dari Kadipaten (Majalengka) menuju Tasik sekitar pukul 19.00 (Selasa (26/3), red),? terang dia yang baru memiliki satu anak berusia 7 tahun ini.
Tiba di Tasikmalaya selatan sekitar pukul 00.30, kata dia, Kaer dan rekan-rekannya menemui dum truck yang menjadi target pencurian. Saat itu dum truck, aku dia, tengah berhenti di tepi jalan sedangkan sopirnya ada di dalam truk. Dia pun menghampiri sopir yang ada di dalam truk itu didampingi Iki. ?Saya mengetuk pinta dan Iki menodongkan cerulit,? jelas dia yang mangku komplotannya membawa dua cerulit dan sebilah pisau dalam aksinya.
Ditodong cerulit, kata dia, sopir dum truck pun tidak berkutik. Dia langsung menggiring sopir ke mobil Avanza yang ditumpangi oleh komplotan pencuri dan dikemudikan oleh DE untuk beroperasi. Sedangkan dum truck-nya dibawa Mar.
Setelah digiring masuk ke dalam mobil, korban langsung disekap. Keduan tangannya dijerat tali. Korban dijerat tali oleh Inda dan Iki. ?Tidak jauh dari lokasi sopir kita buang,? tutur penjual gorengan di Jakarta ini.
Selanjutnya, menurut pria bertato tulisan, ?Kecewa? ini, mobil dum truck itu rencananya akan dijual Mar. Namun dia tidak mengetahui ke mana dum truck itu akan dijual. Dia bersama rekan-rekannya hanya menunggu uang hasil penjualan dum truck. ?Saya tidak tahu dijual ke mana. Karena yang menjual Mar,? terang dia yang mengaku ditato tulisan kecewa itu pasca diputuskan pacarnya sebelum dia menikah.
Mereka kini terjerat pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. (snd)- Penjual Gorengan dan Sopir Angkot Jadi Rampok
Badannya penuh tato. Namun tetap saja meringis saat menahan sakit akibat kakinya tertembus peluru. Kaer pria yang terlihat garang itu diduga perampok dum truck pasir besi di Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin dini hari. Kakinya ditembak, karena dia berusaha kabur.
Kepada wartawan, pria berambut keriting ini mengaku baru dua kali merampok. Pertama, di Sumedang. Dia dan teman-temannya yang tertangkap Polsek Cibalong sebelum beraksi di Tasikmalaya, sempat mencuri mobil bak pengangkut kayu.
Dari hasil curiannya itu, pria berperut buncit ini mendapatkan uang Rp 2 juta. ?Yang jual mobilnya juga Mar,? tutur dia sambil mengerang kesakitan akibat kaki kirinya kena timah panas.
Pria yang bertato bunga campur batik di lengan kiri dan dada ini ?sama seperti pelaku kriminal yang sudah-sudah? mengaku mencuri karena terpaksa. Dia tidak memiliki uang. Terdesak kebutuhan ekonomi.
Malah, pria asal Indramayu yang masuk kelompok Mar ini mengaku bahwa keluarganya tidak tahu bahwa dia perampok.
Terlebih, sebelum masuk dunia hitam, pria berkumis tipis ini adalah penjual gorengan di Jakarta.
Pernahkah komplotan ini membunuh korbannya? Dia mengaku komplotannya belum pernah membunuh korban. ?Mereka (korban) pada diam tidak melawan,? ujar pria lulusan SD itu.
Sementara itu Inda (38) mengaku berperan sebagai pengikat korban di dalam mobil. Pencurian kendaraan di Cibalong, kata dia, merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bersama-sama Kaer mencuri di Sumedang.
Kok menjadi perampok? Dia masuk kelompok Mar karena usahanya sebagai penjual ikan asin di Sumedang mengalami kebangkrutan. ?Saya tidak tahu truknya mau dijual kemana,? ungkap ayah empat anak ini.
Adapun, DE (24) mengaku hanya sebagai sopir saat rekan-rekannya berkasi.
Lalu apa pekerjaannya sebelum menjadi rampok? Dia mengaku dipilih menjadi sopir, karena sebelum masuk kelompok Mar, pria ini adalah sopir angkot di Sumedang sehingga soal memacu mobil tidak diragukan lagi.
Dia mengaku baru pertama mencuri. ?Saya butuh uang,? terang ayah satu anak dari mantan istrinya itu. (snd)- Polri, TNI dan Warga Berkeliling Argasari
TASIK ? Tadi malam menjadi simbol kekompakan TNI, Polri dan warga Argasari, Kota Tasik menjaga keamanan Kota Santri ini. Saat launching Poskamling Award di RT 04 RW 05 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, semuanya berkeliling kampung, membawa dan memukul kentongan. Mereka ngaronda bareng.
Ikut dalam keliling kampung itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Iwan Imam Susilo SIK MH, Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf Eden Candrahayat, Danladud Wiriadinata Letkol Pnb Indan Gilang Buldansyah S.Sos, Asda II Pemkot Tasik Eddy Soemardi MEd dan perwakilan Brigif 13 Galuh, para kapolsek serta unsur Muspika Cihideung.
Dalam sambutannya Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Iwan Imam Susilo SIK, MH sangat mengapresiasi Poskamling Award, kegiatan hasil kerja sama Polres Tasikamlaya Kota dan Radar Tasikmalaya Group.
Kapolres berharap Poskamling Award bukan hanya seremonial. ?Sekali lagi saya mengapresiasi kepada Radar dan kepada peserta saya ucapkan selamat berlomba semoga bisa menjadi suatu inspirasi atau memberikan inovasi dalam membangun sistem keamanan yang lebih baik lagi ke depannya,? terangnya.
Adanya Poskamling Award, kata alumni Akpol 1993 ini, bisa menghidupkan kembali kegiatan ronda yang semakin lama semakin menghilang. ?Kegiatan ini memberikan contoh yang baik, karena kita punya tanggungjawab terhadap generasi kita selanjutnya seperti yang hadir di sini anak-anak yang masih kecil. Setidaknya mereka akan melihat bahwa orang tuanya ada kegiatan seperti ini,? ujarnya.
Peran masyarakat dalam menjaga kamtibmas, penting, karena perbandingan ideal 1 anggota Polri dengan 400 warga, parktiknya polisi masih kesulitan.
?Kenapa, karena teori ideal 1 banding 400 itu sepenuhnya tidak bisa dipakai karena karena kita lihat, satu polisi jangankan untuk mengamankan 400 orang, 20 masyarakat juga sudah susah,? terangnya.
Dengan demikian, pemeliharaan Kamtibmas (via Poskamling) bisa membantu pengamanan swakarsa. Untuk itu, saat ini kepolisian tengah menggembleng suatu konsep pemolisian masyarakat yaitu membangun kesadaraan masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri.
?Contohnya, biasanya ibu-ibu kalau mau berkunjung saat Lebaran semua perhiasan dipakai, padahal ini dapat memancing pelaku untuk melakukan tindakan kejahatan. Nah, karena ibu-ibu sudah diberi pemahaman untuk menjadi polisi bagi diri sendiri, maka tidak menggunakan seluruh perhiasan,? jelasnya.
Direktur Radar Tasikmalaya Dadan Alisundana mengatakan keamanan sangat mahal. Tapi kini masyarakat abai. Buktinya, budaya menjaga kemanan lingkungan (poskamling) nyaris musnah. Termasuk simbol-simbol komunikasi tradisional menggunakan kentongan.
Dari situ muncul ide sampai akhirnya dicetuskan acara Pos Ronda di Radar TV. ?Saya tidak menyangka ini akan disambut Kapolres (AKBP Iwan Imam Susilo SIK, MH, red) dan jajarannya sehingga dibentuk sebuah momentum Poskamling Award,? tuturnya.
Poskamling Award diharapkannya bisa ditiru daerah lain serta dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dia bermimpi warga tidak hanya mengejar award, tapi dari Poskamling Award tumbuh semangat mengembalikan poskamling. ?Karena dengan adanya Poskamling rasa aman kita punya, silaturahmi makin akrab. Mudah-mudahan ini bukan tahun pertama dan terakhir,? jelasnya.
Koordinator Radar Award (yang di dalamnya ada Perelek Award, Posyandu Award dan Poskamling Award) Tina Agustina menuturkan dengan di-launching-nya Poskamling Award, maka penilaian pun resmi dilakukan. Salah satunya dengan memberikan penilaian terhadap Poskamling RT 04 RW 05 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, sebagai peserta pertama yang dinilai tim juri. ?Poin-poin penilaian dilakukan sesuai dengan standar dari pihak kepolisian dan penilaian berlangsung selama empat malam berkeliling,? tutur Tina.
Tim penilai, AKBP Yono Kusyono mengatakan pembinaan siskamling diatur dalam peraturan Kapolri. Di situ disebutkan bahwa poskamling harus dilengkapi dengan kelengkapan-kelengkapan, beberapa diantaranya, adanya tanda poskamling, denah lokasi, ruang lingkup poskamling, daftar penjagaan, pasir, tongkat, termasuk tangga juga menjadi bagiannya. ?Selain itu untuk komunikasi dengan warga juga harus ada semacam kentongan. Ini alat tradisional (kentongan) yang perlu dilestarikan,? pungkasnya. (gna)- Polres Tasik Ngebut
Berkas Bos Pasir Besi Dilimpahkan ke Kejaksaan
TASIK ? Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya mampu melengkapi berkas kasus dugaan penganiayaan Tino Rilantino, dirut Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan Kabupaten Tasikmalaya oleh Mart, bos pasir besi dan Rob, anak buahnya, sebelum batas target.
Kemarin (21/3) pagi, berkas penganiayaan pada 11 Maret 2012 itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Singaparna, Tasikmalaya. Padahal, sebelumnya (Radar, 20/3) Kasatreskrim AKP Condro Sasongko SH, SIK menargetkan berkas dilimpahkan dua minggu ke depan. Dengan begitu, penyerahan berkas tersebut lebih cepat dari yang ditargetkan Condro.
?Sudah kami limpahkan tadi (kemarin) pagi,? ungkap Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK kepada wartawan di kantornya kemarin (21/3).
Dalam berkas itu, kata dia, pasal yang dipakai menjadikan Mart dan Rob tersangka, yaitu pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 351 tentang penganiayaan. Ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Terpisah, Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Singaparna Iwan Ridjawan mengaku sudah menerima berkas pelimpahan perkara dugaan penganiayaan Tino dari kepolisian kemarin. Kejaksaan akan melakukan penelitian secara formil maupun materil. Kalau berkasnya sudah lengkap, maka tinggal melanjutkan ke tahap P21 (pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap). Namun, jika tidak lengkap akan kembali ke tahap P18 (hasil penyelidikan belum lengkap) dan P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi). ?Kalau satu hari penelitian sudah lengkap, ya tinggal langsung P21,? ujarnya saat berada di kantornya kemarin.
Kejaksaan, terang dia, belum bisa membeberkan isi dari berkas laporan tersebut karena baru akan dilakukan penelitian.
Sementara, dua tersangka dugaan penganiayaan Mart dan Rob juga tidak ditahan oleh kejaksaan. Tidak ditahan karena mereka kooperatif, tidak ada indikasi melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. ?Dapat ditahan, tapi tidak harus (wajib) ditahan,? tuturnya.
Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino berharap penegak hukum bisa menegakkan supremasi hukum memporses kasus penganiayaan yang menimpanya itu. ?Saya berharap ada keadilan,? jelasnya.
Dia mengaku setelah mencuat kasus penganiayaan yang menimpanya ini, keluarganya dihantui kekhawatiran. Terutama akan keselamatan Tino. ?Mungkin saja saya minta bantuan dari Komnas HAM,? tutur pria yang mengaku terluka di bagian kepala akibat penganiayaan pada Senin 11 Maret malam lalu di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya ini.
Sebelumnya, setelah penganiayaan Tino mencuat, publik Tasikmalaya menuntut kepolisian menegakkan hukum. Mulai aktivis, tokoh hingga kiai menuntut kasus dugaan penganiayaan Tino cepat diselesaikan.
Kemarin di Radar edisi TFH : Tutup Pasir Besi, Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum meminta masyarakat mempercayakan penuntasan kasus dugaan penganiayaan Tino ke polisi. (snd)- Dini Hari Tempat Ibadah Dirusak
TASIK ? Bangunan yang disebut-sebut akan digunakan tempat ibadah umat non muslim, di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, dini hari tadi diacak-acak sekelompok orang tak dikenal.
Salah seorang pekerja bangunan tersebut mengaku pada pukul 00.00 melihat semen berserakan di tanah, balok bata pecah dan pagar roboh. ?Saya juga nggak melihat mereka (saat beraksi, red). Soalnya saya sedang tidur,? ungkap pria berambut gondrong yang enggan namanya dikorankan, tadi malam.
Namun dia, baru mengetahui barang dan material di sekitar bangunan yang sedang dibangunnya itu, rusak dan acak-acakan. ?Iya, sebelumnya masih utuh,? lanjutnya sambil melihat beberapa kondisi benda yang dianggap rusak.
Pantauan Radar, hingga pukul 01.00, Jumat (22/3) beberapa petugas Polsek Tawang berjaga di luar bangunan itu. (dem)- TFH: Tutup Pasir Besi
Bupati Uu : Mari Kita Selesaikan Bersama
TASIK ? Mantan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim (TFH) menyarankan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menutup pertambangan pasir besi di Tasikmalaya selatan, karena pertambangan pasir besi yang saat ini masih moratorium (dihentikan sementara) sudah tidak lagi memberikan pemasukan kepada pemerintah. Malah terlalu banyak konflik akibat pertambangan di pesisir pantai selatan ini.
Tatang, yang memimpin Kabupaten Tasikmalaya sebelum H Uu Ruzhanul Ulum ini mengatakan, keputusan Bupati Uu memoratorium pasir besi tidak ditindaklanjuti di lapangan. ?Itu menunjukkan bahwa kebijakan dalam bentuk moratorium itu tanpa konsep yang jelas,? katanya kepada Radar kemarin (20/3) via telepon.
Sejak awal, pria yang ikut menyukseskan Uu menjadi bupati Taskmalaya ini mengaku sudah menyarankan kepada Uu bahwa tahun 2011 harus ada pengendalian pertambangan pasir besi, karena pasir besi di Kabupaten Tasikmalaya sangat menjanjikan. Tetapi Uu terkesan bermain-main dengan kebijakannya.
?Padahal dalam aturan perundang-undangan yang ada moratorium itu bukan penghentian, tapi lebih substantif pada pengendalian,? tutur dia.
Misalnya, kata dia, kalau izin usaha pertambangan (IUP) itu baru pada tataran tahap eksplorasi, maka harusnya dilanjut ke eksploitasi. Bagi pemegang IUP yang sudah melakukan eksploitasi maka ditingkatkan menjadi tingkat pengolahan. ?Pengolahan bahan baku menjadi minimal bahan setengah jadi dalam rangka meningkatkan nilai tambang dan sekaligus juga meningkatkan tenaga kerja,? jelas dia.
Selanjutnya, kata dia, dalam pengendalian pasir besi itu harus ada pemeliharaan infrastruktur jalan. Tetapi pemerintah nyatanya tidak melakukan hal-hal yang harus dilakukan itu sehingga kesannya pemerintah itu tidak ada wibawa dan main-main dengan aturan.
?Ketika pemerintah daerah itu mengeluarkan IUP dalam rangka menggali potensi tambang untuk berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD),? katanya.
Tetapi, kata dia, kalau ternyata kontribusi dari pasir besi ke PAD itu tidak ada, malah merusak infrastruktur, maka IUP perusahaan harus dicabut atau pertambangan pasir besi ditutup. Karena tidak seimbang atau tidak memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. ?Kalau konsep moratoriumnya tidak jelas, lebih baik dihentikan semua (aktivitas penambangan pasir besi),? tegasnya.
Kalau semua aktivitas pertambangan pasir besi itu berhenti, jelas dia, pemerintah bisa melakukan kajian lagi menentukan kebijakan berikutnya. Apakah itu akan ada pertambangan lagi atau hasil kajiannya harus ditutup secara permanen.
Paparan tersebut, terang dia, adalah bentuk koreksinya terhadap Uu yang diusungnya menjadi Bupati Tasikmalaya. Dia pun memiliki tanggung jawab moral agar Uu tidak mengeluarkan kebijakan yang tidak tepat dan menyimpang.
Terpisah, Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dalam pengendalian persoalan pasir besi di Tasik selatan, pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin agar pertambangan pasir besi itu bisa dikendalikan. Salah satunya dengan kebijakan mengeluarkan moratorium pasir besi atau pengehentian sementara segala aktivitas pertambangan pasir besi. Namun demikian moratorium tersebut tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak didukung masyarakat. ?Pemerintah tidak akan ada apa-apanya, kalau tidak dibantu oleh masyarakat,? tutur dia.
Pemerintah, jelas dia, tidak melakukan hal-hal yang keluar dari koridor atau aturan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan berdasarkan permintaan masyarakat. ?Kalau pun ada hal-hal yang kurang disepakati, mari kita selesaikan bersama,? ujar dia.
Terkait, kasus penganiayaan Dirut Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino, Uu meminta masyarakat tenang dan mempercayakan kasusunya kepada kepolisian. ?Apalagi dengan ancaman-ancaman,? ujar dia.
Konflik antara Tino Rilantino dan pengusaha pasir besi berinisal Mart, kata dia, adalah konflik internal atau pribadi.
Diberitakan Radar sebelumnya, Mart dan anak buahnya, Rob, telah ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan Tino pada Senin (11/3) malam di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Kini Polres Tasikmalaya tengah merampungkan berkas kasus tersebut untuk secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Singaparna. (snd)- Rp 1,75 Triliun untuk Bawang dan Kedelai
JAKARTA ? PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyiapkan dana untuk menyangga harga bawang putih dan kedelai.
?Kami bersama BRI menyiapkan Rp 1,75 triliun,? ucap Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro dalam jumpa pers di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu, (20/13).
Sampai sekarang, kata Ismed, RNI belum mendapat tanggapan dari dua kementerian, yaitu Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian soal kuota impor bawang putih dan kedelai.
Namun, Ismed menegaskan bahwa RNI terus akan berupaya secara mandiri membantu pemerintah menstabilkan harga bawang putih dan kedelai.
Membuktikan keseriusannya membantu pemerintah, April-Desember 2013, RNI akan mengeluarkan program menyangga harga kedelai, bawang putih dan gula. ?Bawang putih dan kedelai ini bisnis baru bagi RNI,? jelasnya.
Dengan dana Rp 1,75 triliun tersebut, Ismen berharap RNI bisa menampung kedelai serta bawang putih yang dihasilkan sentra petani dalam negeri.
Ismed pun menegaskan pihaknya tidak akan mengemis pada pemerintah untuk mendapat kuota impor bawang putih.
