Error fetching feed: MagpieRSS: Failed to parse RSS file. ([11] undefined entity at line 26, column 0)

Penyalur Kerja Cabuli ABG
Peserta Lelang Jabatan Ikuti Asesmen
Jeje-Adang Sulit Bersatu
Warga Pangandaran Deklarasi Menolak ISIS
20 Ruas Jalan Rusak Segera Diperbaiki
PAN Belum Miliki Calon
Komitmen Bersama Tanpa Korupsi Ditandatangani
Jasad Usep Ditemukan Mengapung
PKB Cari Figur Terbaik
Nasdem Usung Cucu Sulaksana
Pemkab Adakan Simulasi Tes CPNS
Briptu Bo Dikenal Nakal

Kabur Saat Akan Disidang, Terancam 5 Tahun Dipenjara
TASIK ? Briptu Bo, oknum anggota Dalmas Polres Tasikmalaya yang terlibat kasus pencurian motor di Sindangkasih, Sukanagara, Purbaratu, Kota Tasik ternyata kerap melakukan tindakan indisipliner.
Wakapolres Tasikmalaya Kompol Nana Sumarna mengaku oknum polisi berinisial Bo tersebut bahkan pernah beberapa kali dipanggilnya. Dia diberikan peringatan.
Selain itu, ujar Nana, oknum polisi tersebut masuk ke daftar pencarian orang (DPO) Provost Polres Tasikmalaya.
?Oknum polisi tersebut memang anggota Polres Tasikmalaya. Dia atensi (pembinaan) saya. Saya sudah pernah memanggil dan memberikan peringatan. Saat mau dilakukan sidang indisipliner, dia melarikan diri. Akhirnya ditetapkan sebagai DPO oleh Provost,? ujar Nana di Polres Tasikmalaya pada Jum?at (7/2).
Saat disinggung tindakan indisipliner apa yang sering dilakukan Bo, kata Nana, anggotanya itu kerap kali tidak masuk kerja. ?Sering bolos kerja,? ujar Nana.
Orang tua Bo pun sudah pernah dipanggil ke Polres Tasikmalaya. Pemanggilan orang tua Bo itu, terang Nana, karena ada beberapa dugaan tindakan pelanggaran hukum.
?Kita juga sudah memanggil orang tuanya. Pemanggilan orang tua ini berkaitan adanya dugaan tindakan melanggar hukum di luar,? terang Nana.
Saat ini, ujar Nana, Polres Tasikmalaya menyerahkan sepenuhnya penanganan ke Polres Tasikmalaya Kota.
Pihaknya, imbuh Nana, tidak bisa mengintervensi proses hukum yang dilakukan Polres Tasikmalaya Kota terkait kasus pencurian motor yang melibatkan anggotanya tersebut. ?Proses hukumnya kita serahkan ke Polres Kota (Tasikmalaya). Kita sendiri tidak bisa intervensi apa-apa,? ujar Nana.
Saat disinggung kemungkinan dilakukan pemberhentian secara tidak hormat, Nana menuturkan, hal tersebut harus menunggu proses hukum.
Jika nanti oknum polisi tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan dengan hukuman minimal satu tahun, Polres Tasikmalaya akan melakukan PTDH (Pemberhentiaan Tidak Dengan Hormat) terhadap Briptu Bo yang terlibat kasus ranmor tersebut.
?Kita tunggu proses hukumnya seperti apa. Kalau memang nanti keputusan pengadilan yang bersangkutan dinyatakan bersalah dengan minimal hukuman satu tahun, baru kita bisa melakukan PTDH,? pungkas Nana.
Terpisah Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widiyayoko SIP melalui Kasubag Humas AKP H Iwan mengungkapkan pihaknya telah menangkap seorang oknum polisi yang diduga melakukan tindak pidana pencurian.
?Ada, seorang oknum dari Polres Tasikmalaya Kabupaten yang memang melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor,? ujarnya.
Kata Iwan, pelaku pencurian ini semula ditangani Polsek Cibeureum dan sekarang sudah di limpahkan ke Sat Reskrim Tasikmalaya Kota. ?Begitu juga tersangka dan barang bukti pencuriannya,? ujarnya. Kini Bo ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Menurut Iwan, untuk kelanjutan kasusnya pihaknya akan melakukan peradilan sesuai UU. ?Kita seseuai dengan UU, kita tunduk dan patuh kepada peradilan umum,? ujarnya.
Soal tindakan disiplin yang dilanggar Bo, sidangnya akan dilaksanakan setelah proses peradilan umum selesai. ?Nunggu selesai proses peradilan umumnya,? tandasnya.
Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Anton Firmanto mengungkapkan Briptu Bo dijerat pasal 362 tentang pencurian. ?Diancam paling lama hukuman 5 tahun penjara,? ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Radar dalam Oknum Polisi Maling Motor (6/2) seorang anggota Dalmas Polres Tasikmalaya diduga mencuri motor Vixion di salah satu kos di Sindangkasih Kelurahan Sukanagara Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Rabu (5/2).
Oknum anggota polisi berinisial Bo ini mengaku mengambil Yamaha Vixion setelah bersama korbannya datang ke Mapolsek Cibeureum. Di markas polisi itu, dia mengakui perbuatannya. Sebelumnya, dia menyangkal telah mengambil motor di tempat kosan adiknya itu.
Dadan Romansyah, pemilik kosan mengatakan Bo sering datang ke tempat kosan miliknya, karena di sana, adik Bo, Faizal indekos. ?Di sini ada yang ngekos dua orang, Faizal dan Fauzi,? terangnya saat ditemui di rumahnya di belakang SMAN 3 Kota Tasikmalaya Kamis (6/2) sore.
Dari informasi yang Radar himpun di lapangan, oknum polisi berinisial Bo, dulu tinggal di rumah kakeknya di sekitar Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Selama tinggal di sana, kelakukan Bo pun sempat banyak meresahkan warga sekitar.
?Kalau masalah sekarang ada kejadian di Cibeureum, tidak tahu. Tapi kalau dia jadi anggota polisi, di lingkungan kami juga banyak yang tidak menyangka,? tutur warga yang enggan namanya dikorankan ini. (mg1/mg7/tina)

Di Sukabumi Ada Kapal yang Serupa

Sebuah kapal jenis sekoci berukuran 8,5x3,2x 1,1 meter diamankan TNI Angkatan Laut di Perairan Cikepuh, Ciemas, Sukabumi.
Sampai kemarin, belum jelas asal muasal kapal buatan China yang saat ditemukan pertengahan Januari lalu itu, karena saat ditemukan, sekoci yang serupa dengan di Pangandaran itu dalam keadaan kosong.
Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Palabuhanratu Lettu (L) Ridwan mengatakan menerima informasi kapal tersebut dari warga setempat. ?Setelah menerima laporan petugas kami di Ciwaru dan Ujunggenteng langsung ke tempat kejadian,? ujar Lettu (L) Ridwan kepada Radar Sukabumi (Grup Radar Tasikmalaya) kemarin.
Kecurigaan warga lanjut Ridwan, mengemuka setelah mereka melihat ada sebuah mobil berplat luar Kabupaten Sukabumi yang datang menjemput orang asing di sekitar lokasi ditemukannya kapal. Karena kecurigaan itulah, warga langsung melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
?Warga sempat melihat ada warga asing yang dijemput menggunakan mobil dari luar Sukabumi. Mereka langsung lapor kepada kami. Saat petugas menyisir lokasi, awak dan penumpangnya sudah tidak ada,? papar Ridwan.
Menurut Ridwan, kapal yang ditemukan itu berkecepatan rendah dengan bahan bakar energi listrik yang hanya bertahan lima jam. Selain itu, kapal tersebut juga diperuntukkan pada bidang keselamatan atau sosial. Hal tersebut dilihat dari jenis warna kapal dan segi kecepatannya.
?Biasanya kapal ini digunakan untuk tim penyelamat laut. Cuma kami tidak bisa memastikan, lantaran tidak ada yang bisa memberi keterangan karena kondisi kapal sudah kosong,? akunya.
Kendati tidak ada awak atau penumpang di kapal tersebut, dilihat dari bekas makanan yang ada di dalam kapal, penumpang dari kapal itu berasal dari Malaysia. ?Bekas jajanan yang ada di kapal kami temukan buatan Malaysia. Kami menduga, penumpangnya akan menuju Australia. Namun kami tidak bisa memastikan kebenarannya. Sebab, sampai saat ini masih kami selidiki,? tegasnya.
Kapal tersebut diamankan petugas TNI AL. Pada Jum?at (17/1) hingga kini, kapal jenis rescue itu berada di Dermaga Jeti, samping PLTU Palabuhanratu.
?Sementara ini, kapal buatan tahun 2013 itu kami amankan di Dermaga samping PLTU Palabuhanratu. Dan kami sudah melaporkan kepada pimpinan,? pungkasnya. (ren/jpnn)

Sekoci Imigran di Atas Rp 1 M

Tak Akan Terbalik Dihantam Ombak
PANGANDARAN ? Kapal kapsul canggih yang membawa 34 imigran gelap ke Pantai Barat Pangandaran, Rabu(5/2) malam dipastikan merupakan sekoci kapal besar. Harganya di atas Rp 1 miliar.
M Luthfi Rantama, direktur salah satu perusahaan distributor dan supplier sekoci di Indonesia mengatakan sekoci ini berjenis totally enclosed lifeboat (sekoci tertutup) yang berstandar keselamatan jiwa di laut dan Organisasi Maritim Internasional.
Alat penyelamat tersebut dirancang menghadapi medan ekstrem dengan sistem navigasi dan mesin penggerak.
?Umumnya lifeboat tertutup itu digunakan sebagai alat penyelamatan di kapal besar seperti kapal barang atau penumpang karena memiliki banyak kelebihan. Walaupun dihantam ombak besar sampai jungkir balik akan tetap aman dan stabil, air tidak akan masuk,? tutur M Luthfi Rantama saat dihubungi Radar kemarin (7/2).
Luthfi mengatakan sekoci tersebut merupakan alat penyelamatan berstandar internasional yang dilengkapi seperti radio komunikasi, tabung oksigen dan lainnya.
Bahan kapal ini pun, kata dia, dibuat tahan terhadap panas sehingga tidak mudah terbakar dan lebih kuat menahan hantaman benda keras.
?Selain warna orange yang mencolok, di dalamnya lifeboat itu dilengkapi lempengan plat besi yang berfungsi sebagai penangkap sinyal, sehingga apabila terkatung-katung di tengah laut bisa terdeteksi oleh radar,? kata dia.
Umumnya, lanjut dia, sekoci tertutup yang beredar saat ini diproduksi China dan India, dua negara produsen terbesar sekoci di dunia. ?Indonesia juga sudah mulai membuat lifeboat tertutup karena standar internasionalnya memang harus seperti itu. Kami pun membuatnya namun dengan kapasitas lebih kecil disesuaikan dengan pesanan,? tuturnya.
Harga sekoci yang dipakai migran itu, kata dia, hanya digunakan kapal-kapal besar. Untuk sekoci berkapasitas 15 sampai 25 penumpang harganya diatas Rp 650 Juta.
?Harga tergantung kapasitas, kalau sekoci yang ditemukan di Pangandaran daya angkutnya sampai 90 orang harganya dipastikan di atas Rp 1 miliar,? kata Luthfi.
Sementara itu, Suherdin, petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Pangandaran membenarkan bahwa kapal kapsul yang sempat menggegerkan warga Pangandaran tersebut merupakan sekoci kapal besar. ?Itu memang sekoci kapal besar standar SOLAS (Safety Of Life At Sea) dan IMO (International Maritime Organization di situ memang alat-alatnya lengkap termasuk ada mesin dan perlengkapan telepon satelit,? ungkapnya.
Dikatakannya, sekoci tertutup didesain seaman mungkin sehingga menggunakan bahan-bahan yang sudah teruji. ?Sekoci itu juga dibuat stabil sehingga tidak akan terbalik,? katanya.
Saat ini untuk keamanan, sekoci yang semula terdampar di Pantai Barat Pangandaran dipindahkan ke perairan Pantai Timur Pangandaran oleh Satuan Polisi Perairan (Satpol Air Pangandaran). Sekoci tersebut masih disegel dan dijaga ketat.
DIPINDAHKAN
Sekoci berjenis life/rescue boat tpe JYB 85F, berbahan fiberglass, nomor JYB 85F13032, sertifikat JY 13P02340-03 itu, Kamis (6/2) sore dipindahkan dari Pantai Barat Pangandaran tempat lokasi mendarat ke Pantai Timur Pangandaran.
AKP Firman Alamsyah, kasat Pol Air Pangandaran mengatakan pemindahan kapal itu untuk menjaga keamanan dan memudahkan pengawasan.
?Sekoci yang digunakan imigran kita amankan dan untuk memudahkan pengawasan kita pindahkan dari Pantai Barat ke Pantai Timur Pangandaran,? ungkapnya kemarin.
Selain disegel, setiap pintu juga diawasi petugas Pol Air. ?Kita juga menyegel pintu dan memasang police line diikatkan dengan kapal patroli Pol Air di tengah laut dan setiap malam ada petugas yang piket,? sambungnya.
Dikatakannya, pemindahan sekoci menggunakan mesin di dalam sekoci, karena masih berfungsi dan masih memiliki bahan bakar.
Menurutnya, secara hukum sekoci tersebut di sita dan menjadi milik negara sebagai barang bukti. ?Untuk mengembangkan penyelidikan,? tuturnya.
Firman menambahkan, sekoci tersebut dalam pengawasan Pol Air Pangandaran dalam waktu tidak ditentukan. Dia pun menunggu instruksi dari Polres Ciamis.
?Waktu pengawasan kita tidak tahu yang pasti sampai ada instruksi dari atasan,? tambahnya. (nay/asp)

Rumah Tidak Layak Huni Merajalela

SINGAPARNA ? Rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Tasikmalaya masih merajalela. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum usai membedah rumah di Kampung Beleketek Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna, kemarin (7/2).
Dijelaskan Uu, untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2013 sudah dibangun sebanyak 531 rumah, tahun 2012 sebanyak 4.470 rumah, tahun 2011 sekitar 600 rumah. Sedangkan untuk tahun sekarang, yang dianggarkan mencapai 900 rumah. ?Artinya banyak rumah yang dihuni masyarakat Kabupaten Tasikmalaya tidak layak,? ungkapnya.
Makanya, kata dia, dirinya membuat program Jumat berinfaq dalam bentuk bedah rumah warga miskin. Tidak menutup kemungkinan di Jumat yang lain akan dilaksanakan bedah rumah seperti ini di wilayah berbeda.
?Sebelumnya ada program magrib mengaji, ajengan masuk sekolah, memelihara sumber mata air, subuh berkarya dan yang paling baru Jumat berinfaq,? terangnya.
Selain itu, bedah rumah ini dalam rangka kepedulian sosial pemerintah bersama dengan ormas yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Ini menunjukkan kebersamaan pemerintah dengan OKP yang ada di kabupaten. ?Anggaran yang diberikan sebesar Rp 15 juta dan bantuan ini di luar dari program RTLH,? katanya.
Dia mengimbau kepada para birokrat untuk menyisihkan sebagian harta mereka minimal satu bulan sekali untuk dikumpulkan. ?Kalau sudah terkumpul bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,? bebernya.
Sementara itu, Rukiah (75), pemilik rumah mengaku tidak menyangka akan ada perbaikan rumah miliknya yang berada di atas kolam ikan tersebut. ?Ya sangat bersyukur sekali bisa mendapat bantuan bedah rumah,? katanya saat ditemui Radar kemarin. (yfi)

Hasil Ujian K2 Diumumkan Mulai Hari ini

JAKARTA ? Harap-harap cemas sekitar 600 ribu tenaga honorer Kategori dua (K2) bisa segera terjawab. Pemerintah akhirnya memberikan kepastian pengumuman kelulusan CPNS K-2 tersebut. Menurut Menpan RB Azwar Abubakar, pengumuman kelulusan tenaga honorer tersebut dipublikasikan hari ini, secara bertahap. Hal tersebut diputuskan setelah yang bersangkutan memberikan laporan dan menggelar rapat terbatas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
?Sudah sampaikan pada Pak Presiden. Sudah izinkan, sebagian kita lepaskan (umum), mungkin besok (hari ini) kita lepaskan, kita umumkan. Sebagian lagi, kita rapikan. Bertahap saja,? urai Azwar dalam konferensi pers di Kantor Presiden, kemarin (7/2).
Politikus PAN itu mengakui, sudah tiga kali terjadi penundaan pengumuman kelulusan tenaga honorer K2. Awalnya, akan diumumkan 24 Desember 2013, namun kemudian mundur pada akhir Januari dan kembali dimundurkan 5 Februari.
Tiga kali penundaan pengumuman tersebut, membuat para tenaga honorer yang telah mengikuti tes cemas.
Azwar menuturkan, penundaan pengumuman honorer K2 terjadi karena adanya kendala teknis. Dia menguraikan, untuk beberapa wilayah perlu ada perundingan khusus pemerintah karena tidak semua honorer memenuhi kriteria komputerisasi seperti yang ditetapkan pemerintah. Termasuk di antaranya para guru yang berada di wilayah pedalaman.
?Kalau kita bicara 30 persen ya 180 ribu selesai. Komputer bilang sekian ya selesai, habis. Tapi ada daerah di kepulauan sana, gurunya yang ada itu saja (kriterianya). Kita enggak bisa pakai lagi rumus. Duduk kita bicara, gimana selesaikan ini. Di pedalaman, bahkan ada anak SMP mengajar, anak SMA juga. Jadi kita mesti berunding jugalah. Nggak bisa dengan komputer lalu selesai begitu aja,? paparnya.
Untuk itu, lanjut Azwar, pemerintah pun memutuskan mengumumkan honorer K2 secara bertahap. Sebagian diumumkan hari ini, sementara sebagian wilayah lainnya yang masih dalam pertimbangan pemerintah, karena tidak sesuai kriteria terutama di wilayah pedalaman akan dibahas lagi bersama Presiden SBY.
?Kalau umum boleh, dengan komputer. Kalau ini gimana. Masa mau kita tutup mata? Kan nggak bisa. Sebagian kita bicarakan dengan Presiden, bagaimana menanganinya. Presiden (pulang) dari Bengkulu kita bicarakan lagi. Pokoknya mereka diangkat dengan anggaran 2013-2014. Nggak hilang itu,? tegasnya.
Azwar pun memastikan hasil seluruh kelulusan tes kemampuan dasar (TKD) CPNS dari jalur tenaga honorer kategori dua (K2) akan diumumkan secepatnya. Dia menjanjikan seluruhnya bisa diumumkan pekan ini.
?Kalau bisa minggu ini diselesaikan semua. Sebagian kita bicarakan dengan Presiden. Kita rapikan. Sekali kita keluarkan jangan sampai ada masalah,? kata dia.
Sementara itu, pada 2014 ini, Azwar memaparkan akan dibuka lowongan 100 ribu CPNS. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 65 ribu lowongan CPNS.
?Tahun ini Insya Allah kita akan buka lagi untuk umum. Sekitar 100 ribu. Insya Allah antara Juni dengan Juli, sebelum atau sesudah pilpres. Kita perlu orang-orang yang baik untuk kita terima,? kata Azwar.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan, pihaknya telah mendapat banyak sekali masukan dari masyarakat luas mengenai penerimaan CPNS. Masukan-masukan tersebut bervariasi, ada yang bernada positif dan negatif. Karena itu, SBY pun meminta Men PAN RB Azwar Abubakar untuk melaporkan perkembangan hal tersebut, sekaligus menggelar rapat terkait.
?Saya mendapatkan banyak sekali? dari masyarakat luas mengenai penerimaan CPNS ini. Ada yang puas, ada yang tidak puas. Kewajiban pemerintah untuk melakukan seleksi dan pengangkatan PNS baru itu sesuai dengan sistem, aturan dan kebutuhan negara dan pemerintah,? kata Presiden SBY pada rapat terbatas di Kantor Presiden, kemarin.
Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) siap langsung melakukan pemberkasan NIP bagi CPNS dari kelompok tenaga honorer K2 itu. Kepala BKN Eko Sutrisno mengatakan setelah nama-nama diumumkan, seluruh tenaga honorer K2 itu bisa langsung melakukan pemberkasan untuk permohonan NIP. Untuk pegawai di instansi daerah, pelayanan pemberkasan bisa dilakukan di BKN kantor regional. (ken/wan/jpnn)

Usai Pemilu, Bandara Sipil Dibuka

Usai Pemilu, Bandara Sipil Dibuka
CIBEUREUM ? Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengucurkan dana hibah sebesar Rp9,5 miliar kepada TNI Angkatan Udara, untuk mengoptimalisasi Lanud Wiriadinata menjadi bandara sipil.
?Provinsi sudah bersedia mengeluarkan dana bantuan hibah kepada TNI AU. Yang akan dipergunakan untuk memulai pembangunan bandara sipil di Lanud. Sekarang tinggal menunggu pergubnya saja, kemungkinan usai pemilu 2014,? ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat ditemui di Driving Range Lanud Wiriadinata kemarin (7/2).
Menurutnya, tahap pertama yang akan dilakukan yakni pembenahan infrastruktur seperti overlay landasan hingga pelebaran epron untuk pesawat. Budi mengaku telah bertemu dengan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI M Syaugi beberapa hari lalu di Jakarta untuk meminta izin pembukaan bandar sipik di Lanud Wiriadinata. ?Kasau menyambut baik adanya hibah itu. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar,? tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasid dan Informatika Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan Atd menambahkan saat ini kesiapan untuk optimalisasi bandara sudah mencapai 99 persen. ?Nanti kita minta Kementerian Perhubungan untuk merubahan sertifikat dari bandara khusus menjadi bandara sipil. Kemudian kalau infrastruktur sudah siap. Kita akanb melangkah untuk mencari maskapai,? tuturnya.
Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb Indan Gilang Buldansyah mengatakan dari pihak TNI akan memfasilitasi dan mendorong agar proses perizinan bisa cepat terlaksana. Apalagi saat ini  perubahan sertifikat dari bandara khusus menjadi bandara sipil sudah diproses.?Harapan saya proses persiapan fisik fasilitas penerbangan sudah selesai begitu sertifikat bandara sipil itu keluar,? tuturnya.
Indan menambahkan, untuk operasional bisa dimulai setelah semua sarana yang dibutuhkan bagi optimalisasi bandara seperti overlay landasa dan pelebaran epron sudah selesai. Selain itu, untuk terminal penumpang sementara akan memanfaatkan base op Lanud saat ini yang berada didepan landasan. ?Kita inginnya sebelum pemilu bisa mulai operasional. Tapi kalau tidak memungkinkan sepertinya setelah pemilu baru bisa dilaksanakan,? tandasnya. (pee)

Sehari Terima 8 Ton Sampah

Tiga Hektare Lahan Digunakan Fasilitas TPA dan Akses Jalan
BANJAR ? Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Sampah Kota Banjar Diah Sita membenarkan rencara pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA) Cibeureum. Pelebaran lokasi TPA itu menurutnya harus segera dilakukan, mengingat setiap harinya sampah yang dibuang warga kota ini mencapai 8 ton.
Lokasi perluasan TPA itu tetap berada di dalam satu kawasan karena sudah tersedia fasilitas pengolahan, timbangan dan akses jalan menuju titik pembuangan. ?Pelebaran TPA itu sudah direncanakan,? ujarnya saat ditemui Radar di kantornya, Jumat (7/2).
Dijelaskan dia, sesuai dengan perencanaan pihaknya pengoperasian TPA itu selama lima tahun akan dipenuhi sampah. Karena dari luas tanah keseluruhan sebanyak empat hektare, sebagian besar digunakan untuk kelengkapan fasilitas dan termasuk akses jalan.
Luas tanah yang digunakan untuk TPA sampah saat ini hanya satu hektare. Maka sampah yang dibawa dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke TPA ini mulai penuh walaupun masih dapat menampungnya.
?Sesuai dengan penghitungan, tahun 2013 lalu TPA ini sudah penuh sampahnya. Namun sampai saat ini masih ada tempat untuk menimbun sampah,? terangnya.
Lanjut dia, pengelolaan sampah di TPA Cibeureum ini menerapkan sistem reuse, reduce, recylce (3R). Dengan menggunakan sistem itu sampah memberikan nilai ekonomis bagi warga sekitar TPA.
Selain itu dengan sistem 3R dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Sistem ini merupakan peningkatan dari paradigma penanganan sampah dari yang sebelumnya, yakni kumpul, angkut dan buang menjadi memilah, kumpul serta jual.
?Sebagian besar sampah yang masuk ke TPA ini berupa residu atau sisa karena sebelumnya sampah yang masih bisa dimanfaatkan sudah diambil oleh masyarakat,? bebernya.
Imbuh dia, penanganan sampah di TPA ini bisa dilakukan dengan cara langsung ditutup atau ditimbun menggunakan tanah. Hal itu dilakukan supaya dari tumpukan sampah tidak mengeluarkan bau tak sedap.
?Sampah yang sudah menjadi kompos memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat dijual dan menjadi nilai rupiah,? jelasnya. (agp)

Mahasiswi BSI Menghilang

TAMBAKSARI ? Mahasiswi Bina Sarana Informatika (BSI) Jakarta Nopi Widiawati alias Opi (22) warga Dusun Cilangkap RT 03/12 Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis, menghilang, sejak Minggu (4/2) sekitar pukul 00.00.
Elin Hanipah (20) keponakan Nopi Widiawati menjelaskan berdasarkan cerita orang tuanya, Opi diantar pamannya, Engkos ke Terminal Rambutan, Jakarta, sekitar pukul 22.00. Opi menumpangi Bus Gapuraning Rahayu (GR) jurusan Jakarta-Pangandaran.
Sekitar pukul 00.00, Opi sempat mengirim SMS (pesan singkat) kepada bapaknya, Darim (53). Opi memberi tahu bahwa dirinya susah sampai Cileunyi, Bandung. ?Dari sana lost contact. Nomer hapenya 087826386345 dan PIN BB 23270 DDA,? terang Elin ketika menghubungi Radar, kemarin.
Karena takut tidak ada sinyal atau habis baterai, adik Opi bernama Iman (14) berangkat ke Terminal Cisaga sekitar pukul 02.00. Iman bermaksud menjemput sang kakak. Namun ditunggu hingga sampai pagi, Opi tidak kunjung datang.
Keluarga Opi mulai cemas. Elin bersama keluarganya sudah mencari Opi kemana-mana. Pihak keluarga juga sudah mencari ke rumah yang di Jalan Tamansari Gobras  Babakan Jati RT 02/02 Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.
Namun, Opi belum ditemukan. Bahkan sampai hari Jumat (7/2), Opi belum diketahui keberadaannya. ?Kami sekeluarga semua merasa khawatir, takut ada korban hipnotis atau orang jahat saja,? papar dia.
Elin menerangkan Nopi kuliah tingkat lima di BSI Jakarta. Dia anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan suami-istri Darim (53) dan Uun (48). Nopi memiliki ciri-ciri rambut kecokelatan panjangnya sebahu, pakai poni, gigi behel warna hitam, wajah jerawatan, badan berisi, tinggi sekitar 157 cm. Saat hilang mengenakan jaket coklat, di dalam tasnya bawa kerudung dan baju warna hitam.
Elin berharap bibinya cepat pulang ke rumah karena keluarga sangat cemas. Dia juga membantu menemukan Opi. ?Bila ada yang menemukan orang dengan ciri di atas, saya harap bisa menghubungi nomor hape 087826676698,? katanya. (isr)

Disekap dan Dipaksa Kembali ke Indonesia

Pulau Christmas sudah di depan mata, namun keceriaan puluhan imigran seketika berubah mencekam. Kapal kayu yang mereka tumpangi tiba-tiba dihadang kapal patroli petugas keamanan Australia. Berikut penuturan M Alom (26), imigran asal Bangladesh yang rela berlayar menuju pulau Chrismas Australia bersama imigran lainnya untuk mengadu nasib.

HARAPAN menggapai sukses di negeri kanguru kembali kandas bagi 34 imigran asal Banglades, Nepal dan Iran. Para pencari suaka yang terdampar di Pangandaran Rabu (5/2) malam itu dipaksa menjauhi pulau Christmas Australia oleh petugas patroli keamanan setempat. Setelah melewati perjalanan panjang mengarungi lautan, kapal kayu yang ditumpangi Alom (26), imigran asal Banglades dan imigran lainnya ditenggelamkan di tengah laut. Mereka kemudian di tahan dan dipulangkan menuju Indonesia secara paksa dengan menggunakan sekoci tertutup.
?Kita sudah hampir sampai pulau Christmas sudah terlihat, saat itu kita semua di dalam kapal sudah bahagia bersuka cita, tapi tiba-tiba kapal kita di kepung oleh kapal patroli Australia dan kita ditangkap,? tutur Alom (26) saat bercerita kepada Radar di Mapolsek Pangandaran.
M Alom dan imigran lainnya dipindahkan dari kapal kayu nelayan yang ditumpanginya dari Indonesia menuju kapal patroli.
?Kita dimasukan ke dalam ruangan yang sempit di kapal patroli itu, laki-laki dan perempuan dipisahkan,? tuturnya.
Selama di dalam kapal dirinya bersama imigran yang lain mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari petugas patroli Australia. Makanan dan minuman yang diberikan juga dibatasi. ?Kita seperti tahanan penjahat, padahal kita bukan penjahat, makanan yang diberikan kepada kami juga sangat sedikit dan dibatasi,? ungkapnya.
Selama ditahan di kapal patroli Australia, dua temannya imigran asal Iran sepamta berkelahi dengan petugas patroli Australia. ?Dua orang warga Iran terjatuh ke dek kapal setelah dipukul dadanya. Mereka (petugas patroli Australia, red) sangat kejam dan tidak bersahabat,? tutur Alom yang fasih berbahaya Melayu.
Dikatakannya, setelah persitiwa itu, kedua orang imigran asal Iran tidak diketahui keberadaannya. ?Mereka dibawa oleh petugas patroli tetapi entah dibawa kemana, nasinya kita tidak tahu jadi rombongan kita tinggal 34 orang sampai kesini (Indonesia),? tuturnya.
Setelah sekitar lima hari ditahan di kapal patroli, ia dan rombongan dimasukan ke dalam sekoci tertutup yang mirip kapsul raksasa berwarna orange. ?Kita dipaksa masuk ke dalam sekoci yang pengap itu, tidak ada persediaan makanan dan minuman disana,? kata dia.
Sekoci berukuran 8,5 x3,2 Meter itu lalu diseret kapal patroli menuju perbatasan Indonesia dan Australia. Rombongan imgran dipaksa kembali lagi ke Indonesia menggunakan sekoci tersebut. ?Saat itu Rabu pagi sekitar jam 6 kita dimasukan sekoci, kita dipaksa harus kembali ke Indonesia dengan sekoci yang pengap karena diisi 34 orang,? paparnya.
Sekoci mirip kapsul itu pun melaju menuju perairan Indonesia tanpa stok makanan. Saat terombang ambing dihantam gelombang, banyak imigran yang mabuk laut. ?Hampir sebagian besar penumpang muntan karena goyangan kapalnya sangat terasa sementara kita didalam ruangan tertutup,? tuturnya.
Semua penumpang, kata dia, berusaha tetap tenang dan berharap untuk bisa segera mendarat. ?Saya pun berusaha untuk kuat, cita-cita dan keinginan sukses di Australia sudah tidak saya pikirkan lagi yang penting kita selamat,? katanya.
Menjelang malam hari, kata dia, dari dalam sekoci terlihat sumber cahaya yang ternyata pantai Pangandaran. ?Sekoci kita langsung diarahkan ke sumber cahaya itu dan kita akhirnya mendarat di pantai (Pangandaran, red),? ujar dia.
Sekitar pukul 19.30, sekoci yang ditumpanginya mendarat di Pantai Pangandaran, tepatnya di pos 4 penjaga pantai. ?Begitu sampai di darat kita semua langsung keluar dari sekoci, kita semua senang berhasil bertahan hidup setelah perjalanan panjang,? ungkapnya.
Semua imigran kemudian berhamburan mencari makanan. Tidak sulit bagi mereka untuk mendaptkan makanan karena tepat di depan lokasi sekoci terdampar berderet warung-warung pedagang. ?Kita benar-benar kelaparan karena 8 hari kita tidak mendapatkan makanan yang cukup,? terang dia.
Ia pun berterima kasih karena warga setempat memperlakukan dirinya dan imigran lain dengan sangat baik. ?Orang Indonesia ramah dan baik menghargai hak asasi manusia dan kita juga mendapatkan perlakuan sangat baik saya sangat berterima kasih dan berhutang budi,? katanya.
Aras Sedigh (35), imigran asal Iran membenarkan jika temannya tidak kembali lagi setelah berkelahi dengan petugas patroli Australia. ?Saya tidak tahu bagaimana nasibnya, apakah dia meninggal dibuang ke laut kita tidak tahu,? ungkapnya.
Ia mengaku sangat kecewa dengan perlakuan petugas patroli Australia yang anarkis. ?Mereka kasar saya akan lapor ke PBB atas pelanggaran hak asasi manusia,? ujarnya.
Aras berharap bisa menjalani kembali hidupnya dengan normal. ?Tolong ditulis di media saya mengucapkan terima kasih kepada warga Indonesia yang telah membantu, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT,? pungkasnya sambil berpamitan kepada Radar sesaat sebelum dibawa ke kantor Imigrasi Tasikmlaya. (*)

Banyak Warga Tak Kenal Caleg

Memilih Seperti Kucing Dalam Karung
TASIK - Pemilu legislatif pada 9 April 2014 tinggal beberapa bulan lagoi. Namun, masih banyak warga Kota Tasikmalaya yang belum mengenal bahkan sama sekali tidak mengetahui para caleg  yang akan menjadi wakil rakyat mereka.
Seperti diutarakan,Maman Surahman (60) warga Kampung  Pesantren Rt4 RW 2 Kelurahan Sukamaju Kidul Kecamatn Indihiang,mengatakan dirinya tidak mengetahui siapa saja yang akan maju sebagi wakil rakyat nanti. Karena sejauh ini belum ada satupun caleg yang mendatangi atau bersosialisasi. "Saya tidak ada yang kenal,paling hanya dari stiker atau spanduk. Tapi itu hanya nama dan fotonya saja," ujarnya,saat diwawancarai Radar,kemarin (7/2).
Dia menuturkan,seharusnya seorang caleg sudah jauh-jauh memperkenalkan diri pada masyarakat. Dengan melakukan dialog serta memaparkan tujuan mencalonkan diri,sehingga bisa mengetahui caleg mana yang harus dipilih. "Kalau seperti ini,kemungkinan saya memilih seperti kucing dalam karung," ujarnya.
Hal sama juga dikatakan, Indra Darmawan (26) warga Cipapagan RT 03/05 Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, mengungkapkan menghadapi pileg 2014 dirinya tidak terlalu antusias menggunakan hak pilihnya. Karena selain bingung memilih caleg, juga faktor tidak ada yang kenal. "Terlalu banyak calegnya, jadi malas untuk mengenal juga. Apalagi mencoblos," ungkapnya.
Esih Sukaesih (36) warga sekitar juga mengatakan seorang caleg itu hanya butuh ketika mendekati pemilihan saja. Sedangkan ketika jadi apa yang dijanjikan tidak pernah terealisasikan dengan baik. "Saya kapok memilih caleg,sebab tidak ada keuntungan bagi saya dan masyarakat disini," tuturnya.
Sementara itu,Pengamat Politik Tasikmalaya Asep M Tamam menuturkan masih banyaknya warga yang tidak mengenal para caleg. Merupakan pekerjaan rumah bagi KPU dan caleg,untuk terus melakukan sosialisasi atau pengenalan visi misi pada masyarakat. "Pemilih saat ini sudah apatis. Jadi KPU dan caleg harus mampu menggiring minat masyarakat untuk datang ke TPS,namun saya sangat pesimistis," tandasnya. (kim)