?Saya tidak akan mengajukan dan mengemis-ngemis. Saya masih menunggu penugasan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),? ucap Ismed.
RNI, kata Ismed, tidak akan mengajukan permohonan impor bawang putih, lantaran sudah pernah ditolak ketika mengajukan permohonan impor untuk daging sapi. Namun jika diminta pemerintah, RNI akan menyiapkan dana yang tidak terbatas untuk impor bawang putih.
Dalam waktu dekat, RNI akan bekerjasama dengan pemerintah daerah Sulawesi Tengah untuk mengembangkan area bawang putih dengan luas 5 ribu hektar. Proses teknis dan negosiasi untuk kerjasama tersebut saat ini sedang berjalan. ?Semoga April sudah bisa MoU,? harapnya.
Sebelumnya Dirjen Peternakan mengatakan BUMN tidak memperoleh kuota impor daging dan sapi bakalan untuk periode 2013, dengan alasan kuota impor 80 ribu ton setara sapi hidup dan daging beku sudah habis didistribusikan kepada importir swasta.
?Dia (RNI) ngajukan usulan untuk sapi bakalan, kita nggak bisa karena sudah diputuskan. Kan sudah diatur di dalam Rakortas (rapat koordinasi terbatas) bahwa nggak bisa. Saat Rakortas sudah ditetapkan sekian kemudian disebutkan izin cuma sekali,? tutur Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro di Kantor Kementan Ragunan Jakarta, Jumat (1/3).
Menurutnya, BUMN bisa saja memperoleh kuota impor daging dan sapi bakalan tambahan dengan syarat harus dibahas terlebih dahulu pada rakortas yang di ketua Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. ?Kita tunggu Rakortas saja,? tutupnya. (chi/jpnn)- Dua Kali Kristi Diperkosa di Garut
Sembilan Warga Kadipaten Menjadi Tersangka
GARUT ? Korban pemerkosaan sembilan pria di Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (15/3), Kristi (bukan nama sebenarnya) ternyata sebelumnya pernah dua kali diperkosa di Malangbong, Garut. Pernyataan tersebut muncul dari Kepala Desa Cinagara, Malangbong, Garut Aay Syarif Hidayat SH, kemarin (20/3).
?Awalnya korban sempat diperkosa oleh warga Kecamatan Malangbong, kemudian terulang kembali juga oleh warga Malangbong. Beberapa hari lalu digilir oleh sembilan orang warga Desa Dirgahayu (Cirongkea, red) Kecamatan Kadipaten Tasikmalaya,? kata Aay kemarin di Garut.
Kini, Kristi yang inisial nama aslinya SN itu mengalami trauma setelah setelah menjadi korban pemerkosaan. Dia berharap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut turun tangan dan memulihkan psikis perempuan 18 tahun ini.
Pihaknya pun mendorong keluarga korban menyelesaikan kasus pemerkosaan Kristi secara hukum, tanpa proses kekeluargaan.
?Saya mendorong keluarga korban agar semua pelaku diproses secara hukum,? kata dia.
JADI TERSANGKA
Di Kota Tasikmalaya, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota menetapkan sembilan pria dari tiga kelompok sebagai tersangka kasus pemerkosaan Kristi di Kadipaten. Kesembilan pria itu, Aw (19), Ro (18), Iw (18), Rus (20), Yog (20), Yay (17), Fat (35), Rusm (36) dan Eg (14). Mereka mengaku telah menggagahi Kristi di sebuah saung, Jumat (15/3).
Pemerkosaan Kristi dilakukan tiga kelompok pria. Kelompok pertama beraksi pada Jumat (15/3) siang hari, yang kedua Jumat malam dan yang ketiga setelah mereka mengusir kelompok kedua. ?Ya benar sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka,? ujar Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Kencana saat dihubungi Radar, Kamis (20/3).
Mereka diancam 285 KUHPidana Tentang Perkosaan dan Pasal 81 dan 82 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
Diberitakan Radar dalam edisi Teler, Remaja Diperkosa (17/3), kasus pemerkosaan ini terungkap setelah anggota Polsek Ciawi memergoki Kristi saat akan dibuang Aw (19), salah satu terduga kasus pemerkosaan, di Jalan Cising, Jumat (15/3) pukul 23.00.
Saat itu, Kristi baru saja ditaruh Aw di pinggir jalan. Sebelum Aw, kabur, polisi keburu datang. Keduanya pun langsung diamankan.
Kapolsek Kadipaten AKP Samsudaya mendapatkan informasi dari Polsek Ciawi bahwa lokasi pemerkosaan di wilayah hukum Polsek Kadipaten. Mereka pun langsung bergerak. Berdasarkan keterangan Aw, pihakanya melakukan pengembangan.
Hasilnya, tiga pemuda lagi yang diduga sebagai pemerkosa Kristi ditangkap. Mereka itu, Ro (18), Iw (18) dan Rus (20). Ketiganya ditangkap di rumah mereka di Cirongkea, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin siang.
?Dia mengaku telah diperkosa oleh empat orang laki-laki. Dari situ kita kembangkan untuk segera menangkap para pelaku. Kejadiannya kan tadi malam (Jumat, 15/3 red) jam sepuluh. Kondisi korban dia masih lemas, karena dia juga sedikit masih dipengaruhi obat-obatan terlarang. Di sisi lain juga ada hal-hal lain yang sedang kita kembangkan,? papar perwira senior ini.
Berikutnya, Selasa (19/3), lima orang ditangkap. Mereka itu Yog (20), Yay (17), Fat (35), Rusm (36) dan Eg (14). (nal/gna)- Sembilan Pria Cirongkea Tersangkut Pemerkosaan
TASIK ? Pria-pria yang tersangkut kasus dugaan pemerkosaan Kristi (18), bukan nama sebenarnya, terus bertambah. Kemarin (19/3), tiga remaja dan dua pria dewasa asal Cirongkea, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya diperiksa Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Dengan diperiksanya lima pria, kemarin, sampai kini, telah ada sembilan pria yang tersangkut kasus persetubuhan paksa di saung, Kadipaten, Jumat (15/3) itu.
Sebelumnya diberitakan Radar, empat pemuda asal Cirongkea, bernisial Ro (18), Iw (18), Rus (20), termasuk Aw (19) ditangkap Jumat (15/3) malam dan Sabtu (16/3) siang. Mereka diduga menjadi pemerkosa perempuan muda asal Malangbong, Garut itu.
Adapun pria-pria yang ditangkap kemarin, yaitu, Yog (20), Yay (17), Fat (35), Rus (36) dan Eg (14).
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Kencana mengatakan penangkapan kelima pria itu merupakan pengembangan dari ditangkapnya empat terduga yang sebelumnya telah ditangkap. ?Semuanya sembilan, tapi yang lima ini kita masih lakukan pemeriksaan,? ujar Januar kemarin di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Para terduga pemerkosaan Kristi, kata dia, diancam pasal 285 KUHP Tentang Pemerkosaan dan atau pasal 81/82 UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam maksimal 15 tahun kurungan penjara.
Eg dan Yay (yang pertama bertemu korban), kemarin mengaku bertemu Kristi Jumat (15/3) siang. Saat itu Kristi mengaku lapar. ?Lapar, lapar. Kata korban kepada saya,? ujarnya di Mapolres Tasik.
Kemudian, Eg dan Yay serta Kristi, yang saat itu tengah dalam keadaan mabuk Dextro, pergi ke sebuah saung. ?Saya tidak (melakukan hubungan badan, red). Saat itu saya hanya memberi roti sama air saja. Sesudah itu saya langsung pulang,? aku Eg.
Yog, mengaku mengetahui ada perempuan di saung di atas tebing jalur leter U Kadipaten dari Eg. Mendengar itu, dia beserta Aw (yang sudah ditangkap sebelumnya) menghampiri wanita berambut ikal dan berkulit putih itu. ?Kata dia (Eg), ?Tuh ada cewek di atas?,? ujarnya menyepertikan ucapan Eg kala itu.
Tidak lama kemudian, temannya yang lain, Ro, Iw dan Rus datang ke saung. ?Saya tidak melakukannya. Kalau memegangi kakinya saya akui,? ujar Yog.
Dikatakannya orang yang pertama melakukan hubungan badan dengan korban saat itu Ro. Saat Ro bersetubuh. ?Pas saya mau turun, cewek itu pegang kaki saya. Tidak tahu kenapa saya tidak jadi turun malah bengong di situ (saung),? imbuh Yog.
Sekitar pukul 22.00, mereka dibubarkan Fat dan Rus. Mereka pun meninggalkan korban dan Fat serta Rus di saung.
?Kata mereka lagi apa? Bubar, bubar,? ujarnya menyepertikan perkataan Fat dan Rus.
Hal itu diakui Fat. Ia mengaku diberitahu Yay bahwa ada perempuan di saung. Mendengar itu Fat bersama Rus mencarinya. Ternyata benar saja di sana ada orang, kelompok Ro yang sedang berkumpul di saung. ?Saya tidak tahu pokoknya ada banyak orang. Tapi mereka dalam keadaan berpakaian,? katanya.
Dikatakannya melihat ada yang berkumpul ditambah ada perempuan di antara mereka, Fat pun segera membubarkannya. Sementara, akunya, setelah membubarkan kelompok Ro, dia pun meninggalkan saung. ?Ampun paralun Pak, saya tidak melakukan itu. Saya ingat anak istri,? dalihnya.
Diberitakan sebelumnya, Kristi ditemukan petugas patroli Polsek Ciawi Jumat (15/3) pukul 23.00. Dia baru saja ditaruh di pinggir jalan oleh Aw. Keduanya kemudian langsung diamankan petugas. Kemudian, Kapolsek Kadipaten AKP Samsudaya mendapatkan informasi bahwa lokasi pemerkosaan di wilayah hukum yang dia pimpin. Dia dan timnya lalu menangani kasus tersebut hingga mengamankan Ro (18) Iw (18), Rus (20), termasuk Aw (19).
?Dia (Kristi) mengaku telah diperkosa oleh empat orang laki-laki. Dari situ kita kembangkan untuk segera menangkap para pelaku. Kejadiannya kan tadi malam jam sepuluh. Kondisi korban dia masih lemas, karena dia juga sedikit masih dipengaruhi obat-obatan terlarang. Di sisi lain juga ada hal-hal lain yang sedang kita kembangkan,? paparnya.
Samsudaya menduga masih ada terduga pemerkosa lainnya, karena berdasarkan keterangan Aw dan Ro, penggilir Kristi, ada dua pria lainya yang lebih dulu memperkosa korban siang harinya. ?Kelihatannya masih ada, tapi nanti itu kita kembangkan benar dan tidaknya,? tuturnya, Sabtu (16/3).
Terduga pemerkosa, Ro mengaku sebelum dia dan teman-temannya berusaha menyetubuhi Kristi, seorang tukang parkir ?yang belum diketahui identitasnya?bahwa ada perempuan muda (Kristi) di saung di atas bukit Leter U dalam keadaan mabuk. Informasi itu diterima Ro dan Aw sekitar pukul 16.30, Jumat (15/3).
?Saya dapat kabar dari orang Cingere, tidak tahu namanya, tapi kenal dan suka sama-sama markiran. Katanya ada perempuan di sana, dia juga habis itu (telah menyetubuhi korban, red),? ungkap Ro di Mapolsek Kadipaten.
Tukang parkir yang tidak diketahui, namanya tersebut, diduga Ro telah memperkosa korban sebelumnya. (gna)- Harga BBM Naik Jadi Opsi Terakhir
JAKARTA ? Kabar kenaikan harga BBM bersubsidi yang disampaikan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pengentasan Kemiskinan HS Dillon ternyata belum keputusan final. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha memastikan pemerintah, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak berencana menaikkan harga BBM bersubsidi pada April nanti.
?Dipastikan tidak ada rencana dari pemerintah untuk kenaikan BBM pada April,? ujar Julian di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, kemarin (19/3).
Julian memaparkan Presiden SBY telah meminta pertimbangan dari berbagai kalangan terkait wacana kenaikan harga BBM tersebut. Hasilnya, SBY memutuskan tidak memilih opsi kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi pada bulan depan. ?Presiden mendapatkan input dari berbagai kalangan, dan beliau pastikan tidak ada kenaikan,? paparnya.
Menyoal pernyataan HS Dillon, Julian menilai yang bersangkutan seharusnya tidak tepat untuk dikutip terkait kebijakan subsidi BBM pemerintah. Sebab, Dillon telah ditugaskan untuk fokus dalam bidang pengentasan kemiskinan. ?Kurang tepat. Sebaiknya Dillon fokus dengan bidang beliau (pengentasan kemiskinan, red),? imbuh dia.
Sedikit berbeda dengan pernyataan Julian. Menkeu Agus Martowardojo mengaku belum bisa memberikan jawaban konkret terkait pernyataan HS Dillon yang menyebutkan harga BBM bersubsidi bakal naik pada April. ?Kalau mau jawaban konkret, saya belum ada,? ujar Agus ditemui di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (19/3).
Agus memaparkan menentukan kebijakan BBM harus melihat aspek fiskal terlebih dahulu. Sebab, harga BBM dan volume BBM cenderung membesar sehingga perlu dilakukan pengendalian. Jika upaya pengendalian masih gagal, harus dilakukan pemotongan anggaran. ?Tapi pemotongan anggaran membuat tali pinggang masing-masing kementerian/lembaga diikat cukup kuat,? papar Agus.
Meski begitu, mantan Dirut Bank Mandiri itu mengakui, kenaikan harga BBM menjadi opsi terakhir pemerintah. Sejauh ini, pemerintah tetap konsisten untuk tidak menaikkan harga. ?Alternatif akhir adalah penyesuaian harga BBM. Tapi itu belum ada di pembicaraan dan rencana kita sekarang,?jelasnya.
Menteri ESDM Jero Wacik juga membantah pernyataan Dillon. Menurut dia, yang bersangkutan tidak memiliki wewenang untuk memberikan pernyataan terkait kebijakan kenaikan harga BBM. ?Siapa yang bilang (kenaikan harga BBM)? Dillon kan nggak bisa. Saya aja nggak berani ngomong gitu. Menteri ESDM nggak punya kewenangan untuk ngomong seperti itu,? jelasnya di Kompleks Istana Kepresidenan kemarin.
Jero menekankan, sejauh ini baru dua upaya yang dilakukan untuk mengendalikan subsidi BBM. Yang pertama penghematan. ?Setelah itu pembatasan. Baru dua itu sekarang,?imbuh dia. Sebelumnya, Dillon mengatakan bahwa Presiden SBY sebenarnya sudah lama mempertimbangkan kenaikan harga BBM. Dia menuturkan, SBY telah memikirkan soal kenaikan BBM tersebut sejak lima sampai enam tahun lalu. (ken/oki/jpnn)- Berkas Bos Pasir Besi Segera Lengkap
Dua Minggu Lagi Kejaksaan Tangani Kasus Penganiayaan
TASIK ? Berkas kasus dugaan penganiayaan Direktur Utama Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Tino Rilantino oleh bos pasir besi berinisial Mart dan anak buahnya, Rob akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Singaparna dalam waktu dekat.
Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK kepada wartawan usai menerima tokoh masyarakat Tasikmalaya di kantornya kemarin (19/3).
Condro menerangkan saat ini kepolisian tinggal melengkapi berkas. Rencananya dalam dua minggu ke depan ?setelah berkasnya lengkap kasusnya tinggal dilimpahkan ke Kejari Singaparna. ?Sampai saat ini (kemarin) sudah ada sembilan saksi termasuk korban yang sudah kita periksa,? jelas dia.
Mencuatnya kasus dugaan penganiayaan Dirut PDUP, kata dia, membuat banyak kelompok masyarakat yang datang ke Mapolres Tasik untuk meminta informasi terkait proses hukum pelaku penganiayaan. Sesuai dengan apa yang ditanyakan, kepolisian secara terbuka menjelaskan kepada masyarakat tentang penanganan kasus tersebut. ?Mereka mempercayakan kepada kepolisian,? tutur dia.
Salah seorang perwakilan tokoh masyarakat yang mendatangi Mapolres, Ustadz Toto mengatakan kedatangan bersama rekan-rekannya ke Mapolres untuk meminta informasi terkait proses hukum kasus penganiayaan Tino. Hal ini sebagai bentuk kepedulian tokoh masyarakat dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terhadap kondusivitas Tasikmalaya. ?Saya punya hak untuk menyakan sampai mana proses hukumnya,? ujarnya.
Setelah beraudiensi, kata dia, dia sudah mendapatkan informasi yang begitu jelas dari kepolisian. Kepolisian sudah memproses kasus ini sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. ?Insya allah kalau sufremasi hukum berjalan itu (isu sara) tidak akan terjadi,? tutur dia.
Koordinator Tasikmalaya Corruption Watch (TCW) Dadih Abdulhadi mengatakan kasus penganiayaan Dirut PDUP itu kemungkinan besar tidak hanya meliputi masalah pribadi. Tetapi lebih besar kemungkinannya berawal dari permaslahan tambang pasir besi. Baik itu mengenai perizinan atau jabatan Tino Rilantion sebagai Dirut PDUP. ?Kalau (motif) pastinya tentu tidak bisa menebak. Tapi ada baiknya Tino terbuka jika penganiayaan itu berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai Dirut PDUP,? jelas dia.
Sebelumnya Direktur Utama Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino dalam wawancara dengan wartawan pada Jumat (15/3) mengaku penglihatannya masih buram akibat penganiayaan oleh enam orang di salah satu vila di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya Senin (11/3) malam.
Dia menduga motif penganiayaan, karena ada kekhawatiran bahwa PDUP akan menutup pasir besi. Padahal, yang memiliki kewenangan menutup pertambangan pasir besi adalah pemerintah. ?Menutup kan bukan kapasitas saya,? katanya.
Sementara, kemarin, mengenai pertambangan pasir besi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya mengatakan ada 21 perusahaan pertambangan pasir besi yang memiliki izin. Tetapi yang beroperasi menggali tambang pasir besi hanya beberapa saja. ?Hanya meraka walaupun memiliki izin tidak konsisten terhadap izin yang dimiliki,? ujar dia.
Misalnya, kata dia, pengusaha pasir besi yang mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) menambang pasir besi tidak di tempat yang sesuai dengan izinnya. Tetapi di lahan lain. Distamben sudah melayangkan surat teguran sebanyak 42 surat kepada perusahaan yang menambang bukan di lahan yang sesuai dengan izin. ?Mereka (juga) bekerjasama dengan yang ilegal sehingga terjadi kesemerawutan,? papar dia.
Sementara, jelas dia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak punya kewenangan untuk menutup penambang ilegal. Karena kewenangannya ada di penegak hukum. ?Bukan hak kami untuk memberikan sanksi,? ujar dia.