Armada Tercanggih Imigran Gelap

Buatan China, Miliki Alat Navigasi Canggih
PANGANDARAN ? Kapal kapsul mirip sekoci yang membawa 34 imigran gelap ke Pantai Pangandaran, Rabu (5/2) malam menjadi armada tercanggih dalam sejarah pelarian orang asing di Indonesia.
Selain dilengkapi peralatan komunikasi dan navigasi canggih, kapal tersebut bermesin diesel dengan sistem gearbox (transmisi pemindah tenaga).
Kepala Seksi Tranportasi Lalu Lintas Laut Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pangandaran Dede Supriatman mengatakan kapal berwarna orange tersebut merupakan buatan China. Daya mesinnya diperkirakan mencapai 140 PK (Paarde Kracht/tenaga kuda).
?Kami tidak menemukan dokumen kapal yang sepertinya sudah dihilangkan. Namun kalau melihat dari volume baling-baling, daya kapal ini sekitar 140 PK atau sekitar 6 GT (Gross Tonage),? ungkapnya kepada Radar di lokasi penemuan kapal imigran, Pantai Barat Pangandaran, kemarin (6/2).
Menurut Dede, kapal tersebut tergolong canggih karena dilengkapi peralatan berlayar cukup lengkap, diantaranya sistem navigasi, peralatan komunikasi, GPS (Global Positioning System), alat deteksi jarak dan dilengkapi pendingin ruangan (AC).
Hanya, kata dia, kapal tersebut tidak dilengkapi sistem auto pilot dan sistem sonar seperti kapal selam.
?Sepanjang sejarah pelarian imigran ini yang tercanggih. Kecil kemungkinan kalau kapal ini dikendalikan oleh orang awam. Nahkodanya harus yang mengetahui pelayaran makanya bisa sampai di sini. Namun sayangnya menurut informasi nahkodanya kabur,? katanya.
Dede mengatakan kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 35 knot. Dari pengamatannya, kapal berukuran 8,5 x 3,2 meter itu diperkirakan dimodifikasi khusus untuk mengangkut banyak penumpang hingga mampu menampung 90 penumpang.
?Saya tidak tahu pasti apakah ini memang dimodifikasi khusus untuk kepentingan ini (mengangkut imigran, red), tapi yang jelas kapal ini didesain untuk bisa mengangkut banyak orang,? kata Dede.
Biasanya, lanjutnya, kapal sejenis digunakan untuk kepentingan survei atau rescue (penyelamatan). ?Ini bukan kapal komersil. Dari segi warna patut diduga kapal ini milik badan atau lembaga pemerintah (Australia, red),? tuturnya.
?Tidak sembarangan kapal umum bisa menggunakan warna orange karena diatur oleh IMO (International Maritime Organization), ada kemungkinan juga kapal ini dijual oleh oknum,? imbuhnya. (nay)

Oknum Polisi Curi Motor

Kapolres Tasik Akan Tegas Menindaknya
TASIK ? Seorang anggota Dalmas Polres Tasikmalaya diduga mencuri motor Vixion di salah satu kos di Sindangkasih Kelurahan Sukanagara Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Rabu (5/2).
Oknum anggota polisi berinisial Bo ini mengaku mengambil Yamaha Vixion setelah bersama korbannya datang ke Mapolsek Cibeureum. Di markas polisi itu, dia mengakui perbuatannya. Sebelumnya, dia menyangkal telah mengambil motor di tempat kosan adiknya itu.
Dadan Romansyah, pemilik kosan mengatakan Bo sering datang ke tempat kosan miliknya, karena di sana, adik Bo, Faizal indekos.
?Di sini ada yang ngekos dua orang, Faizal dan Fauzi,? terangnya saat ditemui di rumahnya di belakang SMAN 3 Kota Tasikmalaya Kamis (6/2) sore.
Pria berusia sekitar 45 tahun ini menerangkan kronologi pencurian motor milik Fauzi, teman ngekos adiknya Bo, Faizal.
Terangnya, Bo datang ke kosan adiknya sekitar pukul 16.00, Rabu (5/2). Sebelum magrib, Bo dan adiknya keluar kosan. ?Saat itu saya di rumah,? terangnya.
Kemudian, sekitar pukul 19.00, Dadan keluar rumah. Dia menggunakan mobil. Sementara itu motor miliknya dan motor Fauzi terparkir di luar rumah.
Di saat itulah, informasi yang diterima Dadan, Bo kembali lagi ke kosan adiknya. Dia datang sendirian.
Tidak lama setelah itu, menurut informasi yang diterima Dadan, oknum anggota polisi itu keluar lagi dari kosan.
Sekitar pukul 19.30, Fauzi keluar dari kosannya. Dia mendapati motor Vixion-nya sudah tidak ada di tempat.
Siswa salah satu SMAN ini pun kaget. Padahal motor korban saat itu dikunci stang dan digembok.
Informasi motor Fauzi hilang pun terdengar Agus Suganda, kakaknya pemilik kosan, Dadan. ?Dia (Agus Suganda, red) langsung telepon saya,? katanya yang juga diamini kakaknya, Agus Suganda.
Begitu mengetahui motor Fauzi hilang, Dadan segera menghubungi penghuni kosan lainnya, Faizal. Setelah bisa dihubungi, dia menyuruh Faizal dan juga oknum anggota polisi itu datang ke kosan. Mereka ditanyai seputar motor tersebut. ?Tapi pas saya telepon sudah beberapa waktu ngobrol, justru kakaknya yang menanyakan ada apa. Nah di sana awal mula kita mulai curiga (Bo tersangkut pencurian motor, red),? kata Dadan.
Tidak lama setelah ditelepon, keduanya pun datang ke kosan Dadan. Mereka berdua pun ditanyai seputar motor yang hilang. Namun keduanya menyangkal.
?Wajar saja kan kalau curiga karena mereka yang terakhir terlihat,? kata Dadan.
Bahkan, kata dia, untuk memastikan tidak mencuri motor, oknum polisi itu mengaku sebagai anggota kepolisian.
Bo pun menantang membawa kasus hilang motor tersebut ke ranah hukum. Akhirnya Dadan pun menyetujuinya. Mereka pun berangkat ke Mapolsek Cibeureum untuk menyelesaikan masalah tersebut. ?Besoknya (Kamis, 6/2, red) orang tua korban (Fauzi) telepon, kalau Bo mengaku telah mencuri motor. Dari sana kita tahu,? ujarnya.
Kakak pemilik kos, Agus Suganda mengaku sempat melihat oknum anggota polisi itu sebelum isa.
Bo tampak diam di warung milik Agus. Bahkan sempat meminjam handphone miliknya. ?Iya sempat lihat,? kata pria berusia sekitar 48 tahun ini.
Dihubungi terpisah, Kapolres Tasikmalaya AKBP Wijonarko mengiyakan bahwa anggotanya berinisial Bo itu tersangkut kasus dugaan pencurian motor di Sindangkasih Kelurahan Sukanagara Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya itu. ?Ya benar. Ditangani di Polres (Tasikmalaya) Kota,? ujarnya singkat kemarin sore.
Saat dikonfirmasi soal sanksi yang akan diberikan kepada oknum tersebut, Wijonarko belum menuturkan secara pasti.
Namun, alumnus Akpol 1994 ini menuturkan akan menindak anggotanya itu dengan tegas. ?Yang bersangkutan akan kita tindak tegas,? pungkasnya.
Sementara itu Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widiyayoko tadi malam mengaku belum mengetahui tentang dugaan pencurian motor oleh anggota Polres Tasikmalaya itu.
?Belum tahu. Saya lagi di Bandung,? ujar rekan satu angkatan Wijonarko itu saat dihubungi melaui pesan singkat. (gna/mg1/mg7)

Pengumuman Hasil Ujian Honorer Resmi Ditunda

JAKARTA ? Sekitar 600 ribu tenaga honorer kategori dua (K2) bisa semakin cemas. Selain teka-teki apakah mereka lolos menjadi CPNS, ternyata pengumuman yang harusnya dikeluarkan 5 Februari molor. Hingga kemarin, belum ditetapkan kapan pengumuman itu akan dikeluarkan.
Dalam keterangan resminya Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tasdik Kinanto mengatakan alasan keterlambatan ini karena urusan teknis. ?Pengumuman kelulusan tenaga honorer K2 ditunda dalam waktu yang tidak lama,? kata dia kemarin (6/2).
Jajaran Kemen PAN-RB berharap masyarakat khususnya para tenaga honorer K2 bersabar dan tidak bersikap berlebihan. Meskipun keterangan resminya disebutkan karena kendala teknis, kuat dugaan diundurnya kelulusan ini disebabkan posisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedang berkunjung ke sejumlah daerah pekan ini.
Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menuturkan sebalum diumumkan daftar tenaga honorer K2 yang lolos ujian akan dikomunikasikan terlebih dengan Presiden SBY. Dia rencananya bertemu dengan SBY Rabu pagi lalu (5/2). Setelah bertemu dengan SBY itu, pihak Kemen PAN-RB akan mengumumkan kelulusan tenaga honorer K2. Ternyata pada Rabu itu, Presiden SBY masih berada di Pekalongan.
Terkait dugaan keterlambatan pengumuman karena prosedur birokrasi itu, jajaran Kemen PAN-RB belum bisa dimintai keterangan. Semua nomor telepon pejabat Kemen PAN-RB sedang tidak aktif hingga tadi malam.
Sistem penetapan kelulusan tenaga honorer KII sejatinya tidak ada persoalan. Sebab pada paparan kepada media masa Selasa lalu (4/2) Azwar mengatakan secara garis besar sudah beres. Tinggal finalisasi untuk paparan kepada Presiden SBY.
Selain itu Azwar juga mengatakan, penentuan kelulusan CPNS dari tenaga honorer KII ternyata tidak seratus persen menggunakan sistem komputer. Terungkap bahwa dalam penetapan ini masih menggunakan campur tangan manual. ?Pada kondisi tertentu, tidak bisa diputuskan lewat komputer,? kata Azwar.
Diantaranya adalah pembagian porsi CPNS dari jalur tenaga honorer K2 untuk daerah terpencil. Jika murni menggunakan sistem komputer, yang lulus bisa jadi hanya menumpuk di kawasan perkotaan saja. (wan/jpnn)

Dahlan Ajak Polisi Tersenyum

JAKARTA ? Kemarin (6/2), Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan berbagi tips tentang leadership. Kali ini Menteri BUMN ini memenuhi undangan para perwira Polri yang tengah menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). 
Kepada para mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 64, Dahlan berharap polisi bisa memahami persoalan masyarakat. Dia juga mengajarkan pentingnya bermurah senyum bagi polisi.
Menurut Dahlan, kedatangannya ke kampus STIK-PTIK di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu, tidak lepas dari upaya gigih mahasiswa untuk menemuinya. ?Saya mau datang ke sini karena kegigihan mahasiswanya (STIK-PTIK). Jam lima pagi, saat hujan, mereka menepati janji untuk datang,? ujar dia di hadapan 120 orang mahasiswa dan Ketua STIK-PTIK Irjen (Pol) Dr Iza Fadri SH, MH.
Setelah mendapat pertanyaan tentang kiat selalu tersenyum dalam bertugas, mantan Direktur Utama PLN ini menceritakan, hal tersebut adalah konsekuensi dari permintaannya kepada seluruh direksi BUMN. ?Kalau saya tidak tersenyum, berarti saya salah memerintahkan seluruh direksi BUMN untuk tersenyum,? kata dia.
Dahlan menyontohkan, salah seorang direktur BUMN yang sebelumnya sangat sulit tersenyum adalah Ignasius Jonan. Pasalnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu memiliki latar belakang bidang keuangan.
?Orang keuangan itu biasanya memang susah senyum. Lalu saya bilang kepadanya, ?Tiga bulan harus sudah bisa tersenyum?,? ujar mantan CEO Jawa Pos Group ini.
Saat proses latihan tersenyum, setiap minggunya Jonan selalu mengirimkan foto kepada Dahlan untuk dikomentari. ?Apakah seperti ini Pak?? ucap dia menirukan pertanyaan Jonan.
Kini, selain kinerja yang baik, Dahlan memuji Jonan lantaran performanya baik. ?Senyumnya sempurna. Jadi kinerjanya baik, tampilannya juga baik,? jelas pria kelahiran Magetan, Jawa Tengah itu.
Selain tersenyum, menurut mantan CEO Jawa Pos Group ini, pemimpin yang baik harus mampu menghargai anak buahnya. Salah satu caranya menguasai skala prioritas. Tujuannya, dapat menilai bawahannya hingga ke taraf ide. ?Jadi pemimpin tahu. Ide yang ini nilainya sembilan, yang itu lima, yang lain nol,? terang dia.
Karena itu, kata mantan wartawan Tempo ini, seorang pemimpin harus memulai karirnya dari bawah dan mengalami tugas-tugas sulit yang dikerjakan bawahannya sehingga, sebelum meminta anak buahnya untuk melakukan sebuah pekerjaan, pemimpin itu harus tahu detail pekerjaan yang akan dilakukan. ?Bukan seperti direksi BUMN saat saya pertama kali datang. Saat saya tanya di rapat, selalu meminta bantuan bawahannya,? ungkap dia.
Dahlan berharap anggota kepolisian juga mampu memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sebab itu, peningkatan kredibilitas mulai dari jajaran tertinggi hingga terendah di tubuh kepolisian harus terus dilakukan. Agar tujuan pengayom masyarakat dapat tercapai. (den/hen/jpnn)

Kota Tasik Diguyur Motor Sampah

Pemkot Dapat Bantuan 25 Unit Kendaraan Roda Tiga
TAWANG ? Pemerintah Kota Tasikmalaya mendapat bantuan 25 unit motor roda tiga pengangkut sampah dari Pemprov Jabar.  Untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah di kota berjuluk Kota Resik ini.
Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan  setiap hari sebanyak 1600 kubik sampah bertebaran di Kota Tasikmalaya. Sedangkan yang bisa diangkut hanya sekitar 450 kubik perhari. ?Saya harap dengan adanya bantuan ini bisa memotivasi para petugas sampah untuk selalu membersihkan sampah tiap hari,? ujarnya yang ditemui usai menyerahkan 25 kendaraan roda tiga pengangkut sampah di Dinas Cipta Karya Kota Tasikmalaya, kemarin (6/2).
Dia mengungkapkan, selain 25 unit motor pengangkut sampah tersebut. Ditahun ini pihaknya juga menambah 5 unit armada truk sampah. ?Kalau yang 5 truk armada itu berasal dari APBD kota. Dan insyaaloh saya akan terus mencari kekurangan armada ini dengan berkomunikadi dengan provinsi,? tuturnya.
Menurutnya, dari 25 unit motor sampah sebanyak ada 12 unit akan disalurkan ke Brigif 13 Galuh 1 unit, Kodim 1 unit, Koramil 5 unit dan RW 5 unit. Seperti RW 16 Perum Cisalak, RW 01 Bumi Asri Dirgantara, RW 04 Sirnagalih, RW 01 Sukanagara dan RW 03 Kelurahan Gunung Gede. ?Sisanya nanti dipergunakan untuk menyisir sampah bagi kebutuhan kendaraan dinas kebersihan,? ungkapnya.
Salah seorang anggota Brigif 13 Galuh Peltu Solekhan mengatakan dengan disalurkannya kendaraan roda tiga pengangkut sampah pihaknya bisa membantu masyarakat untuk ngangkut sampah dan kegiatan solari yang rutin dilaksakan setiap selasa. ?Mudah-mudahan dengan pengangkut sampah ini kita bisa membantu masyarakat seperti halnya program solari,? pungkasnya. (gna)

Hendak Beli Motor Antik Malah Tertipu

TASIK ? Situs jual beli online kembali memakan korban. Kali ini Dadang Suparjat (52) warga Bukit Damai Indah Kota Balikpapan menjadi korbannya.
Kejadian yang menimpa korban ini terjadi, Kamis (6/2) ketika hendak membeli sepeda motor antik merek BMW R51 tahun 1954 di situs www.berniaga.com. Karena barang yang ada distisu jual beli oneline ini sudah cocok akhirnya korban mentransfer uang sebesar Rp 2 juta melalui ATM BNI Plaza Asia untuk uang mukanya.
?Awalnya saya tertarik dengan motor yang di tawarkan pelaku lewat internet. Saya langsung hubungi lewat telepon sambil nawar harga,? ujar Dadang saat melaporkan keajdian tersebut di SPKT Polres Tasikmalaya Kota kemarin.
Setelah itu, kata dia, diriny langsung melakukan transfer uang untuk down payment (DP) atau uang muka. Tetapi setelah melakukan transfer uang tersebut, nomor telepon yang akan menjual motor tersebut tidak aktif dan setelah ditunggu barangnya juga tidak ada.
Karena merasa dirugikan, kata dia, dirinya langsung melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Tasikmalaya Kota AKP H Iwan membenarkan adanya korban penipuan situs jeual beli oneline ini. Untuk saat ini kasus tersebut sudah ditangani satuan reserse. ?Sekarang masih dalam lidik,? paparnya. (mg7)

Pencuri Rokok Tewas Dimassa

Pelaku Disinyalir Komplotan Curanmor
TASIK ? Seorang pria tanpa identitas tewas dihajar massa setelah diketahui membobol warung dan mencuri beberapa bungkus rokok serta soft drink di Kampung Pamayang Desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah, Kamis (6/2) pagi.
Kapolsek Cipatujah, AKP Pomo Sutrisno mengatakan aksi warga ini bermula saat warung milik Eti, dibobol maling dan beberapa bungkus rokok serta soft drink raib. Mengetahui kejadian itu, pemilik warung serta warga sekitar langsung melakukan pencarian terhadap pelaku pencurian tersebut. Karena warga memperkirakan pelaku pergi belum jauh.
Saat pencarian tersebut, kata Pomo, warga menemukan pria tak dikenal membawa golok dan kantong kresek berwarna hitam berisi rokok dan minuman yang diduga diambil dari warung korban. Melihat itu warga mencoba menangkapnya. Namun, malah mengacung-acungkan goloknya sembari mengancam. ?Warga yang sudah beringas langsung menghajar pelaku,? paparnya.
Mengetahui hal tersebut, Lanjut dia, pihaknya langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. ?Pelaku meninggal di perjalanan menuju Puskesmas Cipatujah. Karena mengalami luka bacok di pinggang sebelah kiri dan betis sebelah kiri. Saat ini pelaku sudah kita bawa ke kamar mayat RSUD Kota Tasikmalaya,? ujarnya.
Pomo menambahkan diduga pria tanpa identitas yang tewas dihajar massa ini merupakan anggota kelompok curanmor. Pasalnya, Selasa (4/2) lalu terjadi kecelakaan tunggal di Kampung Mangkabaya Desa Mandalajaya Kecamatan Cikalong. Sepeda motor Jupiter MX menabrak setoom yang sedang berhenti. Tetapi ketika hendak ditolong warga pengendara tersebut malah kabur naik motor Yamaha Vixion yang ada dibelakangnya. ?Diduga pengendara Yamaha Vixion ini adalah lelaki yang tewes ini,? kata Pomo.
Saat itu, kata Pomo, kedua pelaku juga sempat dikejar warga yang merasa curiga sampai di wilayah Cidadap, Karangnunggal dan berhasil menangkap satu orang yang diboncengnya. Sementara pengendara Yamaha Vixion berhasil kabur. ?Diduga orangnya yang meninggal ini,? ujar dia.
Demi kepentingan penyelidikan dan mengungkap identitas pelaku, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang mengenali pelaku dengan ciri-ciri rambut panjang sebahu, tinggi badan 170 cm, menggunakan celana Jeans berwarna biru, memakai kaos hitam dan diperkirakan usianya sekitar 35 tahun agar segera melapor ke Polres Tasikmalaya atau polsek terdekat. (mg1)