Wawancara sebelumnya, Wakapolres Tasikmalaya Kompol Mahyudin mengatakan penertiban pertambangan pasir besi akan dicanangkan. Kata dia, sudah dibentuk Tim Terpadu Moratorium (TTM) yang di dalamnya ada unsur pemerintah dan penegak hukum. ?Nanti kita tindaklanjuti,? tuturnya. (snd)- Gazza Tuntut Tambang Pasir Besi Ditutup
Kemarin (18/3) massa LSM Gabungan Anak Jalanan Indonesia (Gazza) dan Sarekat Hijau Indonesia (SHI) berunjuk rasa ke Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan audiensi di Mapolres Tasikmalaya.
Koordinator demonstrasi dari Gazza Iim Imanulloh menuntut pemerintah menutup pertambangan pasir besi, karena banyak hal-hal yang melanggar aturan, pengusaha mereklamasi dan rehabilitasi lingkungan, pihak berwenang menindak pelaku premanisme dalam bisnis pasir besi yang memunculkan konflik sosial di masyarakat. ?Bahkan menyebabkan korban,? ujar alumni HMI Cabang Tasikmalaya ini dalam orasinya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) drh H Budi Utarma Wahyudin mengatakan masukan-masukan dari para pengunjuk rasa akan menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti pihaknya.
Peran pemerintah dalam pertambangan pasir besi, kata dia, hanya mengatur. Tidak bisa memberikan sanksi hukum. Pemerintah sudah melayangkan teguran kepada para pengusaha tambang pasir besi yang tidak memenuhi persyaratan. ?Kami ingin lebih baik,? ujarnya didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya Najmudin Azis SIP, MSi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Erry Purwanto mengatakan akan memanggil Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino dan pengusaha pasir besi berinisial Mart. Pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasipersoalan dugaan penganiayaan yang dilakukan Mart. Jika persoalan tersebut menjadi konflik yang berkepanjangan, maka pemerintah akan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) dua perusahaan itu (PDUP dan milik Mart). Baik itu secara permanen atau pun tidak. ?Itu sanksi,? jelasnya.
Rencana pertemuan dengan Dirut PDUP dan Mt, kata dia, dilaksanakan Kamis (21/3). Komisi III juga akan mengonfirmasi terhadap Tino dan Mt terkait dengan adanya infomasi yang disinyalir perusahaan Tino dan Mart melakukan penambangan pasir besi bukan di lokasi yang sesuai dengan IUP.
Sementara itu hape Mart 081222987XXX dan Dirut PDUP Tino Rilantino 081312606XXX serta 082130303XXX saat dihubungi Radar, tadi malam, tidak aktif. (snd)- Bos Pasir Besi Jadi Tersangka
PP : Kami Takut Anak-anak Kami Memukul
TASIK ? Polres Tasikmalaya sudah menetapkan dua tersangka penganiaya Direktur Utama Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino. Dua tersangka tersebut antara lain pengusaha pasir besi berinisial Mart dan rekannya Rob.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK menjelaskan status dua orang itu saat menerima pengurus Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten dan Kota Tasikmalaya serta Ciamis di Mapolres Tasikmalaya kemarin (18/3).
Condro memaparkan Polres Tasikmalaya menerima pelimpahan berkas laporan dugaan penganiayaan terhadap Tino dari Polsek Cipatujah pada Kamis (14/3) pagi. Dari hasil penyelidikan laporan Tino, masih pada hari Kamis, Satreskrim Polres Tasikmalaya menetapkan dua tersangka, yaitu pengusaha pasir besi berinisial Mart dan rekannya Rob. ?Sudah dibuat berita acara pemeriksaan,? ujarnya kepada audien.
Adapun pasal yang dikenakan kepada keduanya yaitu Pasal 170 dan 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman lima tahun penjara.
Selain itu, kata dia, kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum aparat dari dua instansi penegak hukum yang diduga berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat penganiayaan berlangsung. ?Nanti yang melaksanaan pemeriksaan bukan saya kewajibannya. Tapi sudah saya serah terimakan ke POM tentunya,? kata dia.
Unsur-unsur yang menetapkan Mart dan Rob menjadi tersangka, terang dia, sudah terpenuhi. Baik dari hasil visum maupun dari keterangan para saksi. Demikian juga kedua tersangka itu mengaku perbuatannya. Kasus ini, terang Condro, sebenarnya bukan kasus besar atau tindak pidana biasa. ?Saya tidak mau (kasus) ini dipelintir ke arah mana (lain). Kalau dipelintir ke arah yang lain akan timbul masalah baru,? ujar dia.
Dia menjelaskan Satreskrim Polres Tasikmalaya tidak menahan dua tersangka, karena mereka kooperatif mau memenuhi panggilan dan tidak ada indikasi melarikan diri. Apalagi sesuai aturan, penahanan bukan sesuatu yang harus dilakukan, melainkan sesuatu yang dapat dilakukan.
?Penegakan hukum ini hanya bisa dilakukan dengan dua cara. Satu, hukum dibawa tegak lurus. Proses hukum berlanjut tidak ada intervensi dari mana pun,? ungkap dia.
Penegakan hukum kedua, lanjut dia, yaitu restorative justice. Restorative justice yaitu restore artinya menyimpan dan justice artinya peradilan. Jadi maksudnya yaitu hukum penyelesaiannya adalah di luar pengadilan. Dalam penyelesaian hukum tidak semata-mata bisa langsung islah atau kesepakatan kedua belah pihak (antara korban dan pelaku). ?Islah atau pemufakatan itu tidak menggugurkan atau menghapuskan atau menyelesaikan penyelidikan perkara,? tegas dia.
Islah itu, terang dia, hanya akan menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan putusan hukum, yang bisa menyelesaikan penyidikan ini, hanya pencabutan dan kuncinya ada di korban atau Tino Rilantino. Jadi, kalau kasus ini mau dilanjut harus lanjut, dan kalau mau dicabut tinggal cabut. ?Saya tidak mau jadi titipan. Kantor kepolisian bukan untuk titipan,? kata dia.
Jadi, tegas dia, dugaan kasus penganiayaan ini akan tetap dilanjut untuk diproses secara hukum hingga tuntas. ?Intinya proses ini lanjut. Sebagai lembaga kepolisian tidak mau jadi titipan di sini, dari kedua belah pihak,? terang dia.
Ketua Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya Ahmad Sujaya yang ikut hadir dalam audiensi itu mengatakan kedatangannya ke Mapolres Tasikmalaya ini adalah mencari kepastian terkait tindaklanjut penyelidikan kepolisian terhadap pelaku penganiayaan Dirut PDUP. Dia cukup puas dengan proses penyeledikan kepolisian yang sudah menetapkan pelaku penganiayaan menjadi tersangka. ?Kami ini ketakutan. Bukan takut dipukul. Tapi kami takut anak-anak kami memukul,? ujar dia.
Dia berharap kasus penganiayaan Dirut PDUP ini bisa diproses hukum hingga tuntas. Pihaknya akan mendorong dan mempercayakan proses kasus ini kepada kepolisian. Terkait dengan adanya isu pergeseran ke SARA, kata dia, PP tidak akan mengalihkan isu penganiayaan ini menjadi isu SARA ?Kami tidak mengharapkan seperti itu. Kenapa? Karena Tasikmalaya rugi akan berapa miliar,? papar dia.
Di saat perwakilan pengurus PP beraudiensi dengan kepolisian, masa PP yang ada di luar gedung sempat memblokade jalan dengan menghentikan truk yang lewat Jalur Mangunreja tepatnya di depan Mapolres Tasikmalaya. Namun aksi itu tidak berlangsung lama, karena anggota kepolisian berkomunikasi dengan massa PP.
Diberitakan Radar sebelumnya, Tino Rilantino mengaku dianiaya Mart dan kawan-kawan pada Senin (11/3) malam di villa temannya di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dia pun mengalami luka di bagian kepala.
Sementara itu, kemarin, nomor hape pengusaha pasir besi Mart 081222987XXX dan Dirut PDUP Tino Rilantino 081312606XXX serta 082130303XXX saat dikonfirmasi Radar tadi malam tidak aktif. (snd)- Korban Perkosaan Akan Dinikahkan
Biaya Puskesmas Ditanggung Kapolsek
Garut ? Korban pemerkosaan, Kristi (18), bukan nama sebenarnya, akan dinikahkan keluarganya. Saat ini, kata ibunya, Juw (43), sudah ada pria yang akan menikahi anak perempuannya itu. ?Rencananya saya mau nikahkan,? ujar Juw, kemarin kepada Radar TV di rumahnya di Malangbong, Garut.
?Kalau masalah hukum itu terserah bapak polisi saja,? timpal ayah Kristi, Abd.
Terpisah, Kapolsek Kadipaten AKP Syamsudaya mengatakan kasus perkosaan Kristi sudah dilimpahkan ke Polres Tasikmalaya Kota. ?Karena ada unit (PPA) yang membidangi masalah penanganan perempuan dan anak di tingkat Polres sehingga keempat tersangka kita limpahkan ke Polres,? kata dia kemarin di Mapolsek Kadipaten.
Namun, katan dia, sekali pun kasus dilimpahkan ke Polres Tasikmalaya Kota, bukan berarti pihaknya lepas tanggungjawab. ?Sementara ini baru empat. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan membantu mengamankan kemungkinan pelaku lainnya,? terangnya menjelaskan soal para terduga pemerkosa Kristi.
Sementara KBO Reskrim Polresta Tasikmalaya Ipda Agus Maulani mengaku kasus itu masih dalam pengembangan. ?Belum, belum. Sementara pelaku masih tetap (empat orang, red),? singkatnya, kemarin.
Sebelumnya diberitakan Radar bahwa empat pemuda telah ditangkap. Mereka diduga terlibat kasus pemerkosaan Kristi pada Jumat (15/3).
Sebelumnya diberitakan Radar (17/3), empat pemuda asal Cirongkea, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya telah diperiksa Polsek Kadipaten. Mereka diduga tersangkut kasus pemerkosaan Kristi yang sedang mabuk Dextro.
Ro (18), Iw (18), Rus (20) dan Aw (19) diduga menggilir Kristi di salah satu saung di atas tebing di kawasan jalan leter U, Kadipaten, Tasikmalaya.
Aw ditangkap lebih dulu saat akan membuang Kristi di Jalan Cising, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (15/3) pukul 23.00. Keduanya kemudian diamankan petugas. Polsek Kadipaten yang mendapatkan informasi dari Polsek Ciawi langsung bergerak. Berdasarkan pada keterangan Aw, tiga kawan pemuda itu ditangkap di rumah masing-masing, Sabtu (16/3) siang.
?Dia (Kristi) mengaku telah diperkosa oleh empat orang laki-laki. Dari situ kita kembangkan untuk segera menangkap para pelaku. Kejadiannya kan tadi malam jam sepuluh. Kondisi korban dia masih lemas, karena dia juga sedikit masih dipengaruhi obat-obatan terlarang. Di sisi lain juga ada hal-hal lain yang sedang kita kembangkan,? paparnya.
Samsudaya menduga masih ada terduga pemerkosa lainnya, karena berdasarkan keterangan Aw dan Ro, penggilir Kristi, ada dua pria lainya yang lebih dulu memperkosa korban siang harinya. ?Kelihatannya masih ada, tapi nanti itu kita kembangkan benar dan tidaknya,? tuturnya, Sabtu (16/3).
Terduga pemerkosa, Ro mengaku sebelum dia dan teman-temannya berusaha menyetubuhi Kristi, seorang tukang parkir ?yang belum diketahui identitasnya?bahwa ada perempuan muda (Kristi) di saung di atas bukit Leter U dalam keadaan mabuk. Informasi itu diterima Ro dan Aw sekitar pukul 16.30, Jumat (15/3). ?Saya dapat kabar dari orang Cingere, tidak tahu namanya, tapi kenal dan suka sama-sama markiran. Katanya ada perempuan di sana, dia juga habis itu (telah menyetubuhi korban, red),? ungkap Ro di Mapolsek Kadipaten.
Tukang parkir yang tidak diketahui, namanya tersebut, diduga Ro telah memperkosa korban sebelumnya. (gna/radar tv)- Hampir Setiap Minggu Ada Pengguna Dextro Dirawat
Hampir setiap minggu ada korban penyalahgunaan pil Dextro yang ditangani tim medis Puskesmas Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Dengan begitu, Kristi (bukan nama sebenarnya), korban pemerkosaan bukanlah yang pertama ditangani puskesmas di utara Tasikmalaya.
?Kadang dalam seminggu ada satu atau dua,? katanya. Mungkin karena ini puskesmas rujukan (di Tasikmalaya utara) jadi dari daerah lain masuk ke sini sehingga kelihatannya banyak. Tapi memang kasus dextro lagi banyak,? ujar dokter Yunike di Puskesmas Ciawi dr Yunike, kemarin (18/3) kepada Radar.
Ketika ditanya pernah ada yang meninggal gara-gara mengonsumsi Dextro, diakuinya pernah. ?Oh iya pernah. Waktu itu (ada yang) mengonsumsinya di atas 40 butir. Bahkan ada yang sampai 120 butir,? terangnya.
Terkait Kristi, ujarnya, ada kemungkinan korban mengalami kecanduan. Pasalnya satu minggu sebelumnya korban Kristi sempat dirawat dengan keluhan sama, yakni mengonsumsi Dextro. Namun saat itu korban kabur dari puskesmas.
?Berdasarkan pengakuan korban, memang dia mengonsumsi Dextro dan kita periksa juga kelihatan ada pengaruh. Kalau Dextro yang terakhir ini korban mengaku mendapat di apotek. Tapi kalau sebelumnya dari pengedar,? ujarnya.
Dikatakannya korban sejak Sabtu (16/3) sore memang sudah pulang dari puskesmas (Radar, 18/3). Tapi sebenarnya, kata dia, kondisi korban masih lemah kendati secara medis sudah dapat pulang. ?Kondisi saat itu sudah normal, namun perlu istirahat, tapi korban memaksa pulang. Tapi kalau secara medis memang sudah boleh pulang hanya saja lemah, secara fisik bagus sehingga kita izinkan pulang. Hanya saja secara mental masih lemah,? jelasnya.
Ditemui di rumahnya di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, ibunya Kristi, Juw (43) mengaku Kristi dijemput dari Puskesmas Ciawi oleh aprat desanya karena keluarga tidak mempunyai biaya.
?Masalahnya tahu sendiri kan keadaan kita, kita orang nggak punya. Takutnya merepotkan orang lain. Udah lah seharian juga cukup kelihatannya sudah membaik, biar nanti ada rizki berobat jalan saja. Kemarin (Sabtu, 16/3) juga dibayar sama Pak Kapolsek,? terangnya kepada wartawan.
Sementara itu, Yunike menjelaskan korban penyalahgunaan Dextro ?yang selama ini kerap ditangani pihaknya. Menurutnya perlu ada perhatian dari pemerintah dan orang tua, karena kebanyakan penggunaan Dextro adalah remaja. ?Dari keluarga juga harus mengawasi anak-anaknya juga,? sarannya.
Peran pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk meminimalisir penggunaan Dextro. ?Dextro memang bebas sehingga jika orang menjual banyak juga tidak akan ditangkap, tapi paling tidak dibuatlah satu komitmen dari pemerintahan daerah kalau kasusnya banyak seperti ini kan harus ada antisipasi paling tidak bagaimana caranya.?
Untuk itu, tambahnya, perlu dibuat suatu komitmen dengan penjual, dalam hal ini apotek. ?Contohnya untuk tidak menjual lebih dari sekian dan tidak menjual pada dibawah umur. Kan kelihatan mana yang membutuhkan Dextro dan mana yang tidak. Apalagi membeli dalam jumlah banyak dan dia tidak berkepentingan tidak perlu diberi,? harapnya.
Paling tidak, menurutnya, pembatasan penjualan Dextro diharapkan bisa mengurangi kasus penyalaghunaan Dextro. ?Ya walaupun sulit karena ada yang masuk yang dari luar, misalnya orang beli dari luar kota dibawa dan dipakai di sini. Tapi paling tidak kalau semuanya turun bisa mengurangi kejadian-kejadian seperti saat ini,? pungkasnya.
DI KOTA TASIK DIBATASI
Di Kota Tasikmalaya, Ketua Badan Narkotika Kota yang juga Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ir H Dede Sudrajat MP memberikan peringatan kepada seluruh apotek melalui Dinas Kesehatan guna membatasi dan mengawasi penjualan obat Dextro. Karena, kata dia, penggunaan obat batuk itu pada dosis tinggi, dapat membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi teler.
?Saya sudah memberikan instruksi kepada Dinas Kesehatan awas apoteker jangan sembarangan memberikan Dextro. Penjual harus dengan resep dokter,? ungkapnya di Hotel Crown kemarin (18/3).
Dextro sebetulnya masuk dalam kategori obat legal terbatas yang harus diberikan sesuai resep dokter. Obat ini merupakan obat batuk. Namun saat ini banyak penggunaan Dextro ?yang melebihi dosis resep? dapat menimbulkan efek teler.
Dextro, kata Dede, sebaiknya jangan dijual seperti obat bebas. Pihak apotek harus berhati-hati memberikan obat ini kepada pembeli. Apalagi ketika pembeliannya dalam jumlah banyak. Pihak apotek patut mencurigai.
Jika ada apotek ada yang membandel dan tetap menjual Dextro secara bebas tanpa resep dokter, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas. Berupa pencabutan izin usaha. Saat ini, kata Dede, pihaknya tengah berupaya melakukan pembinaan kepada para pemilik apotek agar tidak sembarangan melayani pembelian Dextro. Tujuannya, untuk menyelematkan generasi muda dan menekan kasus narkotika. ?Satu kali, dua kali dibina, kalau mereka membandel, kami tidak segan memberi sanksi pencabutan izin,? tandasnya.
Kepala Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat Brigjen (Pol) Anang Prananto menambahkan Dextro sebetulnya merupakan obat legal. Namun pada dosis tertentu dapat menyebabkan terganggunya saraf sehingga memberi efek teler. Pencegahannya, kata dia, harus dilakukan mulai dari remaja atau pelajar dan guru supaya bisa memberikan pemahaman yang baik tentang bahaya narkoba kepada para pelajar.
?Tentu untuk usaha yang lebih efektif juga pencegahannya melalui siswa dan guru sekolah. Supaya mereka sadar bahwa di lingkungan itu ada yang membahayakan seperti Dextro, karena pelajar itu rentan. Mudah-mudahan ketika mereka diawasi dan dikawal oleh gurunya itu menjadi anak yang patuh,? harapnya. (gna/pee)- Teler, Remaja Diperkosa
Tergoletak di Saung, Digilir Empat Pemuda
TASIK ? Kristi (18), bukan nama sebenarnya, terkulai lemas di Puskesmas Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin (16/3). Perempuan muda berkulit putih dan berambut ikal ini belum 100 persen sadar, karena dia tengah mabuk pil dextro. Warga Sinagar, Malangbong, Garut ini pun menjadi korban dugaan pemerkosaan empat pemuda asal Cireongkea, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (15/3) sore. Saat diperkosa, dia pun tengah teler 10 butir obat batuk yang kerap disalahgunakan itu.