Ayah dan Anak Tewas

Nyalip, Senggolan, Jatuh, Langsung Disambar Bus
CIKONENG ? Kasus kecelakaan maut di wilayah hukum Polres Ciamis bertambah lagi. Rabu (5/2) pagi, Honda Beat bertabrakan dengan Mitsubishi Colt T 120 SS di Jalan Raya Lakbok-Purwadadi. Akibat kecelakaan ini Dimas Adi Pangestu (18) pengendara motor tewas.
Rabu malam, Honda Vario tergilas truk tronton di Jalan Jenderal Sudirman. Dalam kecelakaan itu, pengendara motor Nunung Karyana MPd (44) bersama anaknya, M Feisal Al Marakki (13) tewas di tempat kejadian.
Masih Rabu malam ?sekitar pukul 22.30? Yamaha Jupiter MX nopol Z 2101 WV tertabrak Bus Rajawali yang dikemudikan Uus Ruswandi di Jalan Ciamis-Cikoneng, tepatnya di depan Pasar Salasa Desa/Kecamantan Cikoneng. Pengendara Jupiter Aditia (22) bersama ayahnya (orang yang diboncengnya) Didin Rosidin (45) meninggal dunia.
Paur Humas Polres Ciamis Ipda Hj Iis Yeni Idaningsing menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian dan keterangan dari saksi di lokasi kejadian, Jupiter datang dari arah Ciamis menuju Tasikmalaya.
Jupiter berusaha mendahului Honda Vario bernopol Z 2270 TT yang dikendarai Dadan (25). Namun, Jupiter bersenggolan dengan Vario. Jupiter oleng ke kanan. Motor bersama pengendara dan penumpangnya terjatuh. ?Dari arah berlawanan melaju bus dan tertabrak. Korban diketahui merupakan ayah dan anak,? ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/2).
Adit ?sapaan akrab Aditia? tewas di tempat kejadian. Sementara Didin meninggal di RSUD Tasikmalaya. Guna penyelidikan lebih lanjut, bus diamankan di Polres Ciamis. Sopir dan kondektur bus masih menjalani pemeriksaan terkait kasus kecelakaan tersebut.
Data yang dihimpun dari Polres Ciamis, Didin dan Aditia merupakan warga Dusun Pasir Peuteuy RT 02 RW 01 Desa Pawindan Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Sopir Bus Rajawali Uus Ruswandi merupakan warga Dusun Cinunjang RT 01 RW 02 Desa Buanamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya.
Kondektur bus bernama Gunadi (52) warga Salatiga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tidak mengetahui kronologi kejadian tabrakan tersebut. Saat kejadian dirinya menghadap ke arah penumpang.
?Saya kurang tahu waktu saya sedang menghadap ke penumpang bus langsung menghantam motor mengeluarkan suara keras,? ujarnya saat ditemui Radar di parkiran depan Mapolres Ciamis, tempat Bus Rajawali diamankan.
Di tempat terpisah, Dedi (45) kakak ipar Didin mengaku sudah mendapat penjelasan dari Robi (25) kakaknya Adit. Menurut dia, Didin dan Robi akan mengantar Adit ke Pul Budiman karena Adit mendapat panggilan wawancara kerja di Bekasi. Sehari sebelumnya, Adit telah melakukan tes tulis.
?Kata Robi, Robi mau nyalip mobil yang ada di depannya tapi di arah berlawanan ada bus. Jadi, dia tidak jadi nyalip. Adit yang berada di belakang mencoba nyalip kemudian bersenggolan dengan Robi. Lalu Adit dan Didin terjatuh langsung disambar oleh bus,? ungkapnya saat ditemui Radar di rumah duka.
Robi sempat memperlihatkan foto kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman kepada Dedi. Peristiwa itu diabadikan lewat kamera ponsel. Dan, kecelakaan itu menewaskan ayah dan anak. ?Tidak disangka kejadian ini menimpa ayah dan adiknya,? ungkap Didin. (dhs)

Rela Tinggalkan Keluarga dan Jual Harta Benda

Delapan jam menggunakan kereta api dari Bogor menuju pantai yang tidak diketahuinya. M Alom (26), imigran asal Bangladesh berlayar menuju pulau Chrismas Australia bersama imigran lainnya. Namun, Ia malah mendapatkan perlaku buruk, ditahan diatas kapal patroli keamanan Austalia selama delapan hari lalu dikembalikan lagi ke Indonesia menggunakan kapal kapsul sejenis sekoci.
BERHARAP mendapatkan kehidupan lebih baik dan tergiur cerita teman-temannya yang sukses di Australia mendorong para imigran dari negara-negara konflik untuk mencari suaka ke negara Kangguru itu. Seperti dilakukan M Alom (26), imigran asal Bangladesh. Ia nekat meninggalkan tanah kelahirannya demi mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
?Saya awalnya mendengar cerita dari teman yang sudah di Australia katanya mudah mendapatkan pekerjaan dan bayaran disana juga besar, saya pun tergiur,? tutur Alom kepada Radar, di Polsek Pangandaran, Rabu(5/2) malam.
Alom merupakan salah satu imigran yang bisa berbicara bahasa Melayu. Ia pernah bekerja di Malaysia.
Ia mengaku rela meninggalkan istri dan anaknya dan menjual barang-barang berharga miliknya agar bisa berangkat ka Australia. ?Saya meninggalkan keluarga, semua property yang saya miliki di Bangladesh juga dijual,? kata dia.
?Semua orang tahu di Australia mudah cari uang, mudah cari pekerjaan makanya saya rela melakukan apa saja asal bisa kesana,? imbuhnya.
Dirinya datang ke Indonesia menggunakan paspor dan visa resmi. Sebelum ikut rombongan para imigran, ia menginap di salah satu hotel di Bogor selama 15 hari.
Setelah berkumpul dengan imigran lainnya di Bogor, ia kemudian diajak naik kereta dengan perjalanan selama delapan jam dan berhenti di salah satu pantai. ?Saya tidak tahu dibawa kemana, taunya setelah naik kereta api lama terus ke pantai tengah malam,? kata dia. Meski Radar berkali-kali menanyakan siapa yang menuntunnya dalam petualangannya itu, Alom enggan menjawab.
Setibanya di pantai, semua imigran naik ke dalam kapal milik nelayan dengan jumlah penumpang sebanyak 36 orang, 29 Januari 2014 lalu. ?Kita semua langsung naik kapal kayu, di kapal itu perbekalan sudah lengkap,? ungkapnya.
Dalam benaknya, harapan menuju sukses mengadu nasib di Australia sudah semakin dekat. Ia pun mengaku tak takut mengarungi samudera selama 24 jam menuju Australia. ?Kita sangat ingin ke Australia supaya bisa sukses jadi apapun kita lakukan,? kata dia. (bersambung)

Komit Sejahterakan Ponpes

TASIK ? Caleg DPR RI dari PPP dapil Jawa Barat XI Ir Hj Fernita terus melakukan silaturahmi  kepada kiai dan pimpinan Pondok Pesantren di Tasikmalaya dan Garut. Dalam upaya meminta restu, doa dan dukungan untuk bisa duduk menjadi wakil rakyat di senayan.
?Agar bisa menampung aspirasi masyarakat. Saya harus menemui seluruh simpul-simpul masyarakat seperti kiai dan ponpes. Dan hingga kini saya sudah berkunjung sebanyak 50 titik,? ujarnya.
Fernita yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Pusat ini, mengatakan sebagai seorang caleg yang mewakili partai islam. Dirinya ingin keberadaannya sangat diharapkan dan didukung penuh oleh para ulama, kiai dan tokoh masyarakat. Sehingga bisa mendapatkan kemaslahatan serta keberkahan dalam menjalankan amanah. ?Meski saya belum jadi seorang wakil rakyat di DPR RI. Namun sejauh ini saya telah berusaha mencari bantuan di pusat. Alhamdulliah bantuan rusunawa dan MCK bagi pesantren sudah bisa diberikan,? tuturnya.
Dia menjelaskan, Tasikmalaya yang memiliki jargon ?kota sejuta pesantren dan santri? ini, harus selalu didukung dari sisi sarana dan prasarana yang memadai. Dalam upaya mengembangkan ponpes. ? Pesantren itu perlu diberikan sarana dan prasana yang baik, agar mampu mendidik para santri yang berakhlakul karimah,? tuturnya.
Fernita menambahkan, selain akan fokus kepada kebutuhan pondok pesantren. Dirinya siap memberikan fasilitasi pembangunan bagi Ranting dan PAC PPP di Tasikmalaya, agar bisa lebih bersemangat untuk lebih membesarkan partai berlambang kabah ini. ?Kalau ada ranting atau PAC yang mampu memberikan suara terbesar bagi saya, saya akan bangun kantor mereka,? tandasnya. (kim)

Bandung Lautan Relawan Dahlan

BANDUNG ? Bandung menjadi lautan pendukung Dahlan Iskan. Ribuan pendukung peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat ini menyemarakan kedatangan Dahlan dengan arak-arakan kesenian, barongsai dan atraksi kungfu.
Atraksi barongsai dan kungfu menyambut Dahlan di Posko Relawan Dahlan Iskan di depan Hotel Haris, Kota Bandung.
Sebelumnya Dahlan berjalan kaki dari Hotel Grand Pasundan menuju posko. Dia bersama istri, Hj Nafsiyah Dahlan menggunakan becak. Di belakanngnya hadir ribuan Relawan Demi Indonesia (ReDI). Sesampainya di posko, ribuan relawan dari seluruh Indonesia menyambut dan mengelu-elukan Dahlan.
Dari enam calon presiden yang ikut konvensi, Dahlan yang disambut secara meriah dan disalami banyak orang. Termasuk para pelayan toko di pusat perbelanjaan Lotte yang menyatu dengan bangunan hotel. ?Ini adalah bentuk dukungan dari kami sebagai masyarakat Jawa Barat terhadap Pak Dahlan. Mudah-mudahan Allah menakdirkan beliau menjadi presiden,? ujar Candra Andi Salam, ketua Umum Relawan Dahlan Iskan saat mendampingi Dahlan Iskan memasuki ruang konvensi di Haris Hotel tadi malam (5/2).
Relawan Demi Indonesia (ReDI) dari Tasik, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Garut dan lainnya di Jawa Barat pun memberikan dukungan kepada sang idola.
Deni Bakhtiar, warga Cukang Padung Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis mengaku rela menjadi relawan Dahlan Iskan karena mengidolai tokoh yang selalu menulis setiap Senin ini. ?Kata-kata dan tulisan Dahlan Iskan begitu berisi dan berbobot. Di samping mudah dipahami,? tuturnya.
Dia pun kagum dengan sosok Dahlan Iskan yang sangat bersahaja dan sederhana. ?Dan, Indonesia butuh pemimpin sepertinya.? ujar Deni.
Sejak Dahlan menjadi jurnalis hingga menjadi calon presiden, Deni senantiasa menyimaknya. ?Dan ternyata hanya Dahlan yang memiliki kualifikasi yang layak untuk menjadi RI 1,? kagumnya.
Dahlan pun mendapatkan dukungan dari kalangan ulama, seniman dan mahasiswa. Tampak kemarin, pimpinan Ponpes Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya KH Abdul Aziz Affandi pun memberikan sambutan di Posko Relawan Demi Indonesia di Bandung.
Di kalangan seniman, hadir Paramitha Rusady, Ucok Baba, Daus Mini dan penyanyi Sunda, Nining Meida.
Sementara itu Dahlan memasuki ruang konvensi sekitar pukul 19.40. Dia disambut teriakan relawan yang sudah berada di dalam ruangan. Relawan Demi Indonesia menjadi pendukung peserta konvensi yang paling heboh dan terbanyak.
Selain itu para pendukungnya juga memenuhi hampir seperempat ruang konvensi di Hotel Harris, Kota Bandung.
Sebelumnya, sekitar pukul 15.30 di Grand Pasundan Convention Hotel, Dahlan
sempat berbincang beberapa saat dengan kerabat.
Bagi Dahlan mengikuti konvensi sebagai upayanya mengabdikan diri kepada negara. ?Semuanya saya serahkan pada takdir. Kalau Allah belum menakdirkan, mau usaha apa pun tidak akan berhasil. Kali ini, saya istilahnya ?sedang menjemput takdir?,? tuturnya.
Dahlan mengaku tidak terlalu banyak persiapan menghadapi konvensi. Mengenai jumlah masa pendukung yang membeludak, hal itu tidak disangkanya. ?Yang kampanye ini relawan...Saya mengikuti takdir saja,? tandasnya.
Memang kemeriahan menjadi bagian tak terpisahkan dari pergelaran konvensi calon presiden Partai Demokrat. Semangat dan antusiasme para pendukung kandidat capres menjadi nilai tersendiri. Kemeriahan dan kreativitas itu mulai ditunjukkan ketika setiap peserta datang ke arena konvensi.
Gita Wirjawan, misalnya. Menteri perdagangan yang sedang dalam proses pengunduran diri sebagai menteri itu datang dengan diantar motor gede. Sedangkan Marzuki masuk ke arena dengan ditandu para pendukungnya. Bentuk tandunya pun dipilih khusus, yaitu, singa.
Level kemeriahan pendukung setiap calon baru tampak ketika debat capres yang dibagi dalam dua sesi itu dilaksanakan.
Di sesi pertama yang menghadirkan lima peserta, pendukung Marzuki terasa paling meriah. Sesi tersebut juga menghadirkan Gita Wirjawan, Endriatono Sutarto, Anis Bawedan dan Ali Masykur Musa.
Tak kalah, pada sesi kedua, kemeriahan para pendukung tetap menjadi nilai lebih pelaksanaan debat. Pada sesi ini para pendukung Dahlan Iskan tampil sangat menonjol. Semangat dan antusiasme mereka begitu terasa.
?Konvensi ini penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, kami berterima kasih kepada semua elemen yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan konvensi,? kata Sekretaris Komite Konvensi Suaidi Marasabessy di sela-sela acara debat. (pee/dyn/c2/fat)

34 Imigran Pakai Kapal Kapsul

PANGANDARAN ? Sebanyak 34 imigran gelap asal Iran, Nepal dan Bangladesh berlabuh di Pantai Barat Pangandaran Kabupaten Pangandaran tadi malam (5/2).
Mereka menggunakan kapal berbentuk kapsul (skoci)  orange. Setelah berlabuh di Pangandaran, 34 imigran itu ditahan. Sebanyak 26 ditahan di Mapolsek Pangandaran dan sisanya di Markas TNI AL Pangandaran. Kini mereka ditangani
Koramil Pangandaran, Angkatan Laut dan Polair Pangandaran.
Ojat (39), warga Bulak Laut Pantai Barat Pangandaran mengatakan masyarakat melihat sekoci mirip kapsul berwarna orange berlabuh ke pinggir pantai. Ternyata kapal tersebut berisi imigran gelap. Warga pun melaporkannya ke polisi.
Aras (34), imigran berkewarganegaraan Iran mengaku bersama imigran lainnya sudah hampir sampai di Pulai Cristhmas tetapi tertangkap Kepolisian Australia.
Setelah itu, dia bersama imigran lainnya langsung dimasukan ke dalam sekoci. ?Kita dimasukan ke dalam sekoci semuanya ada 34 Orang diseret oleh Kapal Australia dan akhirnya mendarat di sini (Pantai Pangandaran, red),?  tuturnya.
Lanjut Aras, para imigran mendapatkan penyiksaan dari polisi Australia. Bahkan ada dua temannya yang meninggal dunia karena berkelahi dengan polisi Australia. ?Polisi Australia kejam. Teman kami juga ada yang meninggal dua orang karena berkelahi,? sambungnya.
M Alom (26), imigran asal Bangladesh mengatakan rombongan imigran berangkat dari perairan Australia sekitar Pukul 6.30 menggunakan sekoci mirip kapsul berwarna orange itu.
Selama dalam perjalanan di dalam sekoci itu, mereka tidak disediakan makanan hingga sampai ke Pantai Pangandaran.
?Kita selama dalam perjalanan tidak makan karena tidak ada makanan dalam sekoci yang diisi oleh 34 orang,? sambungnya.
Danramil Pangandaran Kapten TNI Sarwono mengatakan mendapatkan laporan dari masyarakat ada kapal imigran yang mendarat di Pantai Pangandaran. ?Kita mendapatakan laporan dari masyarakat ada kapal imigran mendarat di Pantai Pangandran,? ungkapnya.
TERDENGAR DENTUMAN
Sementara itu Geger (40), warga Bulak Laut, Pananjung mengaku mendengar suara dentuman sebelum keras seperti dua benda tabrakan di pantai.
?Waktu dilihat ternyata ada kapal dan ada orang berhamburan keluar,? ujarnya tadi malam.
Setelah penumpang kapal itu berhamburan, Geger menghubungi polisi. Dia pun memungut pelampung-pelampung yang dibuang ke laut.
?Penumpang (kapal) ada yang berkumpul di Taman Surya Boulevard sambil sesekali terlihat (terdengar) menghubungi seseorang dan menanyakan arah Cisarua (Bogor),? jelasnya.
Awalnya, dia takut terhadap para penumpang. Khawatir mereka membawa senjata tajam.
Kemudian, kata dia, para imigran itu diamankan pihak kepolisian yang datang ke lokasi. (asp/mg14)

Pengumuman Hasil Tes Batal

Tak Dilaksanakan 5 Februari 2014
JAKARTA ? Rencana pengumuman kelulusan tenaga honorer kategori dua (K2) batal diumumkan kemarin (5/2). Skema pengumuman dengan menggunakan format PDF di website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) ternyata tidak bisa diakses.
Hingga pukul 19.00 kemarin, situs yang seharusnya memuat nomor peserta lolos ujian tulis beberapa bulan lalu itu hanya memunculkan ?502 Bad Gateway?. Diduga, hal itu disebabkan banyaknya permintaan masuk yang tidak bisa di-handle oleh server sehingga terjadi time out.
Dugaan tersebut dibenarkan Kepala Humas Kemen PAN RB Suwardi saat dikonfirmasi kemarin. ?Web Men PAN down. Mungkin karena banyaknya yang akses,? tutur Wardi  di Jakarta, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Suwardi juga menepis dugaan bahwa pihaknya belum siap mengumumkan hasil ujian tersebut sehingga website ditutup sementara. Ia menegaskan, jika hal tersebut disebabkan kendala teknis.
Akibatnya, pengumuman untuk honorer K2 ini harus kembali diundur. Sebab, pemerintah tidak memiliki media partner atau web lain sebagai wadah untuk melakukan pengumuman ini. Suwardi mengatakan, pihaknya masih belum memiliki rencana lain untuk melanjutkan pengumuman hasil tes tulis tenaga honorer K2 ini. ?Belum ada keputusan, masih nunggu hasil nanti malam (tadi malam),? ungkapnya.
Rencananya memang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar akan melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Wakil Presiden Boediono untuk membahas masalah ini. Setelah pertemuan tersebut, baru akan diputuskan bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh.
Buruknya kesiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat disayangkan. Pasalnya pihak pemerintah mengklaim telah menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk menjaga keamanan hasil ujian ini. Namun, hal itu tidak dilengkapi dengan antisispasi banyaknya pengunjung web yang sangat banyak.
Tak bisa diaksesnya web Kemen PAN RB ini pun sukses membuat banyak tenaga honorer di daerah panik. Sebab sebelumnya, pemerintah dengan tegas mengatakan pengumuman CPNS honorer K2 ini akan dilakukan pada 5 Februari. Meski tidak serentak seluruh kementerian lembaga dan seluruh pemda di Indonesia.
Tenaga honorer K2 yang mengikuti tes tulis beberapa bulan lalu itu mencapai 600 ribu. Sementara untuk formasi CPNS yang disiapkan hanya sekitar 150 ribu kursi.
Mereka yang tidak lulus dalam pengangkatan tahun ini masih dapat bekerja sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sesuai dengan ketentuan baru dalam UU Aparatur Sipil Negara. (mia/jpnn)

KTSI Kewalahan Ditanyai Honorer

TASIK ? Sekertaris Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Kabupaten Tasikmalaya Dadan Lutfi Ansahari mengaku kewalahan menerima banyaknya pertanyaan dari rekan-rekannya di KTSI tentang jadwal pengumuman hasil tes honorer kategori dua (K2).
Akunya, kemarin, ada ratusan orang yang bertanya kapan pengumuman itu bisa diakses. ?Dari tadi saya diteleponi banyak orang. Ada ratusan orang mungkin. Mereka menanyakan kapan pengumumannya. Saya sendiri masih belum tahu karena memang belum mendapat kejelasan,? ujar Dadan kepada Radar, kemarin.
Dadan mengaku akan menunggu kejelasan pengumuman ini sampai pukul 24.00. Ia pun memantau langsung website Men PAN untuk mengetahui apakah pengumuman itu sudah bisa diakses atau belum.
?Ya kita tunggu. Dari tadi saya bulak-balik ngecek website Men PAN barangkali saja pengumumannya sudah ada,? pungkas Dadan.
Dadan dan rekan-rekannya di KTSI Kabupaten Tasikmalaya menyayangkan ketidakjelasan waktu pengumuman hasil ujian. Hal itu dinilainya memperpanjang kecemasannya dan rekan-rekannya yang sudah menunggu pengumuman hasil tes. ?Tapi sampai sore ini kami belum mendapat kejelasan,? imbuh Dadan.
Terpisah Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan Daerah (BKPLD) Kabupaten Tasikmalaya Iin Aminudin mengatakan informasi secara lisan dari pusat, kelulusan honorer kategori dua (K2) akan diumumkan kemarin. Namun, ditunggu hingga sore, pusat tidak memberikan informasi lanjutan soal pengumunan K2 itu. ?Kalau secara formal tertulis, kami tidak menerima keputusan pasti dari pusat akan ada pengumuman hari ini (kemarin),? ungkapnya kepada Radar di kantornya kemarin (5/2).
Beredarnya informasi akan ada pengumumnan K2, terang dia, membuat BKPLD banyak didatangi tenaga honorer yang ingin mengetahui hasil kelulusan. Tak terkecuali pihak-pihak yang meminta informasi dari sambungan telepon. BKPLD hanya bisa menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima keputusan formal dari pusat soal pengumuman K2. ?Kami akan tetap menunggu keputusan pusat,? terangnya.
Kepala Bidang Pengembangan Pegawai (Bangpeg), BKPLD Kabupaten Tasikmalaya Ari Fitriadi menambahkan jumlah honorer K2 yang mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 2.598 orang. Pihaknya berharap seluruh honorer K2 dari Kabupaten Tasikmalaya itu bisa lulus. Namun, target kelulusan yang realistisnya yaitu maksimal 30 persen dari jumlah 2.598 honorer K2. ?Prinsipnya kelulusan ini pasti akan diumumkan. Saat ini tinggal menunggu dan berdoa serta menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya,? kata Ari. (mg1/snd)

Jembatan Leuwipeusing Mubazir

SARIWANGI ? Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum meninjau kondisi Jembatan Leuwipeusing yang terancam putus di Desa/Kecamatan Sariwangi kemarin (5/2). Dalam kesempatan itu Uu berjanji akan memperbaiki jembatan tersebut melalui biaya tanggap darurat (BTD) atau biaya tidak terduga (BTT).
Hasil surveinya, kata Uu, jembatan yang menjadi penghubung Desa/Kecamatan Sariwangi dengan Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari ini sudah rusak. Selain itu, pembangunan jembatan Leuwipeusing tersebut tidak sesuai dengan perencanaan yang matang sehingga cepat rusak.
?Jembatan ini dibangun dari dana swadaya masyarakat. Tapi dalam pembangunannya ini tidak sesuai dengan perencanaan. Tidak sesuai dengan keilmuan. Makanya kondisinya seperti ini,? ujarnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat, jika ingin membangun jembatan atau jalan dari swadaya sendiri agar dikonsultasikan dulu ke pemerintah atau yang ahlinya. ?Saya mengimbau pembangunan apapun itu, meskipun dari swadaya masyarakat, konsultasikan dulu dengan pemerintah. Agar tidak mubadzir seperti ini,? imbaunya.
Namun demikian, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya akan segera memperbaiki jembatan yang terancam putus itu. Pasalnya, jembatan ini menjadi jalan utama yang menghubungkan dua desa dari dua kecamatan. Selain itu, akses menuju Kota Singaparna juga lebih dekat. Jembatan ini, akan dibangun dengan menggunakan anggaran dari BTD atau BTT. ?Karena menurut masyarakat jembatan ini sangat vital peranannya, kita akan segera membangun jembatan ini dengan menggunakan anggaran dari Biaya Tanggap Darurat,? terang dia.
Dia meminta kepada masyarakat setelah jembatan ini dibangun, diharapkan masyarakat mampu menjaga infrastruktur tersebut dengan baik. ?Kalau sudah jadi, saya imbau ke masyarakat agar menjaga dan merawat jembatan ini agar tidak cepat rusak,? katanya. (mg1)

Memiliki Segala Kualifikasi untuk Menduduki RI 1

Beni Bakhtiar warga asal Cukang Padung Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis mengaku rela menjadi relawan Dahlan Iskan karena menganggap mantan dirut PLN tersebut sebagai ?buku? yang terbuka untuk dibaca dan ditafsirkan.
Kemarin Pagi (5/2) sekitar 06.30 WIB Beni datang ke Graha Pena Radar Tasikmalaya untuk ikut bersama relawan Dahlan Iskan lainnya menghadiri acara debat kandidat capres dari konvesi Partai Demokrat di Bandung.
Sebelum berangkat, lelaki yang menggunakan kopiah haji tersebut sempat berbincang dengan Radar. Untuk menjelaskan awal mula kesediannya menjadi relawan Dahlan Iskan.
Menurutnya, meskipun sibuk dengan tugas-tugas kenegaraan sebagai Menteri BUMN. Akan tetapi kesetiaan Dahlan Iskan untuk tetap menulis setiap senin pagi dengan judul besar Manufacturing Hope diberbagai media jaringan Jawa Pos. Sangat memberikan manfaat, lewat pemikiran dan tulisannya yang begitu mengalir serta bernutrisi. ?Kata-kata dan tulisan Dahlan Iskan begitu berisi dan berbobot. Disamping mudah dipahami,? tuturnya.
Dia mengatakan, dirinya kagum dengan sosok Dahlan Iskan yang menurutnya sebagai figur bapak yang bisa mengayomi Anak-anaknya.?Pak Dahlan itu sangat bersahaja dan sederhana.
Dan Indonesia butuh pemimpin sepertinya.? ujar Beni.
Beni menegaskan, dirinya bukan baru pertama kali mengenal sosok Dahlan Iskan. Tapi mengenal sejak kuliah. ?Dari beliau menjadi jurnalis sampai sekarang menjadi menteri BUMN saya mengetahuinya. Tapi baru kali ini saya mencoba mendekati dan ternyata hanya Dahlan yang memiliki kualifikasi yang layak untuk menjadi RI 1,? ungkapnya.
Dia pun, merasa yakin apabila Dahlan Iskan berhasil menjadi presiden, Indonesia akan lebih maju. Karena kinerja Dahlan Iskan selama ini sudah teruji dengan keberhasilannya memenej BUMN dengan sebegitu sempurnanya. ?Saya yakin pasti bisa,?ujarnya.
Untuk itu, Demi Indonesia dirinya siap berjuang mewujudkan apa yang di cita-citakan Dahlan Iskan membangun Indonesia yang Maju. ?Siap berjuang sampai titik darah penghabisan,? ujarnya. (*)


Dishub, Satpol dan Polisi Unjuk Gigi

Dishub, Satpol dan Polisi Unjuk Gigi
CIHIDEUNG ? Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Tasikmalaya Kota melakukan penertiban becak, pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan di wilayah HZ Mustofa secara bersamaan.
Diwakili, Kabid Lalin Dishub Kota Tasikmalaya Ahmad Suparman mengatakan untuk bisa melakukan penertiban becak, PKL dan Parkir sembarang diperlukan dukungan dari berbagai pihak sepeerti Satpol PP dan Polisi. ?Untuk melakukan operasi penertiban di HZ Mustofa perlu peran serta beberapa pihak,? ujarnya yang ditemui Radar, kemarin (5/2).
Untuk itu, dalam penertiban kali ini. Pihaknya sengaja mengajak Satpol PP dan Polisi secara bersamaan dengan tugas penertiban sesuai tufokasi masing-masing. ?Penertiban ini tidak saling berbenturan. Justru dengan berbarengan seperti ini kita semakin bersinergi dalam upaya menata kawasan HZ Mustofa,? ungkapnya.
Dalam razia ini, kata dia, pihaknya mengamankan dua unit becak bermotor dan becak bodong yang tidak memiliki surat izin beroperasi.?Kalau kita(Dishub, red) fokus pada penertiban becak,? tuturnya.
Kasi Ops Satpol PP Andri Ikbal mengatakan penataan di jalur HZ Mustofa tersebut sengaja dilakukan berbarengan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Dan pihaknya bertindak melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL). ?Kita tadi mengingatkan beberapa pedagang yang berjualan di trotoar termasuk stand provider promosi,? tandasnya.(gna)

Pemkot Akan Panggil REI

Ido: Sarankan Pengembang Harus Buat Fakta Integritas
LETNAN HARUN ? Pemerintah Kota Tasikmalaya langsung bergerak cepat terkait perizinan perumahan. Itu dilakukan setelah Lembaga Advokasi Kebijakan dan Informasi Publik (LAKIP) meminta para pengembang perumahan untuk segera menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemkot. Hal itu terungkap saat hearing terkait penataan Kota Tasik di ruang Banmus DPRD, Selasa (4/2) lalu.
Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman yang ditemui Radar usai rapat koordinasi (rakor) bantuan sosial dan hibah (bansos) di Aula Bappeda menyatakan, membahas hal itu saat rakor.  ?Tadi kita bahas (fasum dan fasos, red) dan sedang kita evaluasi berbagai perizinan-perizinannya (perumahan). Itu bagus sekali ada masukan dari masyarakat dan kita tampung,? paparnya. 
Jika dikerucutkan apa saja yang menjadi topik bahasan saat rakor terkait fasum fasos, kata dia, salah satunya izin lingkungan. ?Izin (lingkungan) itu dikeluarkan sebelum ada izin mendirikan bangunan (IMB). Tadi juga beberapa masukan-masukan dari masyarakat yang terungkap saat hearing di DPRD menjadi masukan buat kami,? ungkapnya.
Budi menjelaskan, pihaknya akan mengkaji dan mengevaluasi berbagai peraturan-peraturan daerah (perda) termasuk undang-undangnya. ?Sehingga sinergitas antara peraturan yang ada saat ini di kemudian hari jangan sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,? terangnya.
Disinggung faktor itu muncul karena kurangnya komunikasi? ?faktor komunikasi dan sosialiasi ada. Tapi ada juga faktor-faktor lainnya. Mungkin kadang-kadang pengembang sendiri suka ada (yang melanggar). Misalnya izin belum lengkap tiba-tiba sudah ngurug. Itu kan menyalahi,? tambahnya. Artinya, tegas dia, hal itu mengisyaratkan semua pihak harus tertib administasi. ?Ini bukan hanya untuk pihak Pemkot. Tetapi mengubah masyarakat dan perilaku pengembang. Nah nanti kita ada rencana mengundang teman-teman pengembang dari REI (Real Estate Indonesia),? sambungnya.
Bagaimana pun paradigma masyarakat terhadap pengembang juga harus diubah. ?Mereka harus paham dulu. Mana tata ruangnya Kota Tasik? Mana yang bisa untuk dibangun?? ujarnya.
?Sehingga mereka (pengembang) juga jangan sampai ada yang dirugikan. Kalau sudah begini kan kadang-kadang ada pihak yang dirugikan. Tetapi aturan sudah jelas jangan dilanggar. Tapi ini menjadi hal untuk instrospeksi semua pihak. Bagaimana semua hal administrasi itu harus tetap ditaati,? timpalnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Dudi Mulyadi. ?Sampai detik ini yang terjadi di lapangan adalah rekomendasi turun mereka langsung membangun (perumahan). Harusnya tempuh izin dulu. Kan harus sampai IMB,? tuturnya.
Dia mencontohkan seorang pengembang memiliki tanah untuk perumahan. ?Nah ketika proses (perizinan) berjalan malah sudah di urug. Itu kan tak boleh begitu. Kondisi tanah berubah dari awalnya itu harus ada izin. Kuncinya kan ada di mereka,? tambahnya.
Izin itu ada rekomendasi Cipta Karya, Binamarga, LH dan lainnya. ?Setelah keluar rekomendasi-rekomendasi itu baru lah ke site plain dan IMB. IMB belum keluar karena sudah ada rekomendasi langsung melakukan pengurugan. Katanya itu bukan bangunan. Loh, kami dari LH itu sudah masuk ke dalam perubahan dari kondisi awal,? katanya.
Tadi saat rakor sudah ada muncul kesepakatan nantinya setiap proyek pembangunan perumahan akan diberi plang. ?Misalnya diumumkan di plang itu pembangunan ini sudah ada IMB-nya nomornya sekian. Nah itu ya silakan preng (membangun). Itu datang karena ada kesepakatan dengan masyarakat. Tolong sebelum membangun ya sosialisasikan lagi ke masyarakat. Kasih tau sudah ada izinnya dan bilang kami akan melakukan aktivitas. Nah nanti disepakati dengan warga,? jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Ido Garnida mengatakan pemkot harus segera melakukan kajian supply dan demand  kebutuhan masyarakat secara matang sebelum dilakukan moratorium izin perumahan. ?Pengembang harus diberikan kewajiban untuk pemeliharaan fasum fasos selama kurun waktu 3-5 tahun. Hal tersebut bisa dituangkan dalam perwalkot atau dibuat fakta integritas,? ujarnya.
Dia menambahkan, diperlukannya perwalkot atau fakta integritas bagi pengembang tersebut sangat urgensitas. Sebagai upaya agar pemkot tidak terbebani untuk penganggaran APBD bagi pemiliharaan perumahan. ?lebih baik anggarannya digunakan untuk fasilitas pendidikan gratis SMP/SMA seperti yang dijanjikan wali kota,? tandasnya. (rez/kim)

Mengangkat Semangat Kebaharian

Banyak yang mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang indah. Namun, negara kepulauan ini akan hilang pesonanya bila tidak dijaga sejak dini oleh generasi muda.
Para pemuda dari berbagi provinsi di Indonesia membentuk Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) yang  dibentuk di Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 2011 lalu.
Anggota dari FPBI ini sudah ada ratusan orang. Empat di antaranya berasal dari Indonesia yakni Asep Azwar Lutfi, Rijki Nuraziz Djaya Permana, Angga Muhammad Lukman dan Nazwar Syamsu.
Rijki Nuraziz Djaya Permana menjelaskan, salah satu anggota FPBI dari Kota Tasikmalaya yakni Asep Azwar Lutfi menjadi salah satu penggagas terbentuknya forum tersebut.
?Saat itu Asep menjadi wakil mahasiswa Jawa Barat untuk program Pelayaran Kebangsaan yang diadakan Kemenpora, dari sana Asep bertemu dengan para pemuda dari seluruh nusantara dan sepakat untuk membentuk FPBI,? jelas Rijki yang merupakan mantan Presma Unsil ini.
Sejak pertama kali dirumuskan pada 2011, FPBI kemudian menggelar kongres pertama pada 2012. Saat kongres di Makasar tersebut Rijki bersama anggota lainnya mendapat pelatihan kebaharian.
?Organisasi ini lahir sebagai bentuk kesadaran pemuda untuk membangun kembali kejayaan bangsa di bidang kebaharian atau kelautan,? ungkapnya.
Melalui perkumpulan ini, Rijki dan kawan-kawannya berupaya mengedukasi dan mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk peduli dan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian pantai.
?Kepedulian dan rasa cinta terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak muda karena kelak akan menjadi generasi yang memegang peranan penting di berbagai sektor di Indonesia,? terangnya.
Terlebih, sambungnya, laut memiliki fungsi ekologis yang sangat penting dan fungsi ekonomis bagi sekitar 65 persen penduduk Indonesia. Terutama yang bermukim di sekitar wilayah pesisir dan menggantungkan hidupnya dari kekayaan laut serta sektor pariwisata.
Sayangnya, tidak sedikit kawasan pantai dan laut di Indonesia yang tercemar sampah. Sehingga membahayakan makhluk hidup di laut serta menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Makanya kongres FPBI di Makasar yang bertema ?Dari Pemuda Membangun Semangat Kebaharian Menuju Kejayaan Bangsa? mendorong kepekaan pemuda dalam mengantar kembali kejayaan kebaharian. Selama ini, kebaharian hanya menjadi cerita kebanggaan dan kesejahteraan di masa yang lalu.
?Saat ini nilai-nilai kebaharian tersebut berangsur hilang seiring prespektif kebijakan pemerintah yang cenderung teresterial ke darat (agraris) sementara 70 persen wilayah Indonesia adalah laut,? jelasnya.
Makanya, dalam rangka mengangkat kembali semangat kebaharian di kalangan pemuda FPBI merumuskan lima bidang yang menjadi perhatian yakni, kaderisasi dan keorganisasian, penelitian dan pengembangan, informasi dan teknologi, lingkungan dan pariwisata serta hukum dan advokasi.
?Sampai saat ini sudah ada lebih dari 15 provinsi yang menyatakan siap membentuk FPBI dalam rangka pengembangan organisasi untuk lebih menjangkau seluruh kawasan bahari serta masyarakat pesisir yang ada di Indonesia,? jelasnya. (na)