Kasus pemerkosaan ini terungkap setelah anggota Polsek Ciawi memergoki Kristi saat akan dibuang Aw (19), salah satu terduga kasus pemerkosaan, di Jalan Cising, Jumat (15/3) pukul 23.00.
Saat itu, Kristi baru saja ditaruh Aw di pinggir jalan. Sebelum Aw, kabur, polisi keburu datang. Keduanya pun langsung diamankan.
Kapolsek Kadipaten Kompol Samsudaya mendapatkan informasi dari Polsek Ciawi bahwa lokasi pemerkosaan di wilayah hukum Polsek Kadipaten. Mereka pun langsung bergerak.
Berdasarkan keterangan Aw, pihaknya melakukan pengembangan.
Hasilnya, tiga pemuda lagi yang diduga sebagai pemerkosa Kristi ditangkap. Mereka itu, Ro (18), Iw (18) dan Rus (20). Ketiganya ditangkap di rumah mereka di Cirongkea, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin siang.
?Dia mengaku telah diperkosa oleh empat orang laki-laki. Dari situ kita kembangkan untuk segera menangkap para pelaku. Kejadiannya kan tadi malam (Jumat, 15/3 red) jam sepuluh. Kondisi korban dia masih lemas, karena dia juga sedikit masih dipengaruhi obat-obatan terlarang. Di sisi lain juga ada hal-hal lain yang sedang kita kembangkan,? papar perwira senior ini.
Persetubuhan dengan Kristi, dilakukan para pemuda ?yang rata-rata tamatan SMP? itu. Selain keempat pemuda itu, kata Samsudaya, diduga masih ada pemerkosa lainnya.
Apalagi, sebelum keempatnya menyetubuhi korban, ada dua pria yang lebih dulu memperkosa Kristi di siang hari. ?Kelihatannya masih ada, tapi nanti itu kita kembangkan benar dan tidaknya,? tuturnya.
DAPAT INFO DARI TUKANG PARKIR
Terduga pemerkosa, Ro mengaku sebelum dia dan teman-temannya berusaha menyetubuhi Kristi, seorang tukang parkir ?yang belum diketahui identitasnya?bahwa ada perempuan muda (Kristi) di saung di atas bukit Leter U dalam keadaan mabuk. Informasi itu diterima Ro dan Aw sekitar pukul 16.30, Jumat (15/3).
?Saya dapat kabar dari orang Cingere, tidak tahu namanya, tapi kenal dan suka sama-sama markiran. Katanya ada perempuan di sana, dia juga habis itu (telah menyetubuhi korban, red),? ungkap Ro di Mapolsek Kadipaten, kemarin.
Tukang parkir yang tidak diketahui, namanya tersebut, diduga Ro telah memperkosa korban sebelumnya.
Usai mendapatkan info keberadaan Kristi, Aw dan seorang temannya berinisial Yo ?yang sampai saat ini belum tertangkap? pergi lebih dulu ke lokasi. Sekitar pukul 18.30 Ro, Iw dan Rus datang ke lokasi. Di sana mereka mendapati Aw dan Yo ?yang sudah menunggu. Sementara korban tengah tergeletak dalam keadaan mabuk di atas saung di atas tebing itu.
Setelah Ro dan kawan-kawan tiba, mereka mulai beraksi. Ro menjadi orang pertama yang berusaha melakukan tindakan asusila itu. Dia membuka celana jeans dan celana dalam korban sampai lutut. Sementara teman-temannya yang lain memegangi kaki dan tangan korban.
Menurut dia, waktu itu korban sempat meronta dan menolak. Ro pun mengaku tidak sempat melakukan penetrasi, karena korban terus merapatkan kedua pahanya.
Dari pengakuannya, semua teman-temannya, kecuali Aw, mencoba menyetubuhi korban, namun hasilnya sama-sama kecewa, mereka tidak bisa melakukan lebih jauh. Mereka mengaku gagal. Keterangan itu juga dibenarkan rekan Ro, yakni Rus dan Iw yang menjadi orang kedua dan ketiga yang mencoba melakukan pemerkosaan terhadap korban.
?Di sana sampai jam sepuluh malam. Terus ditinggalkan. Sudah dipakaikan lagi bajunya. Tapi pas itu, ada dua orang lagi, orang tua. Mereka nyuruh turun dan minta (korban) dipindahkan (dari saung). Terus dibawa sama dia (Aw) ke Ciawi,? tutur Ro.
Keterangan Aw, dia membawa korban menggunakan sepeda motor menuju Ciawi. Sesampainya di Jalan Cising, dia menaruh korban di pinggir jalan. Namun belum sempat dia kabur, anggota kepolisian ?yang tengah patroli? lewat dan langsung menghampirinya. Kemudian membawanya kedalam mobil.
?Saya baru naruh dia (korban), ada itu dari polres (anggota patroli Polsek Ciawi, red),? singkat dia. (pee)- Kristi Pernah Kabur dari Puskesmas Ciawi
Menghilang dari Rumahnya di Garut
Dokter Yunike yang menangani Kristi di Puskesmas Ciawi bercerita bahwa pasiennya itu, kemarin (16/3) masih lemah karena terpengaruh obat dextro.
?Pasien datang dalam keadaan lemah dan terlihat dalam pengaruh obat,? ujarnya. Kristi sebelumnya menelan pil dextro 10 butir.
?Dia beli dari apotek tertentu, kemudian dia minum,? ungkap dr Yunike.
Menurutnya, beberapa hari lalu korban juga pernah dirawat di Puskesmas Ciawi dengan penyebab yang sama, yakni mabuk dextro. Waktu itu, kata dia, Kristi tidak lemah seperti sekarang. Dia cenderung bersikap kasar, dan sempat kabur dari puskesmas setelah satu hari dirawat.
Kini pihaknya kedatangan kembali Kristi dengan kondisi mabuk obat, kondisi badannya lemah dan diduga ada luka robek pada selaput dara.
?Hasil pemeriksaan itu harusnya nanti. Tapi sementara memang ada luka robek, bekas benda tumpul (pada kemaluan). Tapi nanti kita cocokan dengan pemeriksaan yang lain,? tuturnya.
Hingga kemarin siang, Kristi masih tampak lemah. Sementara di sampingnya, ada ibundanya. Dia perempuan berusia 43 tahun. Saat menemani Kristi, perempuan berpenutup kepala ini ditemani seorang anak.
Menurut sang ibu, anak kelimanya itu pada Jumat (15/3) pagi tiba-tiba menghilang dari rumah di Malangbong, Garut. Keluarga sempat mencarinya semalaman, namun tidak ketemu. Sabtu pagi, barulah dia mendapatkan kabar dari kepolisian bahwa anak perempuannya itu tergeletak di Jalan Cising dan dibawa ke Puskesmas Ciawi.
?Perginya tidak pamit dulu, jam sembilan pagi saya juga sedang di kebun. Dicariin tapi tidak ketemu. Saya juga bingung menyikapinya gimana,? tuturnya. Saat mendampingi putrinya di puskesmas kemarin, di tempat terpisah, Polsek Kadipaten menangkap para pemuda yang diduga memerkosa Kristi. (pee)- Aktivis HMI Tasikmalaya Minta Pasir Besi Ditutup
TASIK ? Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya diminta menutup pertambangan pasir besi di Kecamatan Cipatujah, karena persoalan pasir besi ini sudah menuai konflik. Salah satunya adalah konflik antara Dirut Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino dengan salah satu pengusaha berujung Tino melapor ke polisi, karena mengaku dikeroyok.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya Asep Azwar Luthfi mengatakan pemerintah harus memiliki keberanian menutup pertambangan pasir besi. Apalagi sekarang ini pertambangan pasir besi ilegal semakin marak dan menjadi-jadi. ?Pasir besi harus ditutup,? terang dia kepada Radar kemarin (16/3).
Menurut Asep, maraknya pertambangan pasir besi ilegal, karena tidak adanya tindak tegas dan konkret dari pemerintah untuk menertibkan pertambangan ilegal.
Pemerintah hanya memunculkan aturan tanpa melakukan tindakan. ?Sehingga tidak memberikan solusi,? ujar dia.
Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya Fahmi Siddiq menyatakan pemerintah harus membuat kebijakan yang tegas dan tidak memicu konflik kepentingan terhadap persoalan pertambangan pasir besi. ?Kami meminta pertambangan pasir besi ditutup kalau menimbulkan konflik dan kerusakan alam,? ujar dia.
Sementara, mengenai kasus dugaan penganiayaan Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantion oleh pengusaha pasir besi, kata Fahmi, harus diusut tuntas oleh kepolisian.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya Najmudin Azis mengatakan Distamben tidak bisa mengeksekusi, menutup atau membuka perusahaan pasir besi, karena harus ada konsesnus dengan muspida.
Mengenai konflik pasir besi saat ini, dia menyerahkan ke aparat penegak hukum. ?Karena tidak bisa menyimpulkan atas pikiran sendiri,? ujar dia, kemarin. Terkait penuntasan kasus dugaan pengeroyokan Tino, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK saat dikonfrimasi Radar melalui sambungan telepon, tidak memberikan jawaban. (snd)- Dirut PDUP Dianiaya
Abdul Kodir : Itu Persoalan Perseorangan
TASIK ? Direktur Utama Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino diduga dianiaya oknum pengusaha pasir besi di wilayah Kecamatan Cipatujah. Tino pun melaporkan ke Polsek Cipatujah pada Rabu (13/3).
Kapolsek Cipatujah AKP Pomo Sutrisno SH mengiyakan adanya dugaan penganiayaan oleh oknum pengusaha pasir besi kepada Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, dugaan penganiayaan terhadap Tino terjadi pada Senin (11/3) sekitar pukul 23.30 di Kecamatan Cipatujah. Namun demikian, dia tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penganiayaan itu.
?Sudah dilimpahkan ke polres (berkas laporan penganiayaan, red) tadi sore (kemarin, red),? ungkapnya kepada Radar melalui sambungan telepon tadi malam.
Namun, saat dihubungi Radar pukul 21.00, kemarin, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko SH, SIK mengaku belum menerima pelimpahan laporan dugaan penganiayaan Dirut PDUP tersebut dari Polsek Cipatujah. Kemungkinan hari ini akan dilakukan gelar perkara atau penyelidikan kasus tersebut. ?Belum diserahkan,? tegasnya kepada Radar tadi malam.
Terpisah, pentolan Pemuda Pancasila (PP) Kota Tasikmalaya Ahmad Sujaya mengatakan Tino Rilantino adalah Bendahara PP Kota Tasikmalaya. Ahmad sempat berbicara langsung dengan Tino terkait dugaan penganiayaan. Berdasarkan penuturan Tino kepadanya, saat kejadian, Tino berada di rumah rekannya di Kecamatan Cipatujah. Setelah selesai mengobrol dengan rekannya itu, Tino pun keluar. ?Saat keluar, Pak Tino ketemu (dengan seorang pengusaha pasir besi, red),? ujar dia via telepon tadi malam.
Tino, terang dia, sempat berbicara dengan pengusaha pasir besi itu. Pembicaraan menyangkut masalah perusahaan dan bisnis pasir besi. Tapi di tengah-tengah pembicaraan Tino langsung mendapatkan pemukulan dari pengusaha pasir besi dan anak buahnya mengeroyok Tino sehingga Tino mengalami luka bengkak di pelipis mata kiri dan kanan. ?Karena banyak orang mereka pergi,? kata dia.
Pemuda Pancasila (PP), terang dia, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Jika polisi tidak mampu menjerat pelaku penganiayaan PP akan melakukan pergerakan. ?Kalau polisi tidak bisa menyelesaikan,? papar dia.
Sementara itu, Tino sampai tadi malam belum memberikan pernyataan seputar pemukulan. Hape miliknya tidak aktif.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd mengatakan terkait dengan kasus duganaan penganiayaan Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino itu merupakan urusan pribadi Tino. Pemerintah tidak bisa memberikan komentar tentang penganiayaan itu. ?Terkait dengan penganiayaan kan itu persoalan perseorangan. Bukan kaitan dengan pemerintahan,? terang dia.
Mengenai pertambangan pasir besi, kata dia, kemarin muspida plus dewan sudah mendatangi Kementerian ESDM. Kedatangnya ke Kementrian ESDM itu adalah untuk meminta Wilayah Pertambangan (WP) sehingga pemerintah daerah bisa mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru. ?Itu salah satu upaya untuk menertibkan pertambangan di wilayah Tasik selatan,? jelasnya. (snd)- Anak Aparat Ditangkap!
Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Kasir Dinasty
TASIK ? Seorang anak aparat berinisial Eg (20) ditangkap tim Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (12/3) di Majalengka. Pemuda yang sebelumnya buron itu dibekuk tim bentukan kapolresta AKPB Iwan Imam Susilo SIK, MH karena menjadi tersangka kasus tewasnya Iis Fatonah, kasir Dinasty Billiard 2 April 2012.
Selain menangkap Eg, Polres Tasikmalaya Kota pun mendapatkan An (17), buruan lainnya. Dia menyerahkan diri ke korps baju coklat ini Selasa (12/3) malam.
?Alhamdulillah kita bisa mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyebabkan meninggalnya Iis tanggal 2 April 2012. Ini semua tidak lepas dari kerja keras tim penyidik dan penyelidik,? ujar AKBP Iwan Imam Susilo SIK, MH kepada wartawan di Mapolres Tasikmalaya Kota, kemarin (13/3).
Sebelumnya diberitakan Radar (7/3), Iwan mengaku telah bekerjasama dengan salah satu kesatuan dan akan menangkap pemuda yang buron itu (Eg).
?Terkait hal itu, saya sudah melakukan langkah, dan anggota pun sudah di luar. Artinya kalau dapet di luar maka kita akan tangkap di luar,? tegas perwira yang menjadi pengagas acara Shalawat dan Dzikir Bersama di Mako Brigif 13 Galuh pada Minggu (3/2) ini.
Kemarin, perwira lulusan Akpol 1993 ini mengatakan penangkapan Eg dan An berawal dari ditangkapnya tiga tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap Iis. Setelah itu muncul empat penadah hasil pencurian motor Iis. ?Ya ada indikasi yang mengarah mereka geng motor,? ujarnya.
Sementara dalam kasus Iis, polisi mendapatkan barang bukti berupa motor milik Iis. Motor matik itu sudah dijual ke beberapa orang. ?Pada saat itu memang motor sudah digesek dan setelah dibawa ke Labfor (Polri) kita angkat kembali,? kata perwira yang berhasil memberantas judi saat bertugas di Polres Karawang ini.
Setelah barang bukti didapatkan, dilakukan pengembangan hingga muncul nama Eg dan An. ?Beberapa waktu lalu kita lakukan pengejaran terhadap dua DPO (daftar pencarian orang, red). Alhamdulilah tadi malam (Selasa, 12/3, red) dan kemarin (Selasa, 12/3, red), kita dapatkan,? ujar suksesor AKBP Gupuh Setiyono SIK ini.
Hingga kemarin, lima tersangka pencurian dengan kekerasan ditahan dan empat penadah.
Para tersangka pencurian dengan kekerasan yaitu IR (atau Ilh). Dia berusia 20 tahun. Lalu, FM (21), RR (19), Eg (20) dan An (17). ?Sementara satu orang lagi kita masih cari. Orang itu menurut pengakuan tersangka, ikut, namun tidak ada yang kenal karena orang itu masih baru dikenal,? jelasnya. Data Radar, IR atau Ilh adalah senior geng ACDC. Dia ditangkap Polsek Tamansari karena kasus perampasan motor milik Salim Taryana (30), ketua RW di Kecamatan Tamansari, Kota Tasik, 3 Februari 2013 dini hari.
IR dan empat rekannya dikenai pasal 365 KUHP dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara. ?Sementara ini masih pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian. (Motif lainnya, red) Kita masih akan terus mendalaminya,? kata perwira ramah ini.
Adapun empat tersangka penadah motor, yakni, Jaj, Cuc, Api, Muh. ?Mereka dikenai pasal 480 (KUHP),? tambahnya. Ancaman untuk kasus penadahan yaitu minimal empat tahun penjara.
Terpisah, tadi malam,Ketua Forum Cempaka untuk Semua Asep Suherlan mengapresiasi keberhasilan AKBP Iwan Imam Susilo SIK dan timnya yang berhasil mengungkap kasus tewasnya Iis, warga Cempakawarna, Cihideung, Kota Tasik.
?Kita ucapkan selamat dan sukses atas kerja keras Kapolres Tasikmalaya Kota (AKBP Iwan Imam Susilo SIK, MH, red) berserta jajarannya (mengungkap kasus tewasnya Iis, red), akan tetapi kita juga berharap polisi dalam menangani kasus ini dilakukan secara objektif terbuka dan terus mengembangkan penanganannya lebih dalam lagi agar terungkap motif pembunuhan yang sebenarnya,? ujarnya. ?Kami akan terus mengawal penanganan kasus ini sampai ke pengadilan,? tambahnya.
Asep ?bersama forum yang dipimpinnya?berharap para pelaku yang menyebabkan Iis tewas, dihukum seberat-beratnya. (gna/sep)- Kantor Lurah Empangsari Memprihatinkan
Sebagian Atap Keropos dan Nyaris Ambruk
TASIK - Kondisi kantor Kelurahan Empangsari Kecamatan Tawang saat ini sangat memprihatinkan. Bagian atap bangunan yang berusia hampir 5 tahun itu kini nyaris ambruk akibat sudah keropos.
?Setiap hari kami selalu dihantui rasa waswas jika sedang berada di kantor kelurahan. Apalagi, melihat kondisi atap kantor yang banyak mengalami kerusakan, kami khawatir atap sewaktu-waktu ambruk dan menimpa pegawai maupun masyarakat yang sedang berada di kantor,? ujar Lurah Empangsari Aan MS saat ditemui di kantornya, kemarin.
Dia menjelaskan, selain usia bangunan sudah tua, kondisi sejumlah penyangga atap, seperti bagian kaso dan lainnya sudah keropos. Bahkan, ada beberapa bagian atap yang kini sudah ambruk.
?Beruntung saat bagian atap itu ambruk tidak sampai menimpa pegawai atau masyarakat,? ujarnya.
Dia menegaskan, pihak kelurahan sudah mengusulkan agar bangunan direhab total. Usulan itu dilakukan sejak 2010 lalu. Namun, pemkot baru menyetujui pada tahun ini, tapi bukan rehab total seperti yang diusulkan pihaknya.
?Usulan kami disetujui tapi hanya renovasi saja. Padahal, kalau melihat kondisi bangunan tidak ada yang perlu direnovasi, tapi direhab total karena bangunan ini rusak berat,? ungkapnya.
Untuk itu, Aan berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan kantornya. Pasalnya, kondisi seperti itu membuat pelayanan terhadap masyarakat tidak efektif. Jika tetap dibiarkan dikhawatirkan atap bangunan ambruk dan menimbulkan korban jiwa.
Untuk sementara, kegiatan pelayanan masyarakat akan dipindahkan ke aula kelurahan yang bersebelahan dengan kantor kelurahan ?Apalagi cuaca saat ini sangat ekstrem, sehingga aktivitas pelayanan masyarakat menjadi tidak efektif. Malah, kami takut kalau angin kencang datang, khawatir atap ambuk,? tuturnya.
Sementara itu warga sekitar Junaedi (32) mengatakan sangat prihatin dengan kondisi bangunan kelurahan seperti itu. Untuk itu dirinya berharap pemkot bisa memprioritaskan perbaikan gedung kantor kelurahan tersebut, agar pelayanan terhadap masyarakat menjadi efektif.
?Saya waswas kalau ke kantor kelurahan, takut sewaktu-waktu ambruk dan menimpa pegawai atau masyarakat, dan ini harus secepatnya diperbaiki,? tandasnya. (kim)- Satu Lagi Pemenang Umroh Berangkat
TASIK ? Kebahagiaan terpancar dari raut wajah Entis Kaswian Ono. Pemenang hadiah umroh dari Gubernur Ahmad Heryawan pada acara Jalan Sehat Radar Tasikmalaya di Dadaha, Kota Tasikmalaya 1 April 2012. Tadi malam (27/5), Entis berangkat bersama rombongan umroh dari KBIH Al-Amin di Jalan Mashudi, Tamansari.
?Saya sebagai penerima hadiah mengucapkan trima kasih kepada Allah SWT, kepada Bapak Gubernur (Ahmad Heryawan, red) yang memberikan hadiah untuk umroh saya. Mudah-mudahan Pak Gubernur menjadi pemimpin yang betul-betul memimpin umatnya,? ujar Entis sebelum berangkat tadi malam (27/5).
Rombongan KBIH Al-Amin berangkat ke Jakarta sekitar pukul 23.00. Sebelum berangkat, Entis berpamitan dulu dengan istri beserta anak cucunya. Dia pun mengaku telah siap secara fisik melangkahkan kakinya di Makkah.
Sebelumnya Entis sempat mengalami sakit sehingga gagal berangkat bersama pemenang umroh lainnya, yakni Ahmad Sofyan dari Cilendek, Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Namun kegagalannya itu tidak menjadi halangan bagi Entis untuk mempersiapkan keberangkatannya bersama rombongan lain. Dia pun bersyukur keinginannya menginjakan kaki di Tanah Suci, Makkah lebih dulu tercapai. Sedianya dia sendiri telah mendaftarkan diri untuk berangkat menjadi jemaah haji namun harus menunggu empat tahun lagi. ?Alhamdulilah saya bisa sehat dan saya bisa berangkat. (Sebenarnya, red) saya sudah daftar (daftar haji), tapi empat tahun lagi,? katanya.
Dia juga mengucapkan trima kasih kepada Radar Tasikmalaya karena telah menjadi media yang memfasilitasi keberangkatannya ke Makkah. ?Trimakasih juga kepada Radar yang sudah menyeponsori ini,? tutur Entis.
Pimpinan Redaksi Harian Radar Tasikmalaya Ruslan Cakra mengatakan Entis merupakan pemenang umroh kedua setelah Sofyan.
Pemberangkatan Entis relatif lancar, meski sempat terkendala masalah kesehatan. ?Bapak ini kan sempat sakit, tadinya ingin bersama-sama (Sofyan). Tapi mungkin Allah baru mengizinkan hari ini berangkat,? singkatnya saat bersilaturahmi dengan Entis tadi malam. (pee)- Mobil Anggota Polisi Dirusak
Pipi Siswa SMK Robek, Handphone Dirampas
CIAMIS ? Geng motor berulah. Mobil milik Kanit Identifikasi Polres Ciamis Aipda Marsidi SH dimartil kawanan begundal jalanan pukul 20.00 di kawasan Simpang Lima, Jalan Dokar, Sabtu (26/5), Kota Tasikmalaya. Berselang lima jam, di pusat kota Ciamis, seorang siswa SMK juga dianiaya.
Marsidi mengatakan pukul 20.00, mobilnya meluncur dari arah Simpang Lima masuk ke Jalan Dokar, menuju arah Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Di saat yang sama, dari arah berlawanan muncul sekitar 10 sepeda motor yang melaju ugal-ugalan. Tiba-tiba motor di barisan paling belakang langsung mendekati mobil Marsidi dan pemuda yang dibonceng melayangkan martil ke kaca depan mobil anggota Polres Ciamis ini.
?Saya lihat sendiri martil yang dilayangkan ke kaca depan hingga (kaca) retak,? terang Marsidi kemarin (27/5) di Mapolres Ciamis.
Setelah itu motor-motor itu langsung melarikan diri. Sedangkan Marsidi tak bisa berbuat apa-apa. Terlebih kondisi jalan saat itu masih ramai. ?Dengan kejadian itu, saya melaporkannya ke Pospol Cipedes Kota Tasikmalaya,? terangnya.
Dia menganalisa para pengendara motor itu memiliki ciri-ciri sebagai anggota berandalan (geng) motor. Motor ditumpangi berboncengan dan lampu depan kawanan motor itu juga mati.
?Hanya itu yang diketahui, karena kejadiannya sangat cepat,? papar Marsidi.
Saat dikonfirmasi Radar, kemarin, Pjs Polsek Indihiang AKP Ngadiono didampingi Kapospol Cipedes Ipda Kosasih mengiyakan adanya tindakan perusakan yang dilakukan kelompok bermotor. Namun pihaknya masih melakukan upaya penyelidikan secara intensif, meski bahan keterangan yang diperoleh dari pihak pelapor atau korban sangat minim.
LUKA DI PIPI
Lima jam kemudian, Bili Darmansyah (16), siswa SMK LPS Ciamis dianiaya kawanan begundal jalanan. Pipi sebelah kiri Bili sobek. Luka itu diduga akibat hantaman keling atau senjata jenis cincin besi yang dipasang di tangan. Bili pun mendapatkan tiga jahitan.
Saat itu, dia bersama empat rekannya menggunakan tiga motor hendak pulang ke rumah di Dusun Babakan Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.
?Ketika saya mau belok, tiba-tiba datang dari arah Alun-alun menuju Tasik ada sekitar 20 motor. Tanpa basa basi (ada) yang menghantam (kan benda) ke muka saya,? ujarnya saat ditemui di rumahnya kemarin.
?Pada kejadian itu, teman-teman saya tidak bisa melakukan perlawanan, karena jumlah mereka lebih banyak. Mereka hampir semua bawa pisau dan golok yang diacung-acungkan,? ujarnya.
Bili, kemudian dibawa warga sekitar ke rumah sakit, karena mengalami luka.
Bili menambahkan, sebelum pelaku memukulnya, memang pelaku sempat menanyakan tentang salah satu nama geng motor.
Lalu ciri-ciri para pelaku? Kata Bili, hampir semua dari penumpang motor diduga masih sekolah dan kuliah. ?Kalau masalah atributnya, saya tidak lihat ada yang memakai atribut, baik itu jaket, bendera atau stiker di motor yang di pakai mereka,? ujarnya.
Asih, ibu Bili mengaku saat kejadian, dia tidak mengetahuinya. Pasalnya lokasi kejadian dengan rumahnya lumayan jauh. ?Katanya kejadiannya jam 00.00, ? ujarnya.
?Saya juga sudah merasa was-was, pada malam itu, karena meski sudah jam 00.00, tetapi (Bili) belum pulang. Tahu-tahu pulang sekitar pukul 04.00 dan diantarkan oleh warga depan dengan kondisi seperti ini (bekas luka di wajahnya, red),? ujarnya.
DIRAMPOK
Masih di Ciamis, sekitar pukul 02.00, seorang anggota Moonraker Ciamis dirampok berandalan bermotor. Saat itu, Dea Haliyanda mengendarai sepeda motor dan mengantarkan saudaranya. Saat dia berada di Jalan Imbanagara, kawasan Gapura Selamat Datang di Kota Ciamis, dia dipepet belasan motor. Sama halnya dengan kasus yang menimpa Bili, Dea juga sempat ditanya kelompok begundal jalanan itu tentang asal geng motor Dea. Namun, pertanyaan tentang nama geng motor ?yang ditanyakan kepada Bili dan Gea berbeda.
?Beres nanya itu, mereka meminta saya mengeluarkan hape (handphone), ketika dikeluarkan, hape saya diambil dan mereka kabur,? ujarnya.
?Ketika kejadian itu, saya langsung lapor ke polisi,? ungkapnya.
Menanggapi adanya ulah geng motor, Kasatreskrim Polres Ciamis AKP Shohet SH mengatakan akan menanganinya. ?Kami akan menindaklanjuti terkait dengan adanya ulah berandalan bermotor yang meresahkan warga Ciamis ini,? ungkapnya saat dihubungi kemarin. (isr/yna/dem)- Maung Raih Poin di Kandang Macan
Persib Menahan Imbang Persija 2-2
JAKARTA ? Laga syarat gengsi yang mempertemukan dua tim musuh bebuyutan, Persija versus Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Minggu (27/5) berlangsung panas.
Persija yang tampil di hadapan pendukungannya tak mau kehilangan muka, sedangkan Persib berupaya memecahkan keangkeran stadion tersohor yang juga markasnya timnas Indonesia ini. Hasilnya, kedua tim menutup laga panas tersebut dengan skor imbang 2-2 (0-0).
Laga berlangsung keras. Tercatat tiga kartu kuning harus dikeluarkan wasit kepada tiga pemain di kedua kubu, antara lain, Noh Alam Shah, Marcio Souza dari Persib dan Ramdani Lestaluhu (Persija).
Dengan hasil imbang tersebut, Maung Bandung membawa pulang satu poin dari kandang Macan Kemayoran. Sebenarnya, Persib berpeluang besar memetik kemenangan setelah gelandang serangnya, Atep sukses menjebol gawang Persija Jakarta yang dijaga, Andretany pada menit ke- 46.
Namun, tuan rumah, Persija Jakarta, sukses membalas dua gol sekaligus melalui sundulan Ramdhani Lestaluhu pada menit 64 dan Precious Emeujeraye menit 71. Sedangkan, Persib mampu menyamakan kedudukan setelah tendangan first time sang kapten, Maman Abdurrahman menit ke-88.
Hasil ini jelas membuat kubu Maung Bandung cukup senang. Sebab tampil di kandang lawan, raihan satu poin merupakan target realistis yang diusung tim Persib. Meski kemenangan pun masih menjadi tujuan utamanya.
Hal tersebut diungkapkan pelatih Persib Bandung, Robby Darwis kepada wartawan saat menyampaikan jumpa persnya di ruang konferensi pers SUGBK Jakarta semalam.
?Ya, secara hasil kami cukup puas, karena bisa memetik poin lagi di kandang lawan. Apalagi, ini laga panas menghadapi Persija, jelas hasil imbang patut kita syukuri,? ujarnya usai pertandingan, Minggu (27/5) malam.
Meski demikian, Robby tetap menyoroti konsentrasi para pemainnya. Sebab, di akhir-akhir pertandingan ritme permainan Persib terlihat mengalami penurunan. Alhasil, dua gol pun bersarang di gawang Jendry Pitoy.
Sementara itu, pelatih Persija Iwan Setiawan mengaku sangat kecewa dengan raihan yang ditorehkan anak asuhnya. Padahal, pelatih asal Medan itu menilai timnya bisa memetik kemenangan setelah sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1.
?Bagi saya, hasil ini merupakan hasil yang buruk. Selamat buat Persib yang bisa mencuri poin. Untuk itu kami akan lakukan evaluasi setelah hasil yang diraih tim setelah pertandingan ini,? ujar Iwan kepada wartawan kemarin.
Gol kapten Persib Maman Abdurrahman, lanjut Iwan, akibat lemahnya konsentrasi para pemainnya saat memasuki menit akhir. Padahal ia menilai, anak asuhnya mampu menutup pergerakan para pemain Persib.
Jalannya pertandingan berlangsung ketat. Baik Persija maupun Persib keduanya tampil terbuka. Bahkan terlihat, meski Persib bermain di hadapan para The Jack Mania, (pendukung Persija), Maman Abdurrahman dkk mampu tampil lepas dan seolah tanpa beban.
Terbukti Persib mampu mencuri gol, terlebih dahulu lawat Atep (46), setelah pemain asal Cianjur ini berhasil menggocek stopper Persija Precious Emeujeraye. Tapi Persija akhirnya mampu menyamakan kedudukan sekaligus membalikan keadaan menjadi 2-1, melalui gol yang diciptakan, Ramdhani Lestaluhu (64) dan Precious Emeujeraye (71).
Memasuki menit akhir babak kedua, kali ini petaka datang bagi kubu Persija. Maman Abdurrahman, sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah tendangan first time-nya sukses menjebol gawang Persija dimenit ke-88. Hingga peluit panjang dibunyikan pertanda berakhirnya pertandingan, Skor imbang 2-2 tetap bertahan. (asp)- Ical Bersafari di Tasik
TASIK ? Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir H Aburizal Bakrie (Ical) hari ini (28/5) bersafari ke Tasikmalaya. Kedatangan tokoh nasional ini ke Tasikmalaya dalam rangka perjalanan Ical sebagai tokoh nasional.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Hj Dede T Widarsih mengatakan Aburizal Bakrie pertama kali akan mendarat menggunakan helikopter di Lapangan Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 10.30. Di lapangan itu, Ical akan disambut dengan kesenian tradisional, diantaranya dari MTsN I Bantarkalong yang menyajikan musik angklung. Juga disambut para kader Golkar.
Setelah tiba di Lapangan Tanjungkerta, Ical melangsungkan perjalanannya ke acara Speech Motivation di hadapan 1.500 mahasiswa dan siswa di Gedung Surya Bhakti Suryalaya. Selanjutnya berziarah ke makam sesepuh Ponpes Suryalaya Abah Anom.
Kemudian pukul 14.40 Ical akan ke Kecamatan Rajapolah. Di sana akan mendatangi pasar kerajinan dan bertemu dengan para tokoh masyarakat setempat dan UKM di Rest Area. ?Jam 15.00 akan melanjutkan ke Kota Tasikmalaya,? terang dia.
Kedatangan tokoh nasional yang akan mencalonkan pada Pilpers 2014 ini, kata dia, pada dasarnya lebih mengenal masyarakat dan masyarakat mengenal sosok Aburizal Bakrie. Aburizal Bakrie pada kesempatan road show tersebut akan memberikan motivasi dan membeber perjalanan hidupnya yang pahit maupun yang manis. Terutama mendorong masyarakat agar jangan selalu putus asa dalam menghadapi kehidupan apapun. ?Pak Aburizal Bakrie itu pernah jatuh bangun sebelum menjadi seperti ini,? ungkapnya.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya H Noves Narayana mengatakan Ical akan dikenalkan kepada pasangan Drs H Syarif Hidayat-H Cecep Bagja Gunawan SH SSos MH MSi, calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung Partai Golkar di Pilwalkot Tasikmalaya 2012 dan bersilaturahmi dengan 400 kader Golkar di Gedung Kusumah. ?Kita juga akan perkenalkan (Ical, red) kepada pasangan calon dan kader agar bisa memberikan motivasi dan semangat untuk menang,? tandasnya. (snd/kim)- Pencuri Disangka Tamu
Kawanan Bermotor Bawa Kabur Uang Milik Pensiunan
TASIK ? Empat pria menggunakan dua motor yang disangka tamu, kemarin (26/5) diduga membongkar rumah di Gang Saninten, Tawangsari, Tawang Kota Tasikmalaya. Mereka membawa kabur uang tunai, emas dan jam tangan milik Kokom Komariah (66), pensiunan guru.
Iwan (42), menantu Kokom mengatakan rumah mertuanya dibobol saat dia menghadiri undangan. Dia dan keluarganya meninggalkan rumah tersebut antara pukul 08.30 hingga 10.30.
?Saat itu saya yang pertama kali tiba di rumah karena saya memakai motor, sedangkan rombongan keluarga memakai mobil,? cerita Iwan kepada Radar di rumah korban, kemarin. Keluarga besar Kokom menghadiri undangan pernikahan di Nagrak, Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
Namun ketika dia hendak masuk ke dalam rumah, pintu masuk ke rumahnya terbuka. ?Wah pasti maling,? duganya waktu itu.
Dia bergegas masuk ke dalam rumah. Iwan memeriksa ruangan mertuanya. ?Pas pintu dibuka di dalam kamar sudah acak-acakan,? terangnya.
Dia pun segera menginformasikan pembongkaran itu ke mertuanya ?yang rencananya setelah di hajatan di Nagrak hendak ke Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sampai rumah, dia dan mertuanya mengecek barang yang dimaling, terutama lemari penyimpanan barang dan uang.
?Setelah dicek uang sekitar Rp 10 juta, lalu perhiasan enam gram emas, hape merek Samsung, juga jam tangan merek Charles Jordan juga paspor umroh hilang,? jelasnya.
Uang tunai Rp 10 juta milik Kokom Komariah adalah uang simpanan anggota koperasi. ?Itu uang simpanan tabungan pensiunan,? ungkap Kokom kepada Radar kemarin. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
Dari hasil identifikasi, ungkap Kapolsek Tawang Iptu Dani Prasetya, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara menyongkel pintu depan. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif.
EMPAT ORANG
Setelah kawanan itu mencuri barang-barang berharga milik Kokom, Iwan mencoba mendatangi tetangganya. ?Kata tetangga saya, Pak Cecep, orang yang datang setelah kami (rombongan ke hajatan, red) muncul empat orang yang menumpangi dua motor,? jelasnya.
Dua motor itu, satu diparkir di pinggir rumah korban dan satu lagi hampir di depan depan teras rumah. ?Dua orang masuk ke teras rumah, dua orang lagi menunggu di motor masing-masing,? tambahnya.
Namun, jelasnya, wajah keempat orang pelaku itu tidak kelihatan. ?Semua mengenakan helm tutup,? jelasnya.
Papar Iwan, tetangganya tidak menyangka keempat orang itu pelaku kejahatan. Tetangganya mengira mereka adalah tamu. ?Sehingga tetangga saya tidak memperhatikan lebih lama,? paparnya.