Titik Rawan Kejahatan Dipasang Kamera Canggih

BANJAR ? Polres Banjar bekerjasama dengan (Dishubkominfo) Kota Banjar melakukan pemasangan kamera CCTV sebanyak delapan unit di beberapa titik yang dinilai rawan kejahatan.
Kapolres Banjar AKBP Asep Saepudin SIK mengatakan, delapan unit CCTV itu dipasang di tempat-tampat yang dinilai rawan kriminalitas. Selain itu titik-titik jalan yang dinilai rawan kecelakaan dan kemacetan juga dipasang kamera pengawas itu.
?Delapan CCTV itu kami tempatkan di titik-titik yang rawan kriminalitas, kecelakaan dan kemacetan,? ujarnya kepada Radar, Rabu (5/2).
Menurut dia, perangkat yang dijadikan kamera pengintai itu memiliki kemampuan untuk berputar sebanyak 360 derajat. Kecanggihan lainnya, kata dia, dapat melakukan zoom sebanyak 10 kali.
Dengan zoom itu plat nomor pada kendaraan dari jarak jauh dapat terdeteksi. Untuk kapasitas penyimpanan data kamera pengintai itu disiapkan memori sebanyak 1 terabyte. Sehingga dapat menyimpan rekaman selama dua Minggu.
?Delapan unit perangkat CCTV itu menurut saya sangat canggih karena banyak kelebihannya dari pada kamera pengintai yang biasanya,? terangnya.
Titik-titik yang dipasang itu antara lain Lapang Bakti, Alun-alun Kota Banjar, Alun-alun Kecamatan Langensari, Pertigaan Jembatan Baru Jalan Brigjen M Isa, Petigaan Jalan Parungsari, di depan Polresta Banjar, Jalan Letjen Suwato, dan Jalan Gang Buntu.
?Pemasangan kamera it merupakan salah satu upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Banjar,? singkatnya. (agp)

Pencuri Motor Babak Belur

Setelah Dikejar Warga Selama Dua Minggu
TASIK - Seorang pelaku curanmor berinisial CP (27) warga Parung Ponteng Kabupaten Tasikmalaya berhasil diringkus warga Tamansari bersama tukang ojek setelah buron selama dua minggu.
Penangkapan pelaku ini berawal dari aksi pencurian sepeda motor milik Yayat Nurhidayat (39) warga Kampung Siluman Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibereum dengan modus berpura-pura akan membeli sepeda motor Kawasaki Ninja RR setelah itu pelaku membawa kabur motor dengan alasan akan dicoba.
Adanya tindakan tersebut, warga langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. ?Kami cari pelaku ini selama dua minggu bersma-sama warga. Karena aksi pelaku ini bukan yang pertama kalinya,? ujar Tatang (35) salah satu korban yang juga tukang ojek saat ditemui di Polsek Tawang beberapa hari yang lalu.
Penangkapan pelaku ini, kata dia, dengan cara dipancing oleh pacar pelaku yang merupakan warga Cihideung Kota Tasikmalaya. ?Pelaku ditangkap di hutan Indramayu,? paparnya.
Setelah berhasil diringkus, kata dia, pihaknya membawa pelaku bermaksud untuk mengambil sepeda motor yang selama ini dicuri pelaku. Tetapi pelaku memilih bungkam dan tidak mau menunjukan motor yang dicurinya tersebut, warga dan para pemilik motor sudah emosi akhirnya menghajar pelaku. ?Setelah itu kami langsung serahkan ke polisi,? paparnya.
Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko membenarkan ada pelaku curanmor diserahkan oleh warga. Tetapi untuk saat masih dikembangkan untuk meringkus pelaku yang terlibat. Pasalnya aksi pelaku ini berkelompok dari mulai pemetik sampai penadah.
?Saat ini masih kita kembangkan terus,? pungkasnya. (yna)

Polisi Latihan Amankan Pemilu

Akan Pakai Baju Robot, Dapat Bantuan dari Polda

CIAMIS ? Anggota Satuan Sabhara Polres Ciamis berlatih beladiri di halaman markas mereka kemarin (5/2). Para petugas pengendali massa ini menggunakan tongkat, borgol dan beladiri tangan kosong guna mengamankan Pileg 2014.
Kasat Sabhara Polres Ciamis AKP Kurnia SH, MH mengatakan anggotanya dilatih menenangkan dan mengatasi massa yang brutal. ?Semua tahapan-tahapan itu diterapkan dalam latihan kepada seluruh anggota,? jelas Kurnia.
Mengamankan tahapan-tahapan pemilu, mulai dari kampanye hingga penghitungan suara, sebanyak 130 anggota dalmas telah dipersiapkannya. Mereka dilengkapi baju robot, tameng, tongkat, tambang, gas air mata, helm dan sebaginya. Bahkan 30 orang tim pengurai massa yang menggunakan sepeda motor telah disiapkan.
?Kenapa sekarang saya persiapkan latihan kepada anggota? agar saat pelaksanaan pileg nanti mereka lebih paham bagaimana cara menangani massa,? paparnya.
Tambah Kurnia, kebetulan saat ini juga ada penambahan anggota dalmas dari Polda Jawa Barat sebanyak 31 orang. Mereka dilatih dan diperkenalkan kepada anggota yang lama.
?Semuanya kami latih tiap hari. Selama satu atau dua jam dari mulai fisik serta mental juga,? ucap Kurnia.
Kurnia mengatakan anggotanya harus kuat mental hingga tidak mudah terprovokasi pendemo. Namun untungnya sampai saat ini kegiatan-kegiatan pesta demokrasi di Ciamis selalu berjalan lancar. 
?Harapan saya (juga) masyarakat Kabupaten Ciamis lebih menjaga kondusivitas dalam Pileg tahun 2014,? pungkas Kurnia. (isr)

Keluarga Ade Masih Trauma

Akan Pindah, Setelah Rumahnya Tertimpa Truk
TASIK ? Satu hari setelah rumahnya rusak akibat tertimpa material dari truk yang terguling Senin (3/2) malam, Ade Aep (40), warga Cibahayu, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya mengaku trauma. Dia pun berencana membawa istri dan anaknya pindah dari rumah di kawasan Genton ini.
Kemarin (4/2), kepada Radar, Ade mengatakan keluarganya masih terguncang setelah truk Hino Z 9730 HA hampir meratakan rumahnya. Namun, untung truk yang mengalami rem blong tersebut tertahan tiang listrik dan pohon pete yang rubuh. Di saat yang sama, istri dan anak-anaknya berada di rumah di pinggir bawah jalan itu. ?Nuju nyarempod we bari nangkeup nu orok,? ujarnya saat di halaman rumahnya.
Kemarin pagi, Ade merapikan barang-barang di rumahnya ke ruangan yang aman. Dia pun akan membawa istri dan empat anaknya tinggal di rumah ibunya yang masih satu kampung agar lebih aman.
Sementara itu soal tempat yang akan menjadi tempat tinggal baru keluarganya nanti ?setelah mengungsi? lelaki yang setahun bekerja sebagai petugas pelayanan penyambungan (Yanbung) di PLN Rayon Singaparna itu masih mencarinya. Namun, rumah baru itu, kata dia, kemungkinan masih di Cibahayu. ?Ngan rencana mah masih di sekitar dieu keneh,? ujarnya.
Namun, dia mengaku akan sulit menjual tanah tempat rumahnya berdiri saat ini karena rawan tertimpa kendaraan yang remnya blong. ?Upami aya rejeki mah bade diruntuhkeun we kanggo dikebonkeun,? ungkapnya.
Sementara itu menurut Kapolsek Kadipaten AKP Rudi Suherman, pengevakuasian truk tersebut tuntas dilaksanakan kemarin pada pukul 17.00.
Penarikan truk tersebut, kata dia, menggunakan dua kontainer. Dengan demikian, penggunaan mobil derek pun urung dilaksanakan.
Selama pengevakuasian truk itu arus lalu lintas sempat terganggu sekitar 10 menit.
Sebelumnya, kapolsek menuturkan truk tersebut sempat diangkat pada Senin malam menggunakan dua truk. ?Katanya mereka tidak sanggup,? ujarnya.
Truk bernomor polisi Z 9730 HA itu akan diangkat menggunakan mobil derek, namun butuh tambahan truk untuk menahan truk derek agar kuat mengangkat mobil yang terguling itu. ?Jadi satu mobil menahan, yang duanya narik,? terang kapolsek.
Soal listrik di lokasi kecelakaan yang sempat mati ?setelah tiangnya tertabrak truk, menurut Kanit Lantas Polsek Kadipaten Ipda Asep Nurjaman dini hari kemarin pihaknya memita PLN segera memperbaikinya dan tidak menunggu truk diangkat. ?Tadi malam juga kalau tiang listrik langsung dipasang,? ujarnya.
Sebelumnya, di tahun 2013, sebuah tronton pernah terguling di wilayah Jalur Gentong.
Dari data yang didapat dari Polsek Kadipaten, Kapolsek Kadipaten AKP Rudi Suherman SH melalui anggota Unit Lantas Briptu Nyanjang pada 15 Juni 2013 truk lepas kendali lalu terguling karena beban muatan yang berat hingga remnya rusak g. ?Remnya kan bisa panas,? ujarnya. ?Hanya kerugian materi saja,? ujarnya. (mg4)

Sentuhan ?Ajaib? Dahlan Diulas The Strait Times

singapura ? Dibuka lewat kisah semasa Dahlan Iskan menjadi wartawan Majalah Tempo dan tengah meliput tenggelamnya Kapal Tampomas pada Januari 1981, The Strait Times, menurunkan artikel khusus pria yang dijuluki ?Mr Turnaround? ini.
Kata ?Turnaround? dengan tanda petiknya, secara bebas bisa diartikan sebagai ?pria yang suka jalan ke mana-mana?, sesuai kebiasaan Dahlan yang kerap blusukan. Selain itu, istilah tersebut juga bisa diterjemahkan sebagai seorang yang bisa ?menyulap? keadaan buruk menjadi baik.
Soal kemampuan ?menyulap? dari kondisi buruk menjadi baik, koran terbesar di Singapura itu kemudian memberikan ilustrasi bagaiaman Dahlan membangkitkan koran Jawa Pos yang semula hampir mati dengan oplah enam ribu per hari, menjadi 150 ribu, hanya dalam waktu dua tahun. ?Dia dikenal sebagai seorang pekerja keras,? tulis The Strait Times, edisi 3 Februari 2014.
Artikel sepanjang 28 paragraf, dan diterbitkan di halaman Asia itu, pun diberi judul yang cukup provokatif dan menggelitik, untuk ukuran koran serius berusia satu abad.
?Can ?Mr Turnaround? turn around Democrat party?? atau kira-kira artinya, bisakah Dahlan membangkitkan kembali Partai Demokrat yang kini tengah terpuruk? Setelah jatuh dihantam sejumlah kasus korupsi para kadernya. Dalam artikelnya, The Strait Times memang tidak secara gamblang memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukannya sendiri.
Koran beroplah 350 ribu per hari itu sekadar menulis sejarah singkat Dahlan, sejak dia menjadi reporter Majalah Tempo hingga kini menjadi peserta konvensi Partai Demokrat yang paling moncer.
The Strait Times juga menyinggung kelakuan-kelakuan unik mantan bos PLN itu. Misalnya ketika membuka pintu tol hingga sorotan media Indonesia saat dia menjadi musuh utama dari DPR.
Kisah ketika Dahlan harus menjalani transpalasi hati hingga ditunjuk sebagai bos PLN oleh Presiden SBY. Tidak lupa, Strait Times menggambarkan gaya busana Dahlan yang simple, kemeja panjang dilipat, celana gelap dan sepatu sneackers.
Dahlan, oleh The Strait Times, dalam artikelnya hanya digambarkan sebagai sosok unik pekerja keras, yang sentuhan ?ajaibnya? bisa membuat banyak hal menjadi baik dan kini menjadi kandidat terkuat pemenang konvensi Partai Demokrat.
Partai yang kini tengah butuh sosok ?baik? untuk menghapus ?luka? akibat skandal korupsi beberapa kadernya yang sempat membuat citra partai penguasa itu terpuruk hebat.  
?Deadline, kerja cepat, deadline, dua hal itu telah mengalir di dalam darah saya,? kata Dahlan soal filisofi kerjanya. Namun Dahlan juga mengatakan, ada perbedaan sangat besar saat dia bekerja di sektor swasta dengan saat dia menjadi pejabat negara. Terutama menyangkut persoalan birokrasinya. Dan untuk itulah, tulis The Strait Times di paragraf akhirnya, Dahlan berharap bisa menjadi salah satu kandidat presiden untuk bisa memperbaiki Indonesia. (sultan yohana/jpnn)

Janda Bunuh Bayi

Dikubur di Belakang Rumah, Diduga Hasil Hubungan Gelap
TASIK ? Kasus penemuan bayi kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Tasikmalaya. Sama dengan tahun lalu, kemarin (4/2) bayi ditemukan tewas di Kecamatan Sodonghilir. Namun, jika tahun lalu, pembuang bayinya tidak ditemukan, kini seorang janda TA (30), warga Kampung Cipende Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir menjadi tersangkanya.
Janda muda yang biasa dipanggil Ai itu mengubur bayi laki-laki yang baru saja dilahirkannya di belakang rumahnya. Anak itu diduga hasil hubungan gelap dengan seorang pria.
Kapolsek Sodong Hilir AKP Ahmad Nurjaman mengatakan awal penemuan bayi itu saat tetangga Ai mencurigai tumpukan tanah di belakang rumah janda muda itu.
Tumpukan tanah itu seperti kuburan bayi. Karena curiga, tetangga Ai pun melaporkannya ke Polsek Sodonghilir. ?Jam sembilan pagi kita terima laporan. Waktu itu juga kita langsung meluncur ke TKP,? ujarnya saat dihubungi Radar lewat sambungan telepon kemarin.
Setibanya di rumah sang janda, polisi dari Polsek Sodonghilir pun langsung membongkar gundukan tanah itu. Benar saja di dalam gundukan tanah itu terdapat jasad bayi yang sudah tidak bernyawa lagi. ?Sampai di TKP kita langsung gali gundukan tanahnya. Ternyata benar. Di dalamnya ada mayat bayi,? lanjut Ahmad Nurjaman.
Pihak kepolisian pun langsung meringkus Ai, ibu dari bayi malang tersebut. Berdasarkan keterangan dari Ai, ujar Ahmad Nurjaman, bayi tersebut hasil hubungan gelap.
Alhasil Ai pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. ?Berkasnya sudah kita limpahkan ke Polres (Tasikmalaya) dan pelakunya juga sudah kita giring ke sana (Polres Tasikmalaya),? ujar Ahmad Nurjaman.
Saat ini, kata dia, Ai yang melahirkan bayinya secara normal itu, kondisinya sehat dan masih diperiksa di Polres Tasikmalaya.
Ai pun masih diperiksa di Mapolres Tasik. Polisi pun masih mendalami tentang asal usul kekasih Ai.
Sementara itu penjaga kamar mayat RSUD Kota Tasikmlaya Asep mengungkapkan mayat bayi itu sudah diambil kemarin siang oleh pihak Polsek Sodong. ?Tadi siang (kemarin) juga sudah diambil,? ujarnya tadi malam.
Hasil pemeriksaan, kata Asep, di tubuh bayi tersebut tidak ada luka-luka bekas penganiyayaan.
Berdasarkan catatan Radar, penemuan bayi di Sodonghilir kemarin menjadi bayi yang ke dua 12 di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya sejak Januari 2013-Februari 2014.
Tahun lalu 10 ditemukan di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Sedangkan satu kasus ditemukan di Sodong, Kabupaten Tasikmalaya.
Semua kasus pembuangan bayi di tahun 2013, sampai kemarin belum ditemukan para pelakunya. (mg1/mg7)