Sebelumnya, di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota, pembongkaran juga melanda sekolah di Manonjaya, Cineam dan Cisayong di Kabupaten Tasikmalaya. Sampai saat ini, pelaku pembongkaran belum tertangkap. (dem)- Asyiknya Malam Minggu Berbudaya
Calung Tarawangsa Sukses
Kolaborasi dengan Musik Balada
TASIK ? Roda bajigur nongkrong di pinggir panggung out dor Radar Tasikmalaya TV sebelah kanan, tadi malam. Di sebelah kiri panggung, beberapa seniman duduk menonton kolaborasi musisi calung tarawangsa dengan Komunitas Pemusik Jalanan (KPJ). Paduan kelompok musisi tradisional Sunda dan modern menyatu. Selaras.
Dua gitar berteman dengan kecapi dan rebab. Adapun perkusi mengatur tempo vokal pria berkupluk. Sedangkan, penonton menggerakan badannya mengikuti kolaborasi tarawangsa dan baladaan.
Usai mereka berkolaborasi, para penonton yang duduk bersila dan berdiri bertepuk tangan dan ingin agar pertunjukkan diteruskan. Namun, waktu sudah malam, lebih dari pukul 22.00 hingga pertunjukkan kolaborasi itu adalah penutup dari rangkaian Malam Minggu Berbudaya, yang rutin dilaksanakan Komunitas Cermin.
Sebelumnya, diskusi kebudayaan Hari Kebangkitan Nasional, pembacaan sajak Sunda dan tari jaipongan digelar di tempat dan acara yang sama.
Kemarin malam, Malam Minggu Berbudaya dilaksanakan di studio terbuka Radar Tasikmalaya. Acara tersebut dilaksanakan hasil kerja sama antara Teras Budaya Tasikmalaya dengan Komunitas Cermin.
?Ini sebetulnya melanjutkan (acara sebelumnya, red). Karena sebenarnya Malam Minggu Berbudaya sudah dilakukan setiap bulan oleh Komunitas Cermin. Hari ini kita dengan bendera baru, Teras Budaya ingin ikut mencoba memberikan ruang apresiasi terhadap perkembangan seni budaya di Tasikmalaya,? ujar ketua Teras Budaya M Fahrur, tadi malam (26/5).
Komunitas budaya di Tasikmalaya, kata dia, masih banyak. Namun keberadaannya tidak seperti dulu yang eksis dengan dukungan pemerintah daerah dan semua pihak. Ruang-ruang untuk bergerak mengembangakan budaya di Tasikmalaya pun dinilai masih sangat kurang. Padahal untuk membangkitkan kembali seni budaya membutuhkan dukungan dari semua pihak. ?Padahal seni budaya adalah sebagai akar masyarakat kita sendiri,? katanya.
Ketua Komunitas Cermin Asmansyah Timutiah menuturkan kebudayaan merupakan kekuatan lokal yang bisa membangkitkan kembali identitas daerah Tasikmalaya. Terlebih, puncak dari sebuah kebangkitan nasional berawal dari budaya yang berkembang di daerah tersebut. Namun untuk saat ini kata dia, dengan adanya obsesi pemerintah merubah Kota Tasikmalaya menjadi wilayah perdagangan dan ekonomi secara langsung mengikis tradisi kebudayaan lokal.
?(Kebudayaan) sangat bergeser. Apalagi dengan pemerintah mencoba menggembosi wilayah ekonomi termaju di Priangan Timur misalnya. Itu mau tidak mau, imbasnya pada persoalan tradisi yang akan terkikis,? jelasnya.
Perubahan pembangunan kota yang semakin modern merubah gaya hidup masyarakat Tasikmalaya menjadi keras. Hal tersebut menurutnya berseberangan dengan tradisi budaya Sunda yang selamanya mendidik orang untuk menjadi halus. Beberapa contoh permainan tradisional saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak karena tergerus permainan modern.
Padahal menurutnya, permainan-permainan tradisional seperti Gatrik memberikan pelajaran solidaritas yang tinggi bagi anak-anak yang melakukannya. Komunitas Cermin bertekad akan terus berupaya membangkitkan kembali nilai-nilai budaya di Tasikmalaya melalui berbagai kegiatan. ?Kami akan terus melakukan workshop-workshop kesenian. Dengan SMA, dengan umum. Baik itu kesenian tradisi, maupun modern. Kita tidak menolak yang modern tapi kita tidak menghilangkan yang tradisi. Kolaborasi sangat penting di sini,? pungkasnya. (sep/pee)- Sujud Syukur Berlangsung, Corat Coret Tetap Ada
Kemarin (26/5 ) menjadi waktu bersejarah bagi siswa SMA sederajat. Mereka menerima hasil kelulusan. Beragam cara dilakukan generasi gadget (Gen G) ini saat meluapkan rasa syukur: Ada yang menyumbangkan seragam, sujud syukur, konvoi malah corat coret seragam.
Di Kota Tasikmalaya, kemarin, siswa SMAN 1 Kota Tasikmalaya melepas balon dan bersujud syukur sebagai ungkapan syukur, setelah 343 siswa di sekolah unggulan itu dinyatakan lulus.
?Kami melakukan doa bersama dan sujud syukur atas keberhasilan dalam melaksanakan ujian akhir,? ujar Wahyu, wakasek SMAN 1 Tasikmalaya kemarin.
SMAN 1 Kota Tasikmalaya sudah empat tahun terakhir melaksanakan sujud syukur sebagai langkah meniadakan corat coret seragam. ?Kami akan terus mempertahankan acara sujud syukur ini,? tambahnya.
Kemarin, siswa sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) juga mengadakan acara lepas balon. Puluhan balon aneka warna warni itu diikatkan menjadi satu, kemudian di bwahnya ditempelkan kain yang berisi tanda tangan siswa. ?Pelepasan balon ini melambangkan individu kami dan kami berharap bisa terbang tinggi mencapai cita-cita,? ujar Atep, siswa SMA N 1 Tasikmalaya.
Di kain ?yang ditempelkan ke balon, kata Atep, berisi semua tandatangan siswa kelas tiga. ?Itu menyimbolkan sebagai pengganti seragam yang di corat-coret,? tambahnya.
Di Ciamis, aksi simpatik (sujud syukur) juga dilaksanakan siswa SMAN 1 Ciamis dan SMA Informatika Ciamis. ?Alhamdullillah, kalian semua pagi ini dinyatakan lulus,? ujar Kepala SMAN 1 Ciamis Drs. H. Wawan Haryawan M.Pd saat mengumumkan kelulusan 287 siswanya kemarin.
Kemudian ratusan siswa pun dibimbing guru melaksanakan sujud syukur.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMA Informatika Ciamis. Ketua Yayasan SMA Informatika Tatang Djauhari mengimbau kepada anak didiknya agar tidak mencorat-coret seragam dan konvoi. ?Kalau kita tahu ada siswa yang konvoi ugal-ugalan dan corat-coret seragam, ijazah kalian tidak akan diberikan. Karena ini demi kebaikan kalian dan nama baik sekolah ini,? ancamnya.
KUMPULKAN SERAGAM
Sebanyak 287 siswa SMAN 1 Ciamis juga menyumbangkan baju seragam kepada adik kelasnya yang kurang mampu. ?Setelah terkumpul, baju seragam siswa kelas tiga yang sudah lulus itu disumbangkan kepada siswa yang secara ekonominya kurang dan sebagaian lagi disalurkan ke panti asuhan,? ujar Kepala SMAN 1 Ciamis Drs H Wawan Heryawan MPd. Kegiatan menyumbangkan seragam sekolah sudah dilakukan SMAN 1 Ciamis sejak beberapa tahun ke belakang.
Penyumbangan seragam sekolah, kata Wawan, salah satu tujuannya supaya siswa tidak terjebak dalam aksi corat-coret seragam. ?Dari pada dicurat-coret mendingan dikumpulkan seperti ini. Manfaatnya besar dan siswa juga tidak keberatan,? ujarnya.
Sri Mulyani, siswi SMAN 1 Ciamis yang dinyatakan lulus mengatakan penyumbangan seragam lebih bermanfaat ketimbang baju tersebut dicoret-coret. ?Saya lebih baik seperti ini (dikumpulkan, red), banyak manfaatnya,? ungkap Sri kemarin.
GURU PANTAU PESTA KELULUSAN
Beberapa guru SMK dan SMA di Kota Tasikmalaya, kemarin, turun memantau ke beberapa tempat yang disinyalir bakal dijadikan tempat nongkrong para siswa yang dinyatakan lulus. Guru-guru itu mendatangi Alun-alun Tasikmalaya, Dadaha, Taman Makam Pahlawan, HZ Mustofa dan lainnya.
Langkah pemantauan itu supaya pihaknya bisa meminimalisir upaya corat-coret pakaian seragam dan konvoi yang dilakukan siswa usai pengumuman pelulusan.
?Pemantauan ini perintah dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya juga hasil musyawarah dengan pihak Polres Tasikmalaya,? ungkap pria berkumis yang mengaku guru dari salah satu SMK, kemarin.
Meski para guru telah turun memantau, tapi di beberapa titik, seperti Alun-alun, Dadaha dan Taman Makam Pahlawan masih terlihat konvoi puluhan kendaraan yang dikendarai siswa dengan pakaian yang telah dicoret-coret dengan cat semprot.
Selain guru, pihak kepolisian pun giat menyisi beberapa tempat. Namun ratusan kendaraan yang konvoi tetap saja ada. ?Pinter barudak mah, polisi kadieu manehna kaditu,? ungkap Sri warga Saptamarga Kota Tasikmalaya, kemarin.
Rata-rata seragam yang dicorat coret tidak ada atribut nama sekolah. Hanya beberapa siswa saja yang masih memakai lambang almamater sekolahnya. (mg3/yna/dem)- ATASI TEKANAN THE JACK MANIA
Persib Optimis Raih Poin Penuh
BANDUNG ? Duel klasik dua tim musuh bubuyutan Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Minggu (27/5) hari ini, dipastikan bakalan berlangsung ketat. Persib dan tim tuan rumah Persija sama-sama membidik kemenangan.
Hasil positif di tiga laga sebelumnya saat menghadapi Persiwa Wamena, Pelita Jaya Karawang dan PSPS pekanbaru Riau, membuat entrenador (pelatih) Persib Bandung Robby Darwis (RD) termotivasi kembali meraih poin saat menghadapi tim asal Ibu Kota Persija Jakarta. Apalagi, saat ini kondisi para punggawanya tengah dalam keadaan siap tempur.
Dari grafik perkembangan fisik dan mental, kata RD, para punggawa Persib sudah mengalami perkembangan yang cukup baik. Maka saat menghadapi pertandingan nanti, semua pemain telah memiliki kepercayaan yang tinggi untuk meraih hasil positif di kandang lawan.
?Kondisi pemain bagus, semua pemain tidak ada yang sakit. Di samping itu, kebersamaaan sudah meningkat. Kita lihat saat makan juga sekarang mulai bareng- bareng dan segala macamnya pun seperti itu,? ujar RD kepada wartawan.
?Kepercayaan diri pemain sedang penuh, kita juga sudah paham dengan kondisi itu. Tapi kita meski berusaha terus untuk meningkatkan permainan dan motivsi kita agar bisa mencuri poin di sana,? sambungnya kembali.
Disinggung terkait kekuatan Persija dan dukungan penuh para The Jack Mania, RD menegaskan, hal itu bukanlah menjadi kendala. Pasalnya, dengan tekad semua pemain Persib yang ingin meraih kemenangan dari Persija, dirasanya sudah cukup menjadi bekal bagi pasukannya untuk memetik kemenangan di Jakarta.
?Kita juga punya pemain yang sama berkualitas. kita tidak takut dengan motivasi tinggi dari lawan dan dukungan suporternya, kita kan main bola dengan sebelas pemain di lapangan. Kalau pun tekanan dari supporter, itu wajar karena mereka bermain di kandangnya. Tapi saya tegaskan kita tidak akan terpengaruh hal itu,? tandasnya.
Kembalinya bomber haus gol Persib, Noh Alam Shah ?-dipertandingan sebelumnya lawan PSPS Pekanbaru Riau, harus absen akibat akumulasi kartu kuning?dipandang RD merupakan suatu hal yang positif. Sebab, pria yang akrab disapa Along tersebut memiliki peran besar dalam kebangkitan Persib di putaran kedua ini.
Maka dengan kembalinya Along, diharapkan mampu membawa keberuntungan bagi Persib untuk bisa meraih kemenangan atas Persija. Terlebih laga sore ini merupakan pertandingan syarat emosi yang mempertaruhkan nama besar kedua tim. (asp)- Pasokan Gas 3 Kg Berkurang
Pedagang Mengaku Tidak Tahu Alasan Pengurangaan
TASIK ? Sepekan terakhir ini pasokan elpiji 3 kilogram ?menghilang? setengahnya. Para pedagang energi pengganti minyak tanah itu mengeluhkan kondisi tersebut.
Tedi, pemilik toko di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya mengatakan sudah satu minggu ini pasokan gas elpiji 3 kilogram berkurang. ?Saya kurang tahu akan berkurangnya pasokan gas elpiji 3 kilogram, karena dari pihak pemasok hanya mengatakan, ?Pasokannya dikurangi,?? ujarnya, kemarin (25/5) di tokonya.
Dia berharap pasokan elpiji kembali normal. ?Karena permintaan konsumen yang sangat banyak,? tambahnya.
Pedagang lainnya, H Amar penjual gas elpiji 3 kilogram di Jalan LE Jaelani Kota Tasikmalaya mengatakan berkurangnya pasokan gas ke tokonya sudah terjadi sejak 10 hari lalu. Dia mendapatkan informasi bahwa pasokannya dibagi. Meski demikian, dia tidak mengetahui pasokan gas tersebut dibagi ke daerah mana.
Berkurangnya pasokan gas 3 kilogram juga dirasakan pedagang di Ciamis.
Yayah, pemilik pangkalan gas di Jalan Rumah Sakit Kabupaten Ciamis. Menurutnya, sekitar sepekan ini pasokan gas elpiji perharinya dari agen berkurang hingga mencapai 50 persen. ?Dari agen biasanya perhari mendapat jatah 360 tabung, kini hanya 180 tabung,? ungkapnya kepada wartawan kemarin (25/5).
Yayah mengatakan kelangkaan gas elpiji, menurut agen terjadi akibat lambatnya pengisian dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).
Efek pengurangan pasokan gas, membuat pendapatan Yayah berkurang 50 persen. Malah, ada pelanggannya, khusunya para penjual gorengan sebagaian beralih ke minyak tanah, meskipun harganya lumayan mahal.
?Pelanggan saya banyak yang mengeluh terutama pedagang, dengan berkurangnya pasokan gas ini. Karena para pedagang sebagian ada yang beralih ke minyak tanah, sementara minyak tanah mahal,? ujarnya.
Kelangkaan gas elpiji, kata Yayah, belum bisa diperkirakan batas waktunya. Terlebih belum ada tembusan dari agen. ?Kelangkaan ini juga belum jelas penyebabnya,? ujarnya.
Usman (45), pedagang gas mengaku belum mengetahui penyebabnya berkurangnya pasokan gas.
?Kelangkaan ini menurunkan penghasilan hingga 50 persen, karena dari pengiriman per harinya biasa 500 tabung, sekarang dibatasi 250 tabung sehingga langganan saya banyak yang complain, terutama pedagang yang selalu membeli dua hari sekali,? ungkapnya.
BERALIH KE MINYAK TANAH
Berkurangnya pasokan gas 3 kilogram membuat para pedagang gorengan dan rumah makan di Ciamis sebagian beralih menggunakan minyak tanah. ?Saya terpaksa menggunakan minyak tanah untuk cadangannya, meski harganya mencapai Rp 10.000 per liternya,? ujar Engkar (48) pedagang gorengan.
Daripada tidak dagang, Engkar lebih baik mengeluarkan anggaran lebih besar. ?Ya lebih baik gunakan minyak tanah dulu sebelum gas stabil lagi,? ujar Engkar.
Menurut dia, kelangkaan gas dan beralihnya ke minyak tanah membuat keuntungannya berkurang. ?Kalau gas itu, Rp 15.000 bisa terpakai tiga hari, kalau minyak tanah itu, satu liter paling satu hari,? ujarnya.
Engkar berharap pasokan elpiji bisa normal lagi, karena efeknya dirasakan pedagang kecil. ?Kalau bisa secepatnya lah kembali lagi stabil,? harapnya.
Yani (34), pemilik rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman Ciamis menuturkan berkurangnya pasokan gas elpiji 3 kilogram tidak berpengaruh kepada usahanya, karena dia menggunakan elpiji 12 kilogram. ?Tidak tahu ke depannya, kalau terus langka. Mudah-mudahan tidak lama lah bisa stabil lagi,? tuturnya.
Saat dikonfirmasi via telepon tadi malam, Rusmana, ketua Hiswana Migas Priangan Timur belum memberikan keterangan terkait kabar berkurangnya pasokan gas 3 kilogram ini. (mg3/yna/pee)- Lagi, Praja IPDN Meninggal Dunia
Infeksi Selaput Otak, Polisi Terus Memantau
BANDUNG ? Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali berduka. Yudi Wardana (22) mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor meninggal di Rumah Sakit Al Islam, Bandung kemarin (25/5) sekitar pukul 01.40.
Divisi Pemasaran RS AL Islam dr Wendi Adam menyebutkan Yudi dibawa ke RS Al Islam pada Rabu (23/5) sekitar pukul 21.40 dengan kondisi sakit parah.
?Meninggal tadi subuh pukul 01.40,? kata dia kepada wartawan di RS Al Islam, Kota Bandung.
Wendi mengatakan, saat sampai di RS, Yudi mengalami deman selama tiga hari disertai penurunan kesadaran. Saat datang Yudi langsung dimasukkan ke High Care Unit (HCU).
Praja tersebut lanjut Wendi diduga kuat tewas lantataran terserang virus di otak. ?Berdasar hasil pemeriksaan korban tewas karena virus,? ujarnya.
Dia mengatakan Yudi masuk rumah sakit mengantongi surat rujukan dari poliknik IPDN dan RS AMC Cileunyi Bandung. ?Berdasar hasil pemeriksaan, korban meninggal karena sakit, selain itu ada infeksi di selaput otak itu biasanya karena virus atau bakteri. Bukan karena pukulan atau sejenisnya. Dan saat pemeriksaan pun, sama sekali tidak ada luka-luka seperti pukulan,? tambahnya.
Sementara itu keluarga dan kerabat Yudi Wardhana Siregar (22) mengetahui praja IPDN semester akhir itu meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari tadi, kemarin. ?Kami dini hari tadi tahu, dari telepon pihak IPDN,? ujar Ardon Suaharsono, paman Yudi di Rumah Sakit Al Islam.
Menurut keterangan keluarga lain bernama Cici, Yudi sudah mengalami sakit kepala selama dua minggu. Oleh karena itu saat masuk RS kondisinya sudah sangat kritis. ?Kemungkinan infeksi berat di daerah selaput otak itu dikarenakan bakteri,? bebernya.
Cici mengungkapkan, sebelum dibawa ke RS Al Islam, Yudi pernah berobat ke beberapa tempat, seperti di RS Grogol Jakarta dan juga sempat ditangani di klinik IPDN.
Humas IPDN, Sudaryana mengatakan, praja itu meninggal karena sakit. ?Yang jelas, Yudi meninggal karena sakit setelah dirawat di RS Al Islam,? ujar Sudaryana.
IPDN belum mengetahui Yudi Wardhana memiliki riwayat penyakit infeksi selaput otak. ?Kalau itu kami tidak tahu. Yang jelas selama ia menempuh pendidikan di sini hingga semester delapan tidak ada keluhan penyakit tersebut. Keluhannya sejak dua minggu lalu,? terangnya.
Sesuai prosedur, lanjut Sudaryana , jika ada keluhan sakit, setiap praja di IPDN lebih dulu dirawat di klinik IPDN. ?Jika penyakitnya cukup berat, kami merujuknya ke RS,? terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatinangor Kompol Nana Sumarna mengatakan pihaknya ikut memantau meninggalnya Yudi, kontingen praja asal DKI Jakarta. Jika pihak keluarga berkenan, pihak kepolisian akan meminta rekam mediknya.
?Kami hanya memantau dan mengumpulkan data saja. Jika berkenan, bisa saja kami meminta rekam medik pada pihak RS. Kalau visum et repertum, itu harus melalui laporan keluarga. Terlebih yang meninggal praja IPDN,? terang Nana.
Kemarin jenazah Yudi dibawa mobil jenazah RS Al Islam didampingi sebuah mobil Avanza hitam ?yang diisi oleh beberapa orang menggunakan seragam IPDN. Jenazah Yudi dibawa ke Cibubur RT 2 RW 4 Jakarta Timur. (dnd/apt/jpnn)- Kades Dilarang Berpolitik Praktis
BANJAR ? Wali Kota Banjar, Dr H Herman Sutrisno MM menyatakan, seorang kepala desa tidak boleh berpolitik praktis karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Netralitas Kepala Desa. Dengan berpolitik praktis, Kades dikhawatirkan tidak akan mampu mengemban amanah dengan baik.Herman menjelaskan, posisi kepala desa harus netral karena akan melayani seluruh lapisan masyarakat. Kalau ditemukan ada kepala desa yang masuk dalam struktur partai, maka kades tersebut bisa kena sanksi karena melanggar peraturan pemerintah tersebut. ?Bisa kena sanksi kalau kades berpolitik,? ungkapnya dalam sambutannya ketika pelantikan Kepala Desa Rejasari, kemarin (2/10).
Di luar ranah politik, kata Herman, sebetulnya banyak potensi di desa yang bisa dikembangkan seorang kades, itupun kalau dia mampu mengelolanya dengan baik. Apalagi saat ini desa mendapatkan jatah anggaran dana desa (ADD) yang lebih besar, dibandingkan dengan desa-desa di luar Kota Banjar.
?Tugas kades adalah membina masyarakat untuk meningkatkan pembangunan serta melayani dan mengembangkan perekonomian masyarakat,? tegasnya.
Sementara, Soni Harison, kepala Kesbangpolinmas Kota Banjar menyatakan, berdasarakan peraturan pemerintah, sanksi yang diterima seorang kades yang melanggar peraturan pemerintah itu bisa dijatuhkan atas usulan dari BPD yang ditujukan kepada wali kota. Baru kemudian pihaknya bisa menindaklanjutinya.
?Sampai saat ini belum ada kades yang kena sanksi akibat berpolitik, kendati ada beberapa kepala desa yang menjadi kepengurusan di struktur partai,? ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kades Rejasari terpilih, Nanang Suryana mengaku dirinya bukan kader partai politik dan tidak akan terbuai untuk masuk menjadi kader partai selama menjabat Kepala Desa Rejasari. Dia juga mengaku sudah mempunyai program yang segera direalisasikan. Antara lain dalam mengembangkan lahan produktif untuk ditanami pepaya California. Pihaknya akan mencari investor untuk mengelola lahan seluas 13 ha tersebut. ?Kalau ada yang minat, nanti saya akan berikan kepada investor dengan bagi hasil 40 persen bagi desa dan 60 persen bagi investor,? ungkapnya. (zi)
- Warga Gentong Raih Blackberry
TASIK ? Radar Tasikmalaya kembali mengundi program Terima Kasih Pembaca Radar Tasikmalaya tadi malam. Pengundian kali ini terasa lebih spesial karena dilakukan di hadapan peserta karaokean di Studio Out Door Radar Tasikmalaya Televisi.?Sebagai bentuk transparansi kami terhadap keabsahan pemenang, maka dilibatkan masyarakat umum,? ujar Manajer Pemasaran Radar Tasikmalaya Dede Supriadi usai menyaksikan proses pengundian hadiah tadi malam.
Dede berharap program ini menguatkan eksistensi Radar di masyarakat. Radar bukan koran yang bersifat segmented atau milik satu kalangan. ?Radar itu milik semua masyarakat,? jelas dia.
Program Terima Kasih Pembaca ini dibagi dalam beberapa kategori. Diantaranya, program triwulan yang berhadiah lemari es dan smartphone. Nah, dalam pengundian tadi malam, lemari es diperoleh Nazar Rismawan, warga Jalan Cieunteung, Sukarame, Kelurahan Argasari
Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.
Blackberry dimenangkan Nanung Surtini, warga Kampung Gentong Kelurahan Buni Asih Kecamatan Kadipaten. Televisi diraih Drs H Endang Yoyon, warga asal Cisayong. Koin emas oleh Iyan Dahyan, warga Kampung Sindangsari Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari.
Dewi, warga Bebedahan yang ikut mengundi program Terima Kasih Pembaca tadi malam, menyambut baik program Radar tersebut. ?Acaranya bagus dengan melibatkan masyarakat dalam pengundian,? tuturnya. Tapi, dia berharap pembaca lebih termotivasi membaca isi korannya dan bukan hanya ingin mendapatkan hadiah semata. (mg4)
- Askes Siap Berubah Jadi BPJS
TASIK ? PT Askes Cabang Tasikmalaya siap beralih menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan. Proses tranformasi tersebut tanpa proses likuidasi atau pemecatan karyawan.Kepala PT Askes Kantor Cabang Tasikmalaya Falah Rakhmatiana mengatakan ke depan PT Askes akan menjadi sebuah badan negara yang tetap dikelola secara profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
?Tidak boleh kembali pada birokrasi tapi prinsip korporasi dan kami terus melakukan pembenahan secara internal untuk menyongsong transformasi yang ditargetkan akhir tahun ini selesai,? tuturnya saat memaparkan rencana transformasi PT Askes menjadi BPJS di Jalan Tanuwijaya Empangsari, kemarin (2/10).
Pada 1 Januari 2014, kata dia, PT Askes akan berubah dari persero menjadi badan hukum publik yang tidak akan menghalangi layanan terhadap anggota dan tidak akan ada pemecatan karyawan karena tidak akan terjadi merger dengan penyedia jaminan sosial lainnya, seperti Jamsostek atau Taspen.
Bahkan, PT Askes akan merekrut lebih banyak lagi staf dan membuka kantor cabang baru untuk mempersiapkan pemberlakuan Undang-Undang BPJS tahun 2014. ?Ini semacam ganti baju saja, jadi tidak ada likuidasi, pemberhentian karyawan atau penghentian program,? tutur dia.
?Pada 2014 PT Askes akan bubar namun tanpa likuidasi. Ini yang selalu kami tanamkan ke karyawan Askes agar tidak timbul keresahan. Alhamdulillah seluruh karyawan Askes di semua kantor cabang menyatakan dukungan penuh,? tuturnya.
Dengan pengalaman di bidang asuransi, Askes yakin dapat menjalankan amanah pemerintah sejak berubah status pada 1 Januari 2014. Apalagi sudah terjadi perbaikan kinerja bersama pihak ketiga (rumah sakit).
?Bagi Askes, transformasi ini sudah di depan mata karena tinggal satu tahun lebih. Meski diburu waktu, kami optimis tanggal 1 Januari 2014, pelayanan Askes sudah bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,? tegas dia. (kim)
- Sehari Dua Mobil Dibobol Maling
CIAMIS ? Gila. Sehari kemarin dua mobil Nissan Grand Livina dibobol maling. Kejadiannya sama-sama di Jalan Raya Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Rentang waktu kejadian sekitar empat jam (pukul 12.00 ? 15.00). Modus pelaku memecahkan kaca. Kerugian korban belasan jutan rupiah.Korban pertama adalah Bagus (33) warga Dusun Kidul Desa/Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Pemilik Rumah Makan Beti itu kehilangan uang tunai Rp 4 juta dari dalam mobil Livina bernopol Z 1846 US.
Korban kedua adalah H Ujang Endin (49) warga RT 03/09 Kelurahan Kertasari Kabupaten Ciamis. Kepala Bagian Hukum Pemkot Banjar itu kehilangan laptop seharga Rp 10 juta dari mobil dinas merek Livina bernopol Z 102 X.
Informasi kejadian yang menimpa Bagus diterima Radar sekitar pukul 12.00. Dalam pesan singkat yang diterima Radar disebutkan ada kejadian pencurian dengan modus memecahkan kaca di parkiran Rumah Makan Beti di Dusun Kidul Desa/Kecamatan Cijeungjing. Ketika Radar mengecek lokasi, di sana terlihat anggota Polsek Cijeungjing tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Karyawan Rumah Makan Beti, Nina (17), mengaku sekitar pukul 12.00 mendegar bunyi alarm mobil putih milik majikannya yang diparkir di depan rumah makan. Saat dicek, tampak sepeda motor Satria FU warna hitam polet merah di samping mobil.
Tidak lama kemudian, kata dia, motor yang ditumpangi dua orang itu meluncur ke arah Tasik. ?Saat itu bos saya datang sambil bilang, kenapa mobil bunyi? Lantas alarmnya dimatikan sambil ke luar dari rumah makan,? terang warga Cijeungjing ini.
Nina mengatakan bosnya kaget ketika melihat kaca tengah mobil sebelah kanan pecah. Suasana menjadi ramai karena uang milik Bagus sebesar Rp 4 juta yang disimpan di tas hitam raib. Bagus melaporkan kejadian itu ke Polsek Cijeungjing.
Nina menjelaskan Bagus pagi-pagi berangkat ke Tasik untuk mengurus beberapa keperluan dan mengambil uang ke bank. Pukul 10.00, Bagus kembali dan memarkirkan mobil di depan rumah makan. Lalu, Bagus pergi ke rumahnya yang berada di belakang rumah makan untuk istirahat.
Namun, bosnya terlihat tidak membawa apa-apa saat turun dari mobil. ?Tahu-tahu kejadiannya itu, sekitar pukul 12.00. Saya yakin dua orang yang boncengan di motor yang mencuri (uang) itu. Karena saat itu langsung lari,? ucapnya ketika ditemui Radar di Rumah Makan Beti. (isr)
- Batik Tasikmalaya Masih Kalah Pamor
TASIK ? Perajin batik di Kota Tasikmalaya sudah menjamur. Sayangnya, batik Tasik masih kalah pamor dibanding batik Pekalongan, Cirebon dan Solo. Padahal, keelokan batik Tasik tak bisa dianggap sebelah mata.Pemerhati batik Tasikmalaya Hendro Nugraha mengatakan bagi Tasikmalaya, batik memiliki historis yang tidak boleh diabaikan. Apalagi, di Tasikmalaya pernah diresmikan Koperasi Mitra Batik oleh Presiden Pertama RI Ir Soekarno.
?Tidak bisa dipungkiri bahwa batik merupakan hasil perajin asli Tasik. Namun eksistensinya kini masih kalah pamor oleh batik dari Jawa (Tengah dan Jawa Timur),? tuturnya kepada Radar, kemarin.
Hal ini, kata Hendro, karena pengusaha masih mengandalkan kegiatan promo dan ekspose di luar kota dengan fasilitas pemerintah. Mereka masih kurang lincah menjalin jaringan dalam melakukan pemasaran.
?Selain itu yang jadi masalah batik Tasik adalah sering dibeli oleh pengusaha Garut dalam partai besar. Sehingga di luar kota lebih terkenal batik Garut. Padahal yang membuatnya orang asli Tasik,? tuturnya.
Ditambah lagi, kata dia, antusias masyarakat, khususnya remaja untuk memakai batik masih minim. Mereka masih menganggap batik merupakan pakaian formal. ?Peminat lokal terhadap batik masih kurang dan terlihat tidak terlalu doyan. Padahal ini merupakan hasil produksi asli Tasik,? ujarnya.
Di Hari Batik Nasional yang akan berlangsung hari ini (2/10), dia berharap eksistensi batik Tasik bisa lebih dikibarkan dengan melakukan terobosan, baik dari sisi produksi maupun pengembangannya.
?Ditambah saat ini batik Tasik belum memiliki ciri khas. Jadi, ke depan diperlukan sebuah eksperimen untuk menasbihkan diri bahwa Batik Tasik layak diperhitungkan,? tuturnya.
Ketua Harian Dekranasda Kota Tasiikmalaya yang juga Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tantan Rustandi mengakui batik Tasik masih kalah pamor dibanding batik lain.
?Kita akui kalau batik Tasik masih kalah branding,? ujar dia. Hal itu, kata dia, terjadi karena belum ada kesamaan visi dalam mengembangkan produksi batik antarsesama pengusaha.
**PARADE
Berkaitan dengan momentum Hari Batik Nasional, Tantan mengatakan acara peringatan Hari Batik Nasional akan dipusatkan di Makodim 0612 Tasikmalaya. Acaranya berupa parade batik yang ikuti 500 orang dan sarasehan perajin batik untuk membedah pengembangan industri batik.
?Kita akan mengajak para perajin dan pengusaha curhat dan mencari solusi agar batik Tasik ini lebih maju dan mendunia,? tuturnya. (kim)
- Giliran Warnet Jadi Korban
CIAMIS ? Korban peredaran uang palsu (upal) bertambah lagi. Pekan lalu, dua pedagang di Pasar Manis menjadi korban. Masing-masing bernama Ningsih, pedagang buah-buahan dan Maman, pedagang kelontongan.Kemarin, giliran Tedi Setiyadi, pemilik warung internet di Jalan Juanda yang mengaku ketiban sial. Tedi menduga mendapati uang palsu dari seorang pria yang menggunakan jasa internet pada malam hari.
Dia mengatakan uang palsu itu pecahan Rp 100 ribu. ?Awalnya, saya tidak menyangka bahwa itu uang palsu karena kondisi uang mirip banget dengan uang asli,? tuturnya kepada Radar, kemarin (1/10).
Dirinya baru menyadari bahwa itu uang palsu ketika membereskan uang pagi hari. Saat itu dia membandingkan uang tersebut dengan uang asli, ternyata berbeda, baik dari segi kertas maupun warna.
?Awalnya, ketika saya melihat warna uang berbeda dengan yang asli. Ketika diperiksa lebih lanjut ternyata memang palsu,? ujar Tedi. Dia menerangkan uang palsu warnanya pudar.
Uang palsu lolos dari pengawasannya karena pelaku beraksi pada malam hati ketika operator warnet kurang konsentrasi akibat ngantuk. Dia tidak pernah mendapati uang palsu pada siang hari.
Tedi mengatakan peritiwa seperti ini sudah dua kali terjadi selama bulan September 2012. ?Semua tidak diketahui pelakunya karena (kejanggalan, red) diketahuinya ketika pagi hari sewaktu membereskan uang,? papar dia.
Dia berharap pihak kepolisian mengecek kondisi di lapangan. Pasalnya, saat ini uang palsu meresahkan masyarakat, khusunya pedagang atau usaha warnet.
Ketika dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Shohet SH MH menuturkan saat ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai uang palsu. Pihaknya juga belum menemukan sindikat peredaran uang palsu di Ciamis. ?Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti kami melakukan penyelidikan lebih lanjut,? pungkas dia. (yna)
- Puluhan Motor Diamankan
TASIK ? Sebanyak 32 unit motor diparkir di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota, kemarin (30/9). Motor-motor itu merupakan hasil razia polisi dan TNI.Informasi yang dihimpun Radar, motor-motor itu hasil razia gabungan TNI dan Polri di Jalan HZ Mustofa Sabtu (29/9) pukul 21.00 dan di Jalan Cilembang pada Minggu (30/9) pukul 03.00 Kota Tasikmalaya.
Setelah terjaring razia, kendaraan itu langsung diamankan ke Mapolres Tasikmalaya. Semenedara pemilik kendaraannya diberi pembinaan dan menandatangani pernyataan sikap.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Kencana SP mengatakan pihaknya menerima limpahan 32 kendaraan hasil razia dan diamankan di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota. ?Kendaraan itu hasil razia gabungan TNI - Polri sebagai salah satu bentuk upaya dalam menekan aksi geng motor,? ujar dia kemarin.
Selain sebagai antisipasi kekacauan yang disebabkan geng motor, razia kendaraan itu karena motor-motor itu berknalpot bising sehingga ketika pemiliknya hendak mengambil kendaraannya wajib menyertakan surat kendaraannya.
Kasatsabhara Polres Tasikmalaya Kota AKP Setiana mengatakan pihaknya ikut mengamankan 18 unit kendaraan ?dari 32 kendaraan? yang diamankannya. (dem)
- Budi Kesalip Jokowi
TASIK ? Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya terpilih Drs H Budi Budiman ? Ir H Dede Sudrajat MP mengaku kesel menunggu prosesi pelantikan. Apalagi mendengar bahwa pelantikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo lebih cepat, meski pilkadanya belakangan.?Ya, yang namanya menunggu itu mengesalkan, apalagi selama empat bulan,? ujar HB ?sapaan akrab H Budi Budiman? saat menghadiri acara silaturahmi akbar Partai Bintang Reformasi beberapa waktu lalu.
Namun, HB menyatakan tidak akan memaksa KPU dan DPRD Kota Tasikmalaya mengubah jadwal pelantikan yang direncanakan pada 14 November 2012. ?Cuma saya masih bertanya, kenapa di Jakarta yang baru selesai pemilihan, Jokowi sudah akan dilantik,? ungkapnya.
Selama menunggu prosesi pelantikan, HB berusaha mempelajari dan memahami lebih dalam setiap persoalan yang nanti harus diselesaikan. ?Salah satunya saya sedang menyoroti kinerja dinas,? terangnya ketika didampingi Dede Sudrajat.