Pengumuman Hasil Ujian Tak Serempak

JAKARTA - Pengumuman kululusan tenaga honorer katagori dua (K2) direncanakan hari ini. Namun, tidak serentak. Pengumuman di sejumlah instansi pusat dan daerah tertunda untuk beberapa waktu.
Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan sebagian besar instansi mengumumkan hari ini. Di antara instansi pusat yang tertunda pengumuman penetapannya adalah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penundaan pengumuman kelulusan itu disebabkan banyaknya jumlah honorer K2. ?Di Kemenag, misalnya, honorer yang diangkat puluhan ribu. Begitu juga di Kemendikbud,? kata dia. Pengangkatan honorer K2 di Kemenag membutuhkan waktu lama karena distribusinya hingga ke kabupaten/kota dan kecamatan.
Bima mengatakan pengangkatan honorer K2 di Kemenag tidak bisa diterapkan seketika. Sebab, pendistribusiannya harus merata di daerah-daerah yang kekurangan pegawai.
Lain halnya dengan di Kemendikbud. Bima mengatakan akan mengupayakannya tuntas sebelum pengumuman hari ini. ?Jika tidak bisa, ya akan tertunda seperti di Kemenag,? paparnya.
Pengumuman kelulusan honorer K2 menjadi CPNS di Provinsi Papua dan Papua Barat ditunda. Alasannya, bertepatan dengan kegiatan keagamaan. ?Masyarakat setempat tidak ingin terganggu dengan potensi-potensi keributan pasca pengumuman,? kata Bima.
Masih di Jakarta, Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menilai potensi keributan karena honorer tidak menerima hasil pengumuman tes kecil. Sebab, penetapan kelulusan tidak dilakukan masing-masing instansi, seperti pada penerimaan CPNS pelamar umum.
Dalam pengumuman yang dilansir hari ini, Kemen PAN-RB mengeluarkan dokumen kelulusan dengan format PDF. Dokumen itu berisi nama dan nomor peserta ujian tulis beberapa bulan lalu. Bagi honorer K2 yang namanya tidak tercantum padahal sudah mengikuti ujian tulis, dipastikan tidak lolos.
Menjaga keamanan berkas kelulusan, panitia bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk memberi watermark dalam dokumen yang bisa bebas diunduh masyarakat itu. Tujuannya supaya tidak ada penggantian nama dalam daftar honorer K2 yang diterima jadi CPNS.
Upaya ini untuk antisipasi calo yang memanfaatkan kesempatan dengan menarik sejumlah uang kepada honorer K2 yang sebenarnya tidak lulus.
Hingga kemarin petang masih digelar rapat finalisasi panitia seleksi nasional (panselnas). Nah, pagi ini Menteri PAN-RB bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melaporkan hasil penetapan kelulusan honorer K2 menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Honorer K2 secara nasional mencapai lebih dari 600 ribu. Adapun formasi CPNS yang disiapkan hanya sekitar 150 ribu kursi.
Honorer K2 yang tidak lulus dalam pengangkatan ini bisa tetap bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebagai diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara. (wan/ca/jpnn)

Harap-Harap Cemas

Ketua Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Kabupaten Tasikmalaya Salman Alfarisi mengaku rekan-rekannya tengah harap-harap cemas menunggu pengumuman hasil tes CPNS K2.
Berdasarkan info dari Man PAN, pengumuman akan dilaksanakan hari ini. Tapi kemarin, Salman dan rekan-rekannya belum mendapatkan kepastian terkait pengumuman hasil tes tersebut disampaikan lewat apa.
?Sampai sekarang kita belum tahu pengumumannya itu di mana. Di koran kah? Lewat online atau langsung lewat dinas terkait (Badan KPLD), sampai saat ini kita masih belum tahu,? ujarnya saat ditemui Radar di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya kemarin.
Salman dan rekan-rekannya juga mengaku kerap menanyakan soal pengumuman hasil tes ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan Daerah (BKPLD).
Dari BKPLD, ujar Salman, tidak tahu menahu tentang hal tersebut. Bahkan, imbuh Salman, pengumuman hasil tes yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 5 Februari juga belum jelas.
?Pengumumannya benar besok atau tidak kita juga masih belum tau. Karena kemungkinan pengumuman itu kembali diundur sangat besar. Soalnya sampai sekarang belum ada kejelasan,? imbuh Salman.
Saat ini, ujar Salman ia dan rekan-rakannya hanya bisa pasrah menunggu kapan pengumuman hasil test CPNS K2 itu dilaksanakan. ?Untuk saat ini kita belum bisa melakukan apa-apa selain menunggu,? pungkasnya.
DIUMUMKAN LEWAT WEBSITE
Sementara itu di Ciamis, pengumuman hasil tes 2.243 tenaga honorer K2 yang mengikuti tes CPNS akan melalui website pada Rabu (5/2). Hal itu dikatakan Kabid Mutasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Diklat (BKDD) Kabupaten Ciamis Achmad Yani di kantornya kemarin. 
Pada Kamis (30/1), dia mendapat laporan dari pemerintah pusat bahwa hasil tes diumumkan Rabu (5/1) lewat website www.menpan.go.id Namun, tidak ditentukan waktunya, pagi atau siang, tapi tinggal menunggu saja. ?Jadi kami juga BKDD masih menunggu hasilnya lewat website,? jelasnya.
Achmad mengaku bila sudah ada pengumumanya pihaknya nanti akan inisiatif mencetaknya dan ditempel di BKDD. Karena tidak semua yang melek internet, bisa saja ada yang datang ke- BKDD.  Jadi pengumumannya saat ini tidak dilakukan BKDD, dari sejak awal tes juga penyelenggaranya pusat dari BKDD itu hanya penyedia fasilitas tes saja.  ?Jadi BKDD hanya penyedia fasilitas saja,? paparnya.
Dia pun mengimbau honorer yang dinyatakan lolos tes saat pemberkasaan harus benar-benar sesuai petunjuk, karena bila asal-asalan, kata dia, tentunya bisa dibatalkan tidak masuk CPNS.
Sementara itu bagi yang tidak masuk menjadi CPNS, sarannya, jangan berkecil hati, karena nanti ada rekrutan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang kini masih dibahas.
?Kami dari BKDD selalu terbuka. Siapa saja yang bertanya selalu terbuka,? pungkas Achmad. (mg1/isr)

Jembatan Terancam Putus Dibiarkan

SARIWANGI ? Warga Kampung Leuwipeusing Desa/Kecamatan Sariwangi mulai was-was melewati jembatan Leuwipeusing yang terancam putus. Warga berharap pemerintah bisa secepatnya membantu perbaikan jembatan. Pasalnya, jika tetap dibiarkan bisa menimbulkan korban.
Hasan (40), warga Kampung Leuwipeusing Desa Sariwangi mengaku khawatir dengan jembatan yang terbuat dari beton ini. Dirinya hampir setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk melakukan aktivitas. ?Ya kalau melintas khawatir, karena hampir setiap hari lewat sini,? ungkapnya saat ditemui Radar ketika melintasi jembatan tersebut kemarin (4/2).
Konstruksi jembatan ini sangat lemah. Pasalnya, kata dia, jembatan ini hanya terbuat dari beton hasil swadaya masyarakat. Bahkan sekarang kendaraan roda empat sudah tidak diperbolehkan lagi melintasi jalan tersebut.
?Yah sangat jelas, masyarakat berharap jembatan tersebut segera diperbaiki supaya hubungan antara Desa Sariwangi dan Linggawangi bisa normal seperti sebelumnya,? ungkapnya.
Menurutnya, jika jembatan ini ambruk memang ada jalan alternatif lain. Namun, jalan tersebut harus menempuh jarak yang cukup jauh mencapai empat kilometer.
Sementara itu, Camat Sariwangi Soni Prayatna mengatakan jembatan Leuwipeusing dibangun pada tahun 2004 yang menghubungkan Kecamatan Sariwangi dan Leuwisari. Jembatan ini secara ekonomis sangat penting. Karena kedua desa tersebut merupakan penghasil pertanian yang cukup tinggi. Kemudian, jembatan ini juga akses terdekat untuk pengangkutan barang menuju wilayah Singaparna via Sariwangi.
?Kami dengan pihak desa sudah mengusulkan kepada pemkab melalui BPBD. Bahkan BPBD sudah datang dan bisa ditanggulangi melalui anggaran bencana,? ungkapnya.
Lanjut dia, memang jembatan ini dibangun atas dasar keswadayaan masyarakat. Maka dari itu, masyarakat Sariwangi sangat siap untuk melakukan swadaya dalam perbaikan jembatan Leuwipeusing.
?Ya masyarakat siap untuk swadaya, minimal dengan menggunakan tenaga kerja dan mungkin dengan sedikit batu dan pasir yang ada di wilayah tersebut,? bebernya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Tasikmalaya Bambang Alamsyah mengatakan pihaknya belum mempunyai anggaran khusus untuk perbaikan maupun perawatan jembatan desa. Karena, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil swadaya dari masyarakat. ?Mungkin sesuai dengan kewenangan dulu, karena itu kan jembatan desa. Tapi kalau anggaran yang ada di pemkab cukup mungkin akan ada perbaikan,? ungkapnya kepada Radar melalui sambungun telepon.
Untuk saat ini, kata dia, pihaknya akan memprioritaskan perbaikan jembatan skala kabupaten. Sedangkan untuk perbaikan jembatan desa ada anggaran alternatif melalui alokasi dana desa (ADD) yang setiap tahun diterima oleh desa. (yfi)




Sekolah dan Siswa Akan Dikonfrotir

INDIHIANG ?  Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Edi Sumardi memberi tanggapan terkait Cepi Herdiansyah siswa SMP YPI Al Huda yang dipindahkan sekolah gara-gara salah menyimpan sepatu.
?Apapun alasannya yang jelas tidak boleh sampai dia berhenti sekolah. Anak harus tetap bersekolah, nanti kita akan tindaklanjuti kasus ini bagaimana yang sebenarnya. Jangan sampai anak menjadi korban,? ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya kemarin (4/2).
Menurutnya, berdasarkan laporan SMP YPI Al Huda. Cepi Herdiansyah tidak dikeluarkan dari sekolah, melainkan pihak keluarga Cepi yang meminta pindah dari sekolah tersebut. ?Itu baru keterangan dari pihak sekolah. Dan saya akan kroscek kembali,? tuturnya.
Dia mengaku, sudah berkomunikasi dengan kepala sekolah SMP YPI Al Huda selaku pihak yang memberi surat pindah kepada Cepi. Untuk menanyakan kebenaran mengenai surat pindah yang diterima orangtua Cepi itu. ?Saya juga merencanakan akan mengkonfrotir kedua belah pihak baik sekolah maupun Cepi dan keluarga. Untuk mendapatkan kronologis secara utuh atas kejadian tersebut,? tegasnya.
Sementara itu, pihak keluarga Cepi sendiri mendadak bungkam saat coba ditemui dirumahnya. Tidak ada seorangpun yang bersedia diajak wawancara oleh wartawan, mereka seolah menutup diri padahal sebelumnya, Ibunda Cepi sempat meminta agar sekolah memberikan kebijaksaan kepada anaknya agar tetap bersekolah.
Bahkan sebelumnya, dia juga sempat mempertanyakan surat rujukan pindah yang diberikan sekolah. Karena tidak memiliki stempel sebagai tanda surat itu legal, surat itu juga bukan dikeluarkan oleh kepala sekolah melainkan oleh wakasek kurikulum.
Sementara itu, Bagian Kesiswaan SMP YPI Al Huda, Ayi Nurjamil mengaku tidak mengetahuinya, karena dia menyerahkan penanganan permasalahan tersebut kepada rekan-rekannya. ?Saya sebagai kesiswaan tidak melakukan apa-apa lagi. Karena  ini masalahnya dengan saya langsung, kalau saya yang mengeluarkan takut disangka tidak objektif,? tuturnya. (pee)

Moratorium Izin Perumahan

151 Pengembang Belum Serahkan Fasum Fasos
INDIHIANG  ? Lembaga Advokasi Kebijakan dan Informasi Publik (LAKIP) meminta para pengembang perumahan untuk segera menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya.
?Dari sekian banyak perumahan di Kota Tasikmalaya. Hingga saat ini tercatat baru 3 perumahan yang menyerahkan fasum fasos,? ujar ketua LAKIP Taufik Rahman usai hearing mengenai penataan Kota Tasikmalaya di ruang Banmus DPRD Kota Tasikmalaya kemarin (4/2).
Menurutnya, penyerahan fasum fasos itu bersifat wajib dan harus segera dilaksanakan. Jika tetap tidak menyerahkan kewajiban tersebut maka itu bisa menyeret mereka (pengembang,red) ke ranah tindak pidana korupsi (tipikor). ?Sebab jika tidak diserahkan fasum fasos maka yang akan dirugikan warga perumahan itu sendiri. Yang tidak mendapat perhatian perbaikan dari pemerintah,? tuturnya.
Untuk itu, dirinya meminta pemkot melakukan moratorium perizinan perumahan. Karena faktanya saat ini, banyak perumahan yang tidak menempuh proses perizinan secara benar. Sehingga menimbulkan masalah baru di masyarakat. ?Banyak perumahan yang mengganggu lingkungan. Dengan menggunakan lahan produktif dan melanggar garis sempadan sungai juga. Kita minta pemkot melakukan moratorium dengan tidak memberikan izin untuk pembangunan perumahan baru,? tegasnya.
Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang Kota Tasikmalaya Yono S Karso mengaku masih banyak perumahan yang belum menyerahkan fasum fasos. Dari 154 perumahan yang ada di Kota Tasikmalaya hanya 3 perumahan yang menyerahkan fasum fasos yakni Perum Panglayungan, Perum Cisalak dan Perum Kota Baru, Itupun perumahan yang dibangun oleh BUMN. ?Kita sedang bentuk tim khusus melakukan penagihan penyerahan fasum fasos kepada perumahan,? tuturnya.
Yono sendiri menegaskan, pihaknya mengalami sedikit kesulitan dalam meminta penyerahan fasum fasos drai pengambang perumahan. Lantaran ada beberapa perum yang sudah ditinggal pengembangnya sejak jaman pemerintahan kabupaten. ?Ada beberapa pengembang yang kabur. Seperti Aksajaya dan Perum Mitra Batik itu dibangunnya sebelum pemerintahan kota berdiri. Pengembangnya tidak tahu siapa dan dimana, itu tidak jelas. Jadi kita sedikit kebingungan siapa yang harus menyerahkannya,? jelas dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin SH MH mengatakan dirinya mempersilahkan kepada pemkot untuk segera mengambil sikap tegas dalam menyikapi banyaknya perumahan yang belum menyerahkan fasum fasos. ?Untuk usulan moratorium silahkan koordinasikan dengan sekda. Apakah bisa direalisasikan atau tidak. Jangan sampai nanti ada saling tuding,? tandasnya.(pee)

Tersangka Cabul Bertambah

Mawar Disetubuhi Empat Kali
PATARUMAN ? Polsek Pataruman terus bergerak cepat terkait pesta minuman keras (miras) yang berujung jadi kasus pencabulan terhadap Mawar (14) ?nama samaran-, salah seorang siswi SMP kelas VIII.
Saat pemeriksaan Senin (3/2) lalu, empat pemuda warga Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis telah ditangkap. Mereka adalah Da (20), As (20), Ha (20) dan Ak (21). Dari pengakuan mereka yang menggilir untuk menyetubuhi korban adalah dua pemuda. Lainnya mengaku hanya ikut pesta miras jenis ciu yang dicampur obat batuk.
Namun hasil pemeriksaan polisi, Selasa (4/2), siapa yang mengikuti pesta itu bertambah. Mereka adalah Ce (23) dan Nh (20). Mereka masih satu desa dengan empat tersangka yang lebih awal ditangkap. Enam pemuda itu kini statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kepada wartawan, salah seorang tersangka Ak mengaku telah melakukan persetubuhan dengan korban. Aksi asusila itu, kata dia, baru pertama kali dilakukannya. Setelah dia, giliran As yang menyetubuhi korban. Aksi As dilakukan di kamar mandi.
Kemudian giliran Ha yang menyetubuhi korban di kamar kontrakan di Jalan Raya Tanjungsukur itu. Tetapi setelah Ha, dirinya masuk lagi ke kamar itu dan kembali menyetubuhi korban. ?Ya, memang benar yang melakukan persetubuhan dengan korban hanya kami bertiga,? paparnya.
Lanjut dia, tiga temannya yang tidak menyetubuhi korban hanya membuka pakaian dan memegang bagian sensitif Mawar. Saat itu, terang dia, rekan-rekannya sudah mabuk akibat pengaruh ciu yang dioplos dengan obat batuk sebanyak dua boks.
Cerita Ak, dirinya serta lima temannya itu sengaja mengajak Mawar untuk ikut pesta miras dengan cara menelponnya. ?Yang mengundang korban teman saya. Untuk diajak gabung pesta miras itu,? terangnya.
Kapolresta Banjar AKBP Asep Saepudin SIK melalui Kapolsek Pataruman AKP Usep Supiyan SH menjelaskan, dari enam tersangka itu hanya tiga pemuda yang mengaku menyetubuhi korban. Sedangkan tiga tersangka lainnya melakukan perbuatan cabul.
Tambah dia, kini para tersangka telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Pataruman. Karena perbuatannya mereka dijerat pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 82 UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan kurungan penjara selama-lamanya 15 tahun.
?Tersangka kami jerat dengan pasal-pasal dan undang-undang tentang perlindungan anak karena korban masih berusia dini,? tegasnya. (agp)

Siswi SMP Digagahi Tetangga

PURWAHARJA ? Kasus pencabulan anak di bawah umur seperti tak ada hentinya di kota ini. Sabtu malam (1/1), Ju (33), warga Lingkungan Cikadu Kelurahan Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja diduga telah mencabuli MF (14).
Aksi Ju yang berprofesi sebagai penjual mie ayam itu terbilang nekat karena MF tetangganya. Rumahnya berdekatan sekitar 100 meter. Kini Ju telah mendekam di tahanan Mapolsek Purwaharja.
Hasil pemeriksaan polisi, Ju diduga melakukan aksi bejatnya itu saat istri dan anaknya pergi ke luar kota. Kepada wartawan, Selasa (4/2), Ju mengaku telah menjalin hubungan asmara dengan MF selama enam bulan.
Namun hubungan asmara itu, kata Ju, hanya sekadar komunikasi melalui sambungan telepon karena masih tetangga dan takut dicurigai istrinya. ?Abdi sareng neng atos bobogohan salami genep sasihan mung dina telepon hungkul,? katanya.
Bapak satu anak itu mengaku melakukan persetubuhan itu atas dasar suka sama suka dan dilakukan saat rumahnya dalam kondisi kosong. Saat itu istri dan anaknya sedang ke Bandung karena ada keperluan keluarga.
Ketika dia tertidur, korban datang ke rumahnya sekitar pukul 24.00 WIB. Ju mengaku sempat kaget karena korban berani datang ke rumahnya di malam hari dan sendirian. Ju akhirnya mengajak masuk korban dan menyuruhnya tidur di dalam kamarnya.
Mengetahui bebas tak ada siapapun, Ju langsung mengajak korban untuk menyetubuhinya. Dia mengaku telah melakukan menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Setelah melakukan persetubuhan itu korban pulang ke rumahnya pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. ?Saya menyesal dan hanya pasrah karena perbuatan ini sudah salah,? sesalnya.
Kapolsek Purwaharja AKP Muslim membenarkan kasus pencabulan seorang gadis di bawah umur itu. Kata dia, korban masih duduk di bangku SMP kelas VII. Karena perbuatannya itu, Ju dijerat pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan kurungan penjara selama-lamanya 15 tahun.
?Tersangka kami tangkap berdasarkan laporan orang tua korban. Kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi Polsek Purwaharja,? tegasnya. (agp)