Sebelumnya, anggota Fraksi PPP Kota Tasikmalaya H Ajat mengatakan tahun 2002 ?saat pasangan H Bubun Bunyamin dan H Syarif Hidayat? memang pernah diundur tiga bulan karena ada masalah. Saat ini kenapa pelantikan Budi-Dede tidak bisa dimajukan, padahal tidak ada putaran kedua atau gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua KPU Kota Tasikmalaya Drs H Cholis Muchlis MPd menegaskan prosesi pelantikan pasangan terpilih tidak bisa dimajukan dari jadwal yang telah ditetapkan, karena berpengaruh pada masa jabatan wali kota sebelumnya. ?Masa jabatan wali kota sebelumnya akan berakhir pada 14 November 2012. Jadi, tidak bisa dipercepat,? tuturnya.
Sebagai penyelenggara pilkada, kata dia, KPU hanya melaksanakan aturan perundang-undangan. Dan, semua pihak semestinya berpegang pada aturan. ?Kalau dipercepat nabrak jabatan wali kota sebelumnya,? tandas dia. (kim)
- Pencandu Narkoba Bisa Disembuhkan
DAYEUH LUHUR ? Yayasan Wiramas Bhakti Madani, organisasi concern dalam penyembuhan pencandu narkoba membuka cabang pengobatan di perbatasan Banjar-Cilacap. Tepatnya di Jalan Maryani no 36, Buniseuri, Desa Panulisan Kecamatan Dayeuh Luhur, Kabupaten Cilacap.Satria N Permana SE, ketua Yayasan Wiramas Bhakti Madani kepada Radar kemarin (30/9) menjelaskan, yayasan tersebut sudah diresmikan Desember 2011. Namun baru kali ini pihaknya bisa membuka pelayanan karena ada beberapa kendala teknis. Sejauh ini tercatat dua puluh pasien narkoba yang ditampungnya.
Dia juga mengaku bersyukur atas dukungan keluarga dan para donatur, karena bisa menempati rumah berukuran 500 m2 sebagai pusat rehabilitas. ?Sekitar 20 orang pasien yang bisa direhabilitasi disini,? ungkap warga Bogor itu.
Pihaknya sudah menyediakan dua dokter ahli dalam menangani pencandu narkoba, tiga perawat dan satu tenaga rohani yang membimbing pasien untuk bisa memperbaiki perilakunya. ?Pengobatannya lima persen dengan cara medis dan sisanya dengan pendekatan rohani yaitu dengan metode tawakal,? ungkap bapak yang mempunyai empat anak dan satu cucu itu.
Yayasan tersebut, terang dia, sengaja didirikan di wilayah perbatasan Banjar-Jateng agar masyarakat kedua wilayah itu bisa memanfaatkannya dengan baik.
Dalam kepengurusan yayasan, dia dibantu beberapa koleganya warga Banjar, yaitu Dadi Mulyadi, Yani S Permana dan M Zaenal Mutakien SH. Mereka membantu memberikan pelayananan kepada masyarakat, baik lingkungan sekitar maupun wilayah Jabar dan Jateng. ?Semoga yayasan ini bisa bermanfaat bagi pecandu untuk sembuh,? ungkapnya. (zi)
- Upal Lagi, Upal Lagi
CIAMIS ? Pedagang harus lebih hati-hati bila menerima uang dari pembeli yang tidak dikenal. Salah-salah kejadian yang menimpa Ningsih, pedagang buah-buahan di Blok F Pasar Manis Ciamis, menimpa Anda.Ningsih, warga Rungki Kelurahan Cigembor Kecamatan/Kabupaten Ciamis, mendapati uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Dia menduga uang itu merupakan pembayaran dari pembeli buah-buahan pada Minggu pagi (30/9).
Janda tiga anak ini menerangkan sekitar pukul 09.00, di kios banyak pembeli. Ketika pembeli surut ?sekitar pukul 11.00? dia menghitung uang hasil penjualan buah-buahan. Dalam tumpukan uang, satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu terasa berbeda dengan yang lain. Kertas uang lebih tebal.
Dia menanyakan perbedaan uang tersebut kepada sesama pedagang. Rekan-rekannya bilang bahwa uang tersebut palsu. ?Saya memastikannya dengan menyiramnya pakai air. Ternyata, warna uang itu luntur, beda dengan uang asli, tidak (luntur, red),? papar Ningsih.
Setelah diingat-ingat lagi, uang tersebut didapat dari seorang pria. Usianya di kisaran 30 atau 40 tahun. Ciri-ciri orang itu tinggi besar dan pakai jaket hitam. ?Saya ingat, dia beli pisang hanya Rp 10 ribu, uangnya Rp 100 ribu yang diberikan ke saya,? ucap dia.
Ningsih mengaku selama tahun 2012 menerima lima lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Sedangkan tahun lalu hanya dua upal pecahan Rp 50 ribu. ?Tahun 2012 lebih banyak,? katanya.
Bukan hanya Ningsih yang mendapat uang palsu. Maman (50), pedagang kelontongan di Pasar Manis juga mengaku dapat uang palsu sekitar tiga hari ke belakang. Pecahannya Rp 50 ribu. Sekilas uangnya seperti asli. Setelah dibanding dengan uang asli, warnanya agak pudar.
Ningsih dan Maman berharap polisi menyelidiki kemungkinan peredaran uang palsu. ?Kami harapkan kepada pihak kepolisian bisa mengungkap peredaran uang palsu dan menangkap pelakunya,? tutur dia.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Shohet SH MH mengakui pelaku sering memanfaatkan waktu-waktu sibuk. Karena, saat itu pedagang biasanya kurang hati-hati dengan uang dari konsumen. Makanya, dia mengimbau pedagang agar lebih hati-hati.
Polisi, sambung dia, tidak berdiam diri. Polisi terus berupaya menangkal kemungkinan peredaran uang palsu. ?Kita menekankan kepada pedagang, uang harus diperiksa terlebih dahulu, jangan asal terima dan memberikan kembalian,? tegas dia. (isr)
- Juara Lomba Cerdas Cermat, Wakili Banjar ke Provinsi Jabar
BANJAR - SMKN 1 Banjar menjadi juara lomba cerdas cermat kepemiluan yang diselenggarakan KPU Kota Banjar. Di final yang digelar di kawasan wisata Kuliner, Doboku, kemarin (29/9) SMKN 1 Banjar meraih juara setelah mengalahkan regu dari SMA N 1 Banjar, SMK 1 Pasundan dan MA Al-Azhar.Dalam lomba pengetahuan kepemiluan itu, SMKN 1 Banjar mengumpulkan 1.650 poin atau unggul 350 poin dari urutan kedua, SMAN 1 Banjar. (Lihat grafis untuk nama-nama juara)
Fajar Rohmanto, Eva Syarifatul Mardiyyah dan Siti Fauziah meraih 1.650 poin setelah melewati tiga babak, yaitu sesi pertanyaan wajib, lempar dan rebutan.
Setelah menjadi yang terbaik di Banjar, regu SMKN 1 Banjar akan mengikuti lomba serupa di tingkat Provinsi Jabar. Lomba tingkat Jabar itu akan dilaksankan pertengahan Oktober 2012.
?Saya sangat senang karena kerja keras dengan menghafal setiap tengah malam ternyata tidak sia-sia,? ungkap Fajar Rohmanto, juru bicara regu SMKN 1 Banjar, kemarin. ?Selanjutnya saya menunggu instruksi dari KPU Kota Banjar atau pihak sekolah untuk mengikuti LCC Provinsi (Jabar),? terangnya kepada Radar.
Komisioner KPU Kota Banjar Divisi Sosialisasi dan SDM KH Iskandar Effendi SHI berterima kasih kepada semua pihak yang telah menunjang keberhasilan acara LCC ini dengan lancar. Pihaknya sengaja mengawali kegiatan yang membidik para pelajar sebagai pemilih pemula supaya intansi lain baik pihak sekolah ataupun Disdik Kota Banjar bisa melaksanakan acara serupa. ?Semoga Disdik bisa melaksanakan kegiatan serupa,? harapnya di depan Kadisdik Kota Banjar H Dahlan SH, MSi, kemarin.
Ferdinan, komisioner KPU Provinsi Jawa Barat --yang turut hadir-- mengungkapkan juara LCC dari setiap kabupaten/kota di Jabar akan dipertemukan di tingkat provinsi.
Targetnya, mereka, pelajar yang masuk kategori pemilih pemula bisa tergugah dengan proses demokratisasi, khususnya Pilgub Jabar Februari 2013. ?Potensi pemilih pemula bisa sampai lima juta orang ini cukup luar biasa,? pungkasnya. (zi)
- PPP Mulai Konsolidasi
TASIK ? DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya menggelar acara silaturahmi akbar di depan kantornya, Jalan Cilembang No 30 kemarin siang. Acara tersebut dihadiri sekitar 1.500 pengurus DPC, pengurus PAC, pengurus Ranting, kader dan simpatisan PPP se-Kota Tasikmalaya.Acara tersebut sebagai ajang konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2014. ?Ini sebagai langkah kami untuk lebih menyukseskan Pemilu Legislatif mendatang,? ujar ketua panitia acara silaturahmi akbar Drs Zaenal Abidin SAg kepada Radar, kemarin (29/9).
Silaturahmi akbar itu juga sebagai tasyakur bi nikmat atas kemenangan pasangan Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman dan Wakil Wali Kota H Dede Sudrajat dalam pilkada lalu. H Budi merupakan ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya. Sedangkan H Dede merupakan pengurus DPW PPP Jawa Barat.
Zaenal berharap terpilihnya wali kota dan wakil wali kota baru dari PPP menjadikan Kota Tasikmalaya lebih maju. ?Semoga kota tercinta kita ini menjadi semakin kondusif, aman, tertib, damai dan maju dalam perekonomian,? ucap dia.
Ketua DPC Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman yang notabene sebagai wali kota terpilih dalam sambutannya menyatakan semua yang sekarang telah diraih dirinya berkat dukungan dan kepercayaan warga PPP dan masyarakat luas. ?Terima kasih atas dukungan semuanya,? jelas dia.
Kata dia, terpilihnya kader PPP menjadi wali kota dan wakil wali kota merupakan prestasi tersendiri bagi PPP. Pasalnya, baru kali ini di Indonesia ada pasangan calon murni dari PPP memenangi pilkada. Budi berpesan kepada seluruh warga PPP untuk selalu menjalin silaturahmi dengan alim ulama. (mg4)
- Lalu Lintas Diminta Tingkatkan Layanan
MANGUNREJA ? Wakapolda Jabar Brigjen Pol Hengky Kaulara meresmikan Gedung Pesat Gatra (GPG) Satlantas Polres Tasikmalaya Sabtu (29/9). Dalam kesempatan itu, dia meminta Satlantas meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.?Ruang ini fasilitasnya disiapkan supaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat yang dilayani juga nyaman,? ungkapnya kepada wartawan.
Usai meresmikan gedung GPG Satlantas, wakapolda memberikan bantuan renovasi SDN Linggaraja Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja dan menandatangani prasasti Polsek Karangjaya Polres Tasikmalaya Kota di Mapolres Tasikmalaya kemarin.
Saat melaksanakan tugas, menurut Hengky, polisi harus memiliki komitmen dalam menegakkan aturan. Demikian juga masyarakat harus punya kesadaran hukum dalam memenuhi tata tertib lalu lintas dan aturan lainnya. ?Kita harus sama-sama bersinergi untuk melihat tentang pelanggaran hukum yang mengarah kepada pembinaan,? ujar dia.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Irman Sugema menjelaskan pembangunan GPG merupakan salah satu upaya Polres Tasikmalaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
GPG Satlantas dibangun di areal Mapolres Tasikmalaya di atas lahan tanah seluas 429 meter persegi dengan luas bangunan 178 M2. ?Gedung ini di bangun mulai bulan Maret sampai Juli 2012. Ini merupakan hibah bangunan dari PT Information Data System (IDS) dan partisipasi masyarakat,? paparnya saat memberikan sambutan pada acara peresmian GPG.
Nama pesat gatra, terang Irman, berawal dari penyederhanaan kalimat: pesatnya gatra kusumaning bangsa. Pesat Gatra artinya wujud, arah, sudut pandang, tujuan, kemajuan yang cepat. Sedangkan kusumaning bangsa mengandung arti mengharumkan bangsa. ?Jika digabungkan berarti dengan arah atau kemajuan cepat untuk mengharumkan bangsa,? ungkapnya.
Dalam acara tersebut, tampak pula Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Gupuh Setiyono, Danrem 062/Tarumanegara Kolonel (Inf) Surawahadi, Ketua KNPI Kabupaten Tasikmalaya Demi Hamzah, Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya M Zein dan tokoh masyarakat. (snd)
- Rawan Pangan, Beras Dibagikan
Bupati Taburkan Uang ke WargaPADAKEMBANG ? Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus membagi-bagikan beras kepada masyarakat yang mengalami rawan pangan. Hal ini diungkapkan Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum kepada wartawan usai membagikan beras di wilayah Kecamatan Padakembang kemarin (28/9).
Uu mengatakan ada 19 Kecamatan yang mengajukan bantuan beras kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintah mendistribusikan sebanyak 90 ton beras ke 19 Kecamatan dari 100 ton beras yang tersedia di Pemkab.
Sembilan belas kecamatan yang mendapatkan beras tersebut, kata dia, karena mengajukan bantuan kepada pemkab. Sedangkan yang tidak mengajukan bantuan beras tidak diberi bantuan. ?Bantuan beras ini dari bansos,? papar dia.
Dia menerangkan setiap orang yang mendapatkan bantuan beras ini akan menerima 1,2 kilogram beras. Jadi kalau dalam satu kepala keluarga ada lima orang, tinggal 1,2 kilogram dikali lima orang. Dia meminta kepada aparat pemerintah desa maupun kecamatan jika di daerah ada yang kekurangan pangan dan membutuhkan bantuan segera laporkan ke pemkab. Namun dia berharap hal itu tidak terjadi. Artinya kalau tidak ada yang mengajukan berarti tidak rawan pangan. ?Ya memang kami saat ini sedang menghadapi rawan pangan. Jadi bantuan ini untuk mengantisi pasi,? kata Uu.
Menurut dia, kemarau saat ini benar-benar harus diantisipasi. Karena selain masyarakat dilanda kekurangan air juga dilanda kekeringan sehingga lahan-lahan sawah para petani tidak bisa dimanfaatkan.
Sementara, dia mengaku bantuan beras raskin bagi masyarakat juga tidak memenuhi. Apalagi tidak semua kalangan mendapatkan beras raskin. ?Jadi masyarakat bisa mengajukan ke desa dari desa ke Kecamatan,? jelas dia.
Usai pembagian beras, Uu juga sempat membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Desa Rancapaku Kecamatan Padakembang. Masyarakat sempat berdesakan dan saling rebut uang pecahan Rp 5.000 yang dibagi-bagikan Uu langsung baik kepada kalangan anak-anak maupun lansia. (snd)
- Tamansari Paling Kering
TAMANSARI ? Kekeringan yang terjadi di Kecamatan Tamansari menjadi perhatian berbagai kalangan. Siang kemarin sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama unsur Muspika Tamansari membagikan air kepada warga Kelurahan Setiawargi dan Setiamulya.?Tadinya mau dibagikan di (Kampung) Warung Peuyeum, Setiawargi. Tapi baru sampai Warung Asem sudah banyak warga yang menghadang minta air,? ujar koordinator pelaksana pembagian air Asep Azwar kepada Radar, kemarin (28/9).
Sebanyak dua tangki atau 8.000 liter air bersih dibagikan kepada warga beberapa kampung di dua kelurahan paling ujung di Kecamatan Tamansari itu. Tidak butuh waktu lama, sejak didatangkan pukul 15.00 hingga menjelang magrib, dua tangki air sudah habis.
Setelah satu tangki air habis di Kelurahan Setiawargi, panitia mendatangkan satu tangki lagi. Namun sebelum mencapai Setiawargi, tangki air disetop warga di Kelurahan Setiamulya. ?Sisanya memang akhirnya dibagikan di Setiamulya karena warga memang membutuhkan,? tutur Asep.
Ke depan, kata dia, bantuan air bersih seperti itu akan kembali diberikan ke daerah yang sudah sangat kesulitan air bersih. Terutama, untuk kebutuhan minum. Air dibeli dari reservoir PDAM di Cisayong. ?Ya, kalau dana dari kita-kita untuk operasional saja,? ujar dia. (pee)
- Awasi Proyek Lapangan Bhakti !
JL MAYJEN D KARTASASMITA ? Anggota Komisi III DPRD dari Fraksi Golkar, Ir Soederajat Argadiredja berharap, penataan Lapangan Bhakti menjadi Taman Kota Terpadu, bisa menjadi salah satu ikon pembangunan Kota Banjar. Oleh karena itu, dia meminta agar proyek dikerjakan hati-hati dan harus diawasi ekstra ketat. Apalagi proyek tersebut tepat berada di jantung kota.?Selain itu juga harus diperhatikan beberapa hal, termasuk soal utilitas yang ada di tempat itu. Seperti keberadaan WC umum, tempat kuliner bagi pedagang kaki lima dan lain sebagainya,? ungkapnya kepada Radar, kemarin (28/9).
Ditambahkannya, Taman Kota Terpadu itu nantinya diharapkan dapat mengakomodir kreasi masyarakat dan pecinta olah raga. Apalagi, kata dia, di lokasi itu juga dibangun dua sarana olah raga out door, yakni lapangan basket dan voli.
?Tempat ini bisa jadi model atau ikon untuk Banjar, karena dibuat sedemikian rupa. Tidak hanya untuk fasilitas olah raga, namun juga untuk hiburan. Karena ada panggung disini. Yang terpenting, saat ini adalah bagaimana mengawasi pekerjaan ini agar kualitas pembangunannya sesuai dengan ketentuan kontrak,? tegas dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya, David M Abdillah ST MM menjelaskan, di lokasi itu dibangun pula fasilitas olahraga panjat tebing dan jogging track. ?Kita targetkan pada awal tahun 2013 nanti, masyarakat sudah bisa menikmati dan menggunakan sarana yang ada di taman ini,? ungkapnya.
Saat ini, kata David, sudah ada dua fasilitas yang rampung dibangun, yaitu lantai untuk lapang basket dan lantai untuk lapang voli. Sedangkan pekerjaan lain, seperti jogging track masih dalam proses.
?Kami telah minta kontraktor pelaksana untuk terus mengejar progress pekerjaan. Dan tentunya tetap mengedepankan kualitas. Apalagi bangunan ini nanti akan digunakan oleh masyarakat Banjar. Tentunya kami juga ingin memberikan yang terbaik,? tutupnya. (kun)
Hasil penelusuran 5/21 1:38pm. Terakhir update terdeteksi pada 4/29 4:29pm. skor: 2588