Mio Raib Digasak Maling

Pelaku Semuanya Mengenakan Seragam Sekolah
TASIK ? Komplotan curanmor yang berseragam sekolah menengan atas (SMA) berhasil menggasak sepeda motor Yamaha Mio yang terparkir di halaman Gedung Futsal Lidya di Jalan Lewo Babakan, Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Selasa (4/2) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, aksi pencurian yang dilakukan komplotan ini terjadi sekitar pukul 15.00. Dalam aksinya para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang dengan berseragam sekolah lengkap dengan atributnya ini masuk lokasi parkir dengan menggunakan dua sepeda motor.
Saat itu kondisi lokasi parkiran sedang sepi. Pasalnya para pemilik motor sedang bermain futsal didalam gedung. Aksi para pelaku ini tidak dicurigai oleh warga sekitar karena tidak curiga dengan gerak-gerik pelaku yang berseragam sekolah ini. ?Saya kira mau booking tempat futsal. Karena semua pelaku itu pake baju seragam sekolah,? kata Irwan (25) pemilik warung dilokasi tersebut kepada wartawan kemarin.
Menurut dia, dirinya baru mengetahui bahwa ada yang kehilangan motor setelah 15 menit para pelaku ini meninggalkan lokasi. ?Saya tahu itu maling karena anak-anak yang futsal rame di parkiran kehilangan motor,? katanya.
Irwan mengatakan dari empat orang pelaku ini dirinya melihat melihat logo di atribut seragam sekolahnya tersebut seperti anak SMK swasta di Kota Tasikmalaya ini. ?Logo sekolahnya pokonya segitiga warna biru. Tapi gambar sama nama sekolahnya kurang terlihat karena agak jauh,? tuturnya.
Sementara itu, Angga (14) pengunjung tempat futsal mengatakan sepeda motor yang hilang dicuri ini merupakan milik temannya bernama Ace (14) warga Cilembang, Cihideung. Saat kejadian itu sedang bermain bola. ?Tahu motornya hilang ketika akan pulang,? paparnya.
Hal serupa dikatakan Iwan (35) pemilik motor yang diparkir dilokasi kejadian. Menurut dia, aksi pelaku ini bukan hanya menggasak satu sepeda motor saja. Tetapi, para pelaku ini berhasil merusak lubang kunci dua sepeda motor yang ada di samping motor korban yang berhasil dibawa kabur. ?Diduga pelaku sebelum mengambil motor mencoba membongkar kunci motor saya tetapi tidak berhasil. Jadi sekarang kunci harus diganti,? ungkapnya. (yna)

24 Baterai Tower Dimaling

CIAMIS ? Komplotan maling menggondol 24 baterai tower operator seluler di Dusun Majalaya RT 04 RW 05 Desa Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Selasa (4/2) sekitara pukul 01.45. Kawanan pencoleng juga mengambil satu arrester (penangkal petir).
Penjaga tower Kustono (55) mengatakan sekitar pukul 01.00 dirinya akan berangkat dari rumah untuk mengontrol tower. Jarak antara rumah dengan tower sekitar 200 meter. ?Saya melihat dari jendela kamar, di tower ada empat orang. Kemudian, saya menghubungi kantor,? ujarnya saat ditemui Radar di area tower Selasa (4/2).
Usai menghubungi kantor, Kustono bersama kerabatnya, Wawan Setiawan teriak maling. Sontak saja, maling langsung kabur menggunakan mobil Avanza berwarna silver. ?Mungkin pencuri berjumlah lima orang, empat di luar dan satu sopir,? ungkapnya.
Ternyata, kata dia, pencuri membawa 22 baterai dan satu arrester kerugian diperkirakan mencapai Rp 44 juta. ?Baterai yang dikeluarkan dari tower semuanya 24 buah namun dua lagi ditinggalkan karena keburu diteriakin maling,? papar dia.
Kustono menjelaskan kawanan maling masuk dengan cara merusak gembok pagar menggunakan tang karena di tempat kejadian ditemukan dua buah tang, obeng kembang, kunci inggris dan sepasang sandal. ?Pelaku memakai baju kaus seperti biasa dan tidak memakai penutup wajah,? paparnya. Kustono mengatakan tower tersebut sudah empat kali disantroni maling.
Paur Humas Polres Ciamis Ipda Hj Iis Yeni Idaningsih menerangkan setelah mendapat laporan dari pihak tower, anggota Polres Ciamis langsung terjun ke tempat kejadian perkara untuk mengungkap pelaku pencurian. ?Dari TKP, dua buah baterai yang tertinggal dan bukti-bukti lain; dua buah tang, obeng dan kunci kini diamankan,? ujarnya saat dihubungi Radar, kemarin. (dhs)


Honorer K2 Harap-harap Cemas

PANGANDARAN ? Tenaga honorer kategori dua (K2) di Pangandaran harap-harap cemas. Pasalnya, pengumuman kelulusan yang direncanakan kemarin (5/2), ternyata diundur. Menurut informasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), pengumuman kelulusan akan dilakukan 10 Februari 2014.
?Saya deg-degan menunggu pengumuman hasil tes, tapi saya tidak tahu percis kapan waktunya,? tutur Budi Aanggara (35), salah seorang tenaga honorer K2 kepada Radar, kemarin (4/2).
Menurut informasi yang diterimanya, pengumuman kelulusan dilakukan tanggal 10 Februari 2014. ?Saya dapat informasi itu dari teman-teman honorer juga, kalau bisa jangan terus diundur,? katanya.
Dirinya berharap bisa lulus dan mengabdi sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS). ?Semua pasti berharap lulus jadi PNS, apalagi dulu bapak penjabat bupati menyampaikan akan memperjuangkan honorer supaya bisa lulus semua,? tuturnya.
Hal senada disampaikan Nia Rosmalia (33), honorer K2 lainnya. Dirinya juga berharap pengumuman tidak diundur kembali. Ia hanya bisa berdoa agar bisa menjadi salah satu honorer yang beruntung. ?Rasanya dag dig dug nunggu pengumuman, saya selalu berdo?a supaya bisa lulus,? ungkapnya.
Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bagian Kepegawaian Kabupaten Pangandaran Drs H Yayat Kiswayat membenarkan jika pengumuman kelulusan tes CPNS honorer K2 akan dilakukan 10 Februari 2014. hal tersebut berdasarkan informasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Yayat mengimbau seluruh peserta tes CPNS untuk berdoa. ?Tidak ada usaha lain saat ini selain berdoa mudah-mudahan semuaya lulus,? pungkasnya. (asp)

Maestro Seni Akan Dapat Bantuan

Rp 20 Juta Per Tahun Selama Seumur Hidup
CIJULANG ? Para maestro seni dan budaya kini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan program bantuan sebesar Rp 20 Juta per tahun selama seumur hidup.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Seni dan Budaya Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim kepada Radar saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (4/2).
?Ada program bantuan dari pemerintah pusat, mereka yang menyandang gelar maestro seni berhak menerima bantuan,? tuturnya.
Dikatakannya, pemerintah daerah akan mengusulkan dengan melakukan proses verifikasi terlebih dahulu. Saat ini, pihaknya sedang melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap para seniman di Pangandaran.
Aceng menjelaskan gelar maestro disandangkan bagi pelaku seni yang sudah berumur 55 tahun dan mengabdikan hidupnya di bidang seni. ?Kriterianya harus sesuai umur yang ditentukan dan pengabdian kepada seni dilakukan secara terus menerus,? kata dia.
Selain itu, kata Aceng, seni yang digelutinya juga merupakan kesenian yang hampir punah. Seorang maestro juga harus sudah menularkan kepada generasi muda.

?Tidak hanya digeluti sendiri tapi juga harus sudah mewariskan,? ungkapnya.
Menurut dia, Pangandaran berpotensi untuk mendapatkan bantuan menginat banyaknya seni budaya daerah. Dinataranya, kesenian ronggeng gunung, badud dan rojong.
?Ada beberapa peluang karena sampai sekarang kesenian warisan itu masing dikembangkan para seniman,? tuturnya.
Seniman yang terpilih menjadi maestro, kata dia, akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 Juta per tahun selama seumur hidupnya. ?Jika maestro tersebut sudah meninggal maka akan diwariskan kepada ahli warisya,? ungkapnya. (mg14)

Siap Benahi Infrastruktur dan Pendidikan

TASIK ? H Imran Servia, Calon Legislatif (Caleg) Partai Nasdem daerah pemilihan (dapil) XI (Kota Tasik, Kabupaten Tasik dan Kabupaten Garut) nomor urut 7, membawa misi ingin melakukan pembenahan dalam bidang pendidikan dan infrastruktur jika dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Jawa Barat pada Pileg 9 April nanti.
Kepada Radar, pengusaha properti ini mengakui maju menjadi caleg dari partai pimpinan Surya Paloh itu niatan utamanya mengubah tiga wilayah di Priangan Timur itu agar tak tertinggal oleh daerah lain. Dia mengaku kawasan perbatasan di dapilnya masih tertinggal oleh daerah lain. Dia yakin wilayah dapilnya itu bisa setara dengan Bogor perkembangan kedepannya.
?Saya ingin mengawal dan melakukan perubahan untuk Tasik (kota dan kabupaten, red) serta Garut menjadi lebih baik lagi. Masalah utama di sini adalah infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang harus ditingkatkan agar lebih baik lagi. Itu yang akan saya perjuangankan,? paparnya saat ditemui di kantor, Selasa (4/2).
Imran yang doyan membantu atlet berprestasi sebelum masuk dunia politik ini menjelaskan, selain misi itu dia melihat perkembangan negara saat ini kondisi politiknya semakin parah. Kepercayaan terhadap politik juga sempat mencapai titik kritis. Paradigma itu yang ingin dia ubah.
?Bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang menghargai pemimpinnya jika pimpinannya banyak dihujat. Kita ini harus menjadi bangsa yang besar karena dihormati. Mungkin ada sisi politik di kita yang salah. Itu menjadi salah satu hal yang ingin saya ubah bersama Nasdem,? terangnya.
Tifosi Juventus ini menambahkan, sebelum membulatkan tekad maju menjadi caleg, dirinya sempat tak berminat terjun ke dunia politik. ?Awalnya memang tak pernah terpikir masuk ke dalam organisasi partai atau politik praktis,? tambahnya.
?Namun jika dukung mendukung saya sudah pernah terjun dukung-mendukung sejak pilkada 2007. Tapi saya bermain di luar saja. Kini saya siap terjun dan mewujudkan keinginan masyarakat yaitu meningkatkan infrastruktur dan pendidikan,? jelas pria yang mengaku direkrut Nasdem ini. (rez)

Dua Sahabat Tewas di Garasi

Diduga Menghirup Gas Buang Knalpot
TASIK ? Dua sahabat sejak SMP Galih Raksa Santana (37) dan Deden Riswan (37) ditemukan meninggal di dalam mobil kemarin (31/1) pagi.
Warga Sukalaya Barat dan Indihiang itu tewas diduga karena menghirup gas buang knalpot mobil yang mereka tumpangi di dalam garasi milik H Enceng Endi, ayahnya Galih, di Sukalaya Barat, Argasari, Cihideung Kota Tasik.
Euis, ibunda Galih mengatakan suaminya, H Enceng pertama kali menemukan putranya dan Deden meninggal pada pukul 08.00. ?Saat mau ke garasi melihat banyak asap dan setetelah dilihat ke dalam garasi ternyata mobil masih dalam keadaan menyala,? ujarnya kepada wartawan kemarin di Sukalaya.
Saat itu, anak dan temannya sudah terbujur kaku di kursi depan mobil. Galih duduk di kursi sebelah kiri, sedangkan Deden di belakang kemudi.
?Setelah itu (H Enceng) berteriak, memberi tahu warga sekitar dan aparat sekitar,? papar Euis.
Dedy (48), warga setempat mengetahui Galih meninggal dari anaknya.
?Saat saya ke sana (garasi) membuka gerbang, di dalam keadaanya mobil masih hidup, AC mobil masih hidup dan musik juga masih hidup,? ujarnya.
Dia tidak langsung mematikan sedan berwarna putih itu, karena menunggu anggota kepolisian. ?Sudah ada polisi, baru saya matikan mesin mobil,? jelasnya.
Menurut Dedy, karena penasaran ?dengan keadaan korban yang terlihat sedang tidur? dia sempat mencoba menggerakkan badan Galih. ?Badannya goyang semua,? terangnya. Setelah itu, Dedy, yakin bahwa keduanya sudah meninggal.
Menurut Dedy, Galih, pada malam sebelum meninggal sempat menelepon istrinya. ?Katanya sih semalam telepon ke istrinya mau tidur di garasi sama temannya,? ujarnya.
Karena mungkin, korban dan temannya ini asyik berbincang hingga lupa mematikan mobil saat di garasi. ?Mereka (Galih dan Deden) itu teman dari sejak SMP,? jelas Dedy.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widiyayoko sampai kemarin belum bisa memastikan penyebab tewasnya Galih dan Deden. ?Namun demikian untuk lebih memperjelas penyebab dari kematian korban, kita harus lakukan bedah mayat,? ujarnya.
Dugaan sementara, kematian Galih dan Deden, kata Noffan, akibat keracunan karbon monoksida (CO) atau gas buang dari knalpot.
Kemarin, jenazah Galih sudah dimakaman di Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dia meninggalkan seoran istri, Rin-rin dan dua anak.
Sebelumnya jenazah Galih dan Deden sempat berada di kamar mayat RSUD Kota Tasikmalaya. (mg7)

Adu Gengsi di Laga Pembuka

Maung Bandung Harus   Konsisten Menyerang
BANDUNG ? Persib dan Sriwijaya FC (SFC) ditakdirkan harus bertemu lebih awal di laga pembuka Indonesia Super League 2014, Minggu (2/2). Padahal biasanya, kedua tim ini selalu bertemu di pertengahan musim.
Meski demikian, laga  yang akan disajikan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung mulai pukul 15.30 ini sangat menarik ditonton karena kedua tim sama-sama sudah menjadi juara ISL. Maung Bandung menjadi tim terbaik saat Liga Indonesia digelar pertama kalinya, musim 1994/1995, sedangkan SFC tahun 2007 dan 2012.
Namun, siapa pun lawannya, termasuk SFC, Persib tetap raja kemenangan saat sudah tampil di kandangnya. Sepanjang pertemuan di Bandung, Persib terbilang unggul dalam hasil akhir. Dalam pertemuan terakhir di ISL musim lalu, 22 September 2013 lalu, Persib berhasil membungkam SFC 2-1. Saat itu, SFC diperkuat mantan strikernya, Hilton Moriera.
Di fase persiapan melalui laga pra musim Inter Island Cup (IIC), Persib cukup gemilang. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman (Djanur) ini lolos ke babak final. Sementara SFC hanya mampu bertahan hingga babak delapan besar.
Dengan kondisi ini, Persib jelas lebih baik dibanding calon lawannya ini. Sudah barang tentu Persib unggul dalam hal moral bertanding  di hadapan pendukungnya. Mau tak mau SFC menjadi target kemenangan Persib di laga pembukanya.
Menjadi finalis IIC 2014, unggul 4-0 atas klub asal Thailand, Raj Pracha mengisyaratkan kepada SFC bahwa kekuatan Persib di musim ini sudah jauh berbeda. Meski tidak ada striker murni sekelas Sergio Van Dik, kini Persib sudah terbiasa tanpa bomber.
Makan Konate, Atep serta  pemain lainnya terbukti mampu menutupi kekurangan Persib di lini depan. Khusus untuk Makan Konate, selain second striker, ia pun menjadi jenderal lapangan tengah untuk tim Maung Bandung saat ini.
Laga nanti pun tak lepas sebuah ajang reunian lima mantan SFC yang kini menghuni Persib. Firman Utina, Supardi, M Ridwan yang sudah bergabung dua musim lalu. Ditambah dua pemainnya lagi, Ahmad Juprianto dan Abdul Rahman yang baru gabung untuk musim ISL 2014.
Sementara di kubu SFC, dua eks Persib, Maman Abdul Rahman dan Asri Akbar pun akan bereuni karena untuk musim ini keduanya menjadi skuat asuhan Subangkit, pelatih SFC. Habislah kekuatan SFC yang penah berjaya di musim-musim sebelumnya setelah ditinggal lima mantan pemainnya yang sata ini telah berkostum Persib.
Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman memilih menurunkan intensitas latihannya dalam persiapan terakhir menuju laga pembuka. ?Ini dilakukan sebagai upaya agar seluruh pemain lebih bugar saat pertandingan pertama nanti,? ungkap Djanur di Lapangan PPI, Bandung, kemarin.
Menghadapi SFC, pelatih yang akrab disapa Djanur ini menambahkan, timnya akan tampil menyerang dengan target 15 menit awal bisa mencetak gol.
?Makanya, dalam dua hari kita perbanyak  finishing touch,? katanya.
Menurutnya, masalah penyelesaian akhir selalu menjadi kendala manakala pemain sudah bertanding. ?Makannya materi latihan kita arahkan mengasah dribling lalu ke finishing, masalah  penyelesaian akhir buat tim kita masih belum bagus. Tapi kalau melihat saat ini, saya kira pemain sudah lebih fokus dan konsentrasi,? katanya lagi
Kondisi Ferdinand yang sebelumnya tidak fit, kini berangsur pulih. Djanur pun merasa tenang lantaran striker yang satu ini kini menjadi andalan di lini depan sebagai pengganti Coulibaly Djibril yang harus absen.
?Kita akan lihat lagi sampai besok (hari ini),  apa Ferdinand sudah siap main atau belum lawan Sriwijaya. Kalau Firman masih 50-50. Tapi yang sudah pasti belum bisa main Ridwan,? ujar Djanur.
SFC juga tanpa diperkuat lima pemain intinya saat dijamu Persib. Pelatih Subangkit hanya bisa pasrah dengan laga perdananya ini apalagi yang harus dihadapinya adalah Persib, favorit juara musim ini.
?Pemain kita banyak yang absen, ada lima pemain, Maman Abdurrahman, M Hamzah, Firdaus Ramadhan, Rishadi Fauzi dan Lancine Kone. Ini menjadi pekerjaan rumah saya agar tidak sampai kena serangan bertubi-tubi dari tuan rumah, kita lihat sampai besok,? ujarnya. (ank)

Hasil penelusuran 11/26 9:10pm. Terakhir update terdeteksi pada 8/30 12:00pm.  skor: 2376